Zetizen
Advertisement

Baju Rajut Kok Bisa Seunik Ini? 5 Detail Fashion KIMOUI yang Mencuri Perhatian di JFW 2027

M
Selasa, 3 Nov 2026•6 Jam Lalu
Baju Rajut Kok Bisa Seunik Ini? 5 Detail Fashion KIMOUI yang Mencuri Perhatian di JFW 2027
KIMOUI menampilkan koleksi fashion Korea dengan eksplorasi rajut, siluet gender-fluid, dan permainan tekstur di Jakarta Fashion Week 2027Sumber: Jakarta Fashion Week
Advertisement

 

Zetizen.com - Baju rajut biasanya identik dengan sweater dan cardigan yang nyaman untuk digunakan sehari-hari. Namun, di tangan label fashion asal Korea Selatan, KIMOUI, material ini justru diolah menjadi busana dengan bentuk dan karakter yang tidak biasa. Eksplorasi tersebut terlihat dalam peragaan koleksinya di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027.

Berlangsung di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, pada 1 November 2026, KIMOUI memperlihatkan bahwa knitwear punya ruang eksplorasi yang jauh lebih luas. Bukan hanya melalui tekstur rajutan, tetapi juga permainan siluet, konstruksi pakaian, hingga pemilihan material. Lantas, apa saja detail menarik dari koleksi KIMOUI yang ditampilkan di JFW 2027?

1. Teknik Rajut KIMOUI Tidak Berhenti pada Sweater dan Cardigan

Eksplorasi teknik rajut KIMOUI menghadirkan tampilan knitwear yang lebih eksperimental di runway Jakarta Fashion Week 2027. Sumber: Jakarta Fashion Week
Eksplorasi teknik rajut KIMOUI menghadirkan tampilan knitwear yang lebih eksperimental di runway Jakarta Fashion Week 2027. Sumber: Jakarta Fashion Week

Selama ini, knitwear atau pakaian rajut sering dikaitkan dengan sweater, cardigan, dan atasan hangat yang memiliki pola berulang. KIMOUI mencoba memperluas pandangan tersebut dengan menghadirkan teknik rajut eksperimental sebagai bagian penting dari desain koleksinya.

Eksplorasi ini memungkinkan material rajut menghasilkan tekstur dan karakter visual yang lebih beragam. Pakaian tidak hanya mengandalkan motif benang, tetapi juga memperlihatkan bagaimana teknik pengerjaan dapat memengaruhi bentuk akhir sebuah busana.

Jika melihat tampilan koleksinya di runway, pendekatan tersebut terasa melalui variasi permukaan dan konstruksi pakaian. Beberapa desain terlihat memiliki tekstur terbuka, sementara lainnya menampilkan permainan lapisan yang membuat tampilan tidak monoton.

Buat kita yang terbiasa melihat rajutan sebagai pakaian kasual, pendekatan seperti ini memberikan perspektif berbeda. Ternyata, material yang sering ditemukan dalam pakaian sehari-hari juga bisa dikembangkan menjadi bagian dari eksplorasi fashion yang lebih artistik.

2. Siluet Gender-Fluid yang Tidak Terpaku pada Pakaian Pria atau Wanita

iluet gender-fluid menjadi salah satu karakter desain KIMOUI yang memberikan kebebasan dalam mengekspresikan gaya berpakaian. Sumber: Jakarta fashion week
iluet gender-fluid menjadi salah satu karakter desain KIMOUI yang memberikan kebebasan dalam mengekspresikan gaya berpakaian. Sumber: Jakarta fashion week

Salah satu karakter desain KIMOUI adalah penggunaan siluet gender-fluid. Pendekatan ini membuat desain pakaian tidak harus mengikuti pembagian gaya berpakaian berdasarkan kategori pria dan wanita.

Dalam koleksinya, pendekatan tersebut diterjemahkan melalui bentuk dan potongan yang memberikan ruang lebih luas untuk berekspresi. Beberapa tampilan memperlihatkan atasan longgar, potongan sederhana, serta permainan volume yang tidak selalu mengikuti lekuk tubuh.

Konsep gender-fluid sendiri semakin menarik untuk dibahas dalam perkembangan fashion modern. Sebab, banyak orang kini melihat pakaian bukan hanya berdasarkan kategori gender, melainkan juga kenyamanan dan karakter personal.

KIMOUI menjadikan siluet sebagai salah satu cara untuk mengeksplorasi gagasan tersebut. Hasilnya, koleksi terlihat memiliki pendekatan yang lebih bebas tanpa harus bergantung pada bentuk pakaian yang konvensional.

3. Bentuk Skulptural Membuat Outfit Terlihat Lebih Ekspresif

Bentuk skulptural dan permainan volume memberikan karakter visual tersendiri pada koleksi KIMOUI di JFW 2027. Sumber: Jakarta fashion Week
Bentuk skulptural dan permainan volume memberikan karakter visual tersendiri pada koleksi KIMOUI di JFW 2027. Sumber: Jakarta fashion Week

Pernah melihat pakaian yang bentuknya terlihat seperti memiliki struktur tersendiri ketika dikenakan? Hal tersebut berkaitan dengan pendekatan skulptural yang juga menjadi bagian dari eksplorasi desain KIMOUI.

Dalam fashion, bentuk skulptural mengacu pada permainan volume, struktur, dan komposisi yang membuat pakaian memiliki dimensi visual. Artinya, desainer tidak hanya memperhatikan bagaimana pakaian membungkus tubuh, tetapi juga bagaimana bentuknya terlihat dari berbagai sudut.

