Zetizen.com - Gaun yang dikenakan Keke Palmer di CFDA Fashion Awards 2026 bukan sekadar busana mewah untuk tampil di karpet merah. Aktris asal Amerika Serikat ini justru membawa kembali salah satu desain fashion dari tahun 1975, tepatnya gaun emas rancangan desainer Bob Mackie yang pernah dikenakan Raquel Welch saat tampil bersama Cher dalam acara televisi The Cher Show.
Penampilan tersebut menjadi salah satu sorotan karena gaun yang sudah berusia 51 tahun itu kembali muncul di acara fashion besar dengan pemilik tampilan yang berbeda. Alih-alih memilih rancangan terbaru, Keke Palmer memperlihatkan bahwa busana dari masa lalu masih bisa terlihat menarik ketika dikenakan kembali. Lantas, apa saja detail yang membuat gaun vintage ini begitu istimewa?
1. Bukan Replika, Gaun Ini Memang Pernah Dipakai Raquel Welch
Hal pertama yang membuat penampilan Keke Palmer menarik adalah sejarah gaunnya. Busana emas tersebut awalnya dibuat khusus oleh Bob Mackie untuk Raquel Welch, aktris dan penyanyi asal Amerika Serikat.
Pada 1975, Raquel mengenakan gaun tersebut ketika tampil bersama Cher dalam salah satu segmen The Cher Show. Keduanya bahkan menggunakan rancangan Bob Mackie yang hampir serupa saat membawakan penampilan mereka.
Kini, lebih dari lima dekade kemudian, gaun yang sama kembali terlihat di karpet merah CFDA Fashion Awards. Jadi, bukan hanya desainnya yang kembali populer, tetapi juga pakaian asli yang memiliki cerita panjang di dunia hiburan. Menarik, bukan?
2. Warna Emas Membuat Tampilannya Tetap Mencolok
Warna emas menjadi salah satu karakter paling kuat dari gaun tersebut. Permukaan busananya dihiasi detail berkilau yang memantulkan cahaya, sehingga tampilannya terlihat dramatis tanpa perlu tambahan motif yang terlalu ramai.
Pilihan warna ini juga terasa dekat dengan karakter desain Bob Mackie yang dikenal melalui busana panggung penuh ornamen dan sentuhan glamor. Tidak heran jika gaun tersebut masih mudah dikenali meskipun berasal dari era 1970-an.
Warna metalik seperti emas juga bisa menjadi inspirasi untuk busana pesta masa kini. Jika ingin mencoba gaya serupa, tidak harus mengenakan gaun penuh payet. Aksesori atau atasan dengan sentuhan metalik pun bisa memberikan kesan berbeda. Kamu lebih suka emas yang berkilau penuh atau detail metalik yang sederhana?
3. Detail Tali Menjadi Ciri Khas Desainnya
Selain warnanya, bagian paling menarik dari gaun ini terdapat pada konstruksi tali di bagian atas tubuh. Model halter dengan beberapa tali yang menyilang dan membentuk pola di area dada hingga pinggang membuat desainnya terlihat tidak biasa.
Potongan tersebut juga memberikan kesan berani karena memperlihatkan sebagian area tubuh. Detail tali bukan sekadar hiasan tambahan, tetapi menjadi bagian penting yang membentuk keseluruhan desain gaun.
Menariknya, model seperti ini masih sering ditemukan dalam berbagai interpretasi busana modern. Desain dengan potongan terbuka, tali silang, atau permainan struktur tubuh dapat menjadi pusat perhatian tanpa harus mengandalkan siluet yang terlalu rumit. Detail kecil ternyata bisa mengubah karakter sebuah pakaian, ya?
4. Bob Mackie Punya Hubungan Kuat dengan Dunia Hiburan
Nama Bob Mackie juga menjadi bagian penting dari cerita gaun ini. Desainer asal Amerika Serikat tersebut dikenal melalui karya-karya yang banyak dikenakan oleh penyanyi, aktor, dan entertainer.
Karyanya sering memiliki ciri khas berupa detail berkilau, ornamen mencolok, serta desain yang dibuat untuk tampil di hadapan banyak orang. Karena itu, busana Bob Mackie tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga menjadi bagian dari penampilan panggung seorang entertainer.
Gaun yang dikenakan Raquel Welch pada 1975 menjadi salah satu contoh bagaimana desain fashion bisa melekat pada sebuah momen hiburan. Ketika Keke Palmer mengenakannya kembali, publik juga diajak mengingat karya dan sejarah sang desainer.
5. Fashion Vintage Bisa Membawa Cerita ke Masa Kini
Pilihan Keke Palmer memperlihatkan bahwa fashion vintage tidak selalu berarti mengenakan pakaian lama hanya karena tampilannya sedang tren. Ada nilai sejarah, identitas desainer, dan cerita dari pemakai sebelumnya yang ikut hadir dalam satu busana.
Dalam acara tersebut, Keke juga tidak hanya mengenakan satu pakaian vintage. Menurut laporan Vogue, ia menampilkan empat busana arsip berbeda sepanjang malam, termasuk rancangan Marc Bouwer, Halston, dan Stephen Burrows.
Hal ini memperlihatkan bahwa busana dari era berbeda masih bisa dihadirkan dalam konteks fashion masa kini. Bagi pencinta fashion, pakaian lama juga bisa menjadi sumber inspirasi untuk memahami perkembangan desain dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Penampilan Keke Palmer di CFDA Fashion Awards 2026 akhirnya bukan hanya tentang gaun emas yang mencuri perhatian. Ada perjalanan panjang dari panggung televisi pada 1975 hingga karpet merah pada 2026.
Jadi, ketika melihat sebuah pakaian vintage, jangan hanya perhatikan modelnya. Bisa jadi, ada cerita menarik yang tersimpan di balik setiap detailnya. Temukan inspirasi tren fashion dan gaya selebritas lainnya di Zetizen.com!