Pendekatan ini membuat beberapa desain KIMOUI terlihat berbeda dari pakaian sehari-hari. Permainan potongan dan konstruksi memberikan karakter tersendiri pada busana sehingga tampilannya tidak hanya bergantung pada warna atau motif.

Bagi pencinta fashion, detail seperti ini menjadi pengingat bahwa desain pakaian tidak selalu harus mengikuti bentuk yang sudah umum. Terkadang, justru eksperimen pada struktur dan proporsi yang membuat sebuah koleksi lebih mudah diingat.

4. Benang Kertas dan Tekstil Daur Ulang Ikut Dieksplorasi

Detail potongan dan cape sleeves pada koleksi KIMOUI menghadirkan siluet busana yang lebih struktural di runway Jakarta Fashion Week 2027. Sumber: Jakarta fashion Week
Detail potongan dan cape sleeves pada koleksi KIMOUI menghadirkan siluet busana yang lebih struktural di runway Jakarta Fashion Week 2027. Sumber: Jakarta fashion Week

Selain tampilan visual, material menjadi bagian menarik dari pendekatan desain KIMOUI. Label yang didirikan oleh Kim Daesung ini mengeksplorasi material berkelanjutan, termasuk benang kertas dan tekstil daur ulang.

Benang kertas mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian orang. Namun, material tersebut dapat menjadi bagian dari eksperimen dalam dunia tekstil, terutama ketika dipadukan dengan teknik pengerjaan yang tepat.

Penggunaan tekstil daur ulang juga memperlihatkan bahwa eksplorasi fashion tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir pakaian. Pemilihan material turut menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses pengembangan desain.

Meski begitu, bukan berarti seluruh koleksi KIMOUI menggunakan bahan daur ulang. Benang kertas dan tekstil daur ulang merupakan beberapa material berkelanjutan yang dieksplorasi oleh label tersebut.

Hal ini membuat pembahasan tentang koleksi KIMOUI tidak hanya berhenti pada penampilan. Ada sisi lain yang menarik untuk dilihat, yaitu bagaimana material bisa menjadi bagian dari identitas dan eksperimen sebuah label fashion.

5. Perpaduan Warna dan Tekstur Membuat Setiap Look Punya Karakter

KIMOUI mengeksplorasi benang kertas dan tekstil daur ulang serta memadukan berbagai tekstur dan warna dalam koleksinya. Sumber: Jakarta fashion Week
KIMOUI mengeksplorasi benang kertas dan tekstil daur ulang serta memadukan berbagai tekstur dan warna dalam koleksinya. Sumber: Jakarta fashion Week

Satu hal yang langsung terlihat dari rangkaian runway KIMOUI adalah keberagaman tampilan dalam satu koleksi. Foto peragaan memperlihatkan perpaduan warna netral seperti putih, abu-abu, dan hitam dengan warna yang lebih mencolok, termasuk hijau turquoise.

Selain warna, variasi tekstur juga membuat setiap tampilan memiliki karakter berbeda. Ada busana dengan permukaan yang terlihat lebih sederhana, sementara beberapa lainnya memperlihatkan detail rajutan dan permainan lapisan yang lebih menonjol.

Perbedaan tersebut membuat koleksi tidak terasa seperti rangkaian pakaian dengan bentuk yang sama. Setiap look memiliki pendekatan visual tersendiri, tetapi tetap berada dalam benang merah eksplorasi material dan siluet.

Momen ketika seluruh model tampil bersama di ujung runway juga memperlihatkan keberagaman tersebut secara lebih jelas. Berbagai potongan, warna, dan tekstur hadir dalam satu rangkaian, memperlihatkan bagaimana konsep Purity diterjemahkan ke dalam sejumlah karakter busana.

Mengenal KIMOUI, Label Fashion Korea yang Hadir di JFW 2027

KIMOUI merupakan label fashion berbasis di Seoul, Korea Selatan, yang didirikan oleh Kim Daesung pada 2022. Label ini mengangkat konsep Purity dengan mengeksplorasi siluet gender-fluid, bentuk skulptural, dan teknik rajut eksperimental.

Sebelum tampil di Jakarta, KIMOUI telah mempresentasikan koleksinya melalui sejumlah ajang fashion internasional. Beberapa di antaranya adalah Seoul Fashion Week, WHITE Milano, dan TRANOÏ Paris.

Partisipasinya di JFW 2027 juga menjadi bagian dari perayaan 10 tahun kolaborasi antara Korea Creative Content Agency (KOCCA), Jakarta Fashion Week, dan Council of Fashion Designers of Korea (CFDK). Kolaborasi tersebut telah membuka ruang pertukaran dan pengembangan bagi desainer Korea Selatan dan Indonesia.

Melalui koleksi ini, KIMOUI memperlihatkan bahwa knitwear tidak harus selalu hadir dalam bentuk sweater atau cardigan yang sederhana. Permainan teknik rajut, siluet, tekstur, hingga material membuat pakaian berbahan rajut memiliki ruang eksplorasi yang lebih luas.

Jadi, tertarik mencoba gaya knitwear yang lebih eksperimental seperti koleksi KIMOUI? Siapa tahu, material rajut bisa menjadi pilihan baru untuk membuat outfit sehari-hari terlihat lebih ekspresif. Baca informasi dan inspirasi fashion lainnya hanya di Zetizen.com!

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement