Zetizen
Advertisement

Habis Lari Nggak Harus Ganti Sepatu, 5 Running Shoes Lokal Ini Tetap Masuk Buat Daily Outfit

M
Selasa, 27 Okt 2026•1 Hari Lalu
Habis Lari Nggak Harus Ganti Sepatu, 5 Running Shoes Lokal Ini Tetap Masuk Buat Daily Outfit
Running shoes sekarang nggak cuma soal pace dipakai ngopi pun masih masukSumber: Magnific.com
Advertisement

Zetizen.com - Running shoes lokal sekarang nggak harus menunggu jadwal lari berikutnya untuk kembali dipakai. Siluet chunky, detail mesh, hingga kombinasi warna kontras membuat sepatu lari bisa menjadi bagian dari gaya sehari-hari ketika dipadukan dengan jeans, jorts, atau celana longgar.

Momentum Jakarta Running Festival 2026 pada 24–25 Oktober juga ikut menyoroti tren running culture yang semakin dekat dengan gaya hidup anak muda. Nggak hanya jersey dan running shorts, sepatu kini bisa menjadi elemen penting untuk menciptakan tampilan sporty yang tetap menarik, bahkan setelah melewati garis finish.

1. Ortuseight Hyperblast 2.1 Punya Sporty Look yang Nggak Perlu Disembunyikan

Siluet sporty Ortuseight Hyperblast 2.1 bisa menjadi elemen kontras saat dipadukan dengan outfit kasual seperti jorts dan oversized T-shirt
Siluet sporty Ortuseight Hyperblast 2.1 bisa menjadi elemen kontras saat dipadukan dengan outfit kasual seperti jorts dan oversized T-shirt

 

Nggak semua sepatu lari harus terlihat seperti lifestyle sneakers supaya bisa masuk ke daily outfit. Ortuseight Hyperblast 2.1 justru menarik karena karakter running-nya cukup jelas lewat bentuk sol dan garis pada bagian upper.

Daripada mencoba menyamarkan kesan sporty tersebut, karakter itu bisa sekalian dijadikan bagian utama outfit. Jorts, oversized T-shirt, crew socks, atau parachute pants warna netral bisa membuat sepatu tetap menonjol tanpa keseluruhan look terasa seperti full running gear.

Kuncinya ada pada proporsi. Saat sepatu sudah punya banyak detail visual, outfit yang lebih sederhana bisa memberi ruang agar bagian bawah nggak terasa terlalu ramai.

Hasilnya masih punya running vibe, tapi konteksnya sudah bergeser. Bukan lagi sekadar outfit untuk mengejar pace, melainkan sporty street look yang cukup masuk buat dipakai setelah olahraga selesai.

2. 910 Nineten Haze Pro Membuktikan Warna Terang Nggak Harus Sulit Dipakai

Permainan warna pada 910 Nineten Haze Pro membuat running shoes bisa berfungsi sebagai focal point di tengah outfit bernuansa netral.
Permainan warna pada 910 Nineten Haze Pro membuat running shoes bisa berfungsi sebagai focal point di tengah outfit bernuansa netral.

 

Running shoes identik dengan warna yang berani, dan itu justru bisa menjadi bagian paling seru ketika dibawa ke daily outfit. 910 Nineten Haze Pro punya beberapa permainan warna yang membuat bagian kaki mudah menjadi focal point.

Triknya bukan menambahkan semakin banyak warna. Ketika sepatu sudah mencolok, celana hitam, white tee, denim washed, atau running shorts polos bisa menjadi latar yang membuat tampilannya lebih seimbang.

Pendekatan seperti ini juga membuat warna terang terasa lebih wearable. Neon atau kombinasi warna kontras nggak otomatis membuat outfit terlihat seperti sedang menunggu aba-aba di starting line.

Buat yang biasanya bermain aman dengan outfit netral, running shoes berwarna terang justru bisa menjadi satu detail kecil yang mengubah keseluruhan look tanpa perlu layering berlebihan.

3. MILLS Enermax Cushion M2 Membawa Chunky Sole ke Daily Outfit

Proporsi sol pada MILLS Enermax Cushion M2 memberi kesan chunky yang bisa dimainkan bersama loose pants maupun shorts.
Proporsi sol pada MILLS Enermax Cushion M2 memberi kesan chunky yang bisa dimainkan bersama loose pants maupun shorts.

 

Sepatu dengan sol tebal sudah lama punya tempat di dunia fashion. Pada running shoes, proporsi serupa hadir lewat midsole yang secara visual membuat bagian bawah sepatu terlihat lebih berisi.

Karakter tersebut terlihat pada MILLS Enermax Cushion M2. Dari sisi styling, bentuk yang punya volume seperti ini menarik karena bisa menghasilkan kesan berbeda hanya dengan mengganti jenis celana.

Loose pants yang sedikit jatuh menutupi upper akan memberi kesan lebih santai. Sebaliknya, shorts dan crew socks membuat seluruh bentuk sepatu terlihat sehingga chunky sole-nya menjadi bagian utama dari outfit.

Nggak perlu banyak aksesori untuk membuat kombinasi tersebut bekerja. Basic tee atau lightweight outer sudah cukup ketika bentuk sepatu sendiri sudah membawa volume yang kuat.

4. Kanky Mizu Mempertemukan Running Shoes Lokal dengan Urban Look

Kanky Mizu memperlihatkan bagaimana siluet running shoes dapat dipertemukan dengan baggy jeans atau jorts untuk tampilan yang lebih kasual
Kanky Mizu memperlihatkan bagaimana siluet running shoes dapat dipertemukan dengan baggy jeans atau jorts untuk tampilan yang lebih kasual

 

Salah satu alasan running shoes menarik dibicarakan dari sisi fashion adalah kemampuannya berpindah konteks. Kanky Mizu bisa dilihat lewat pendekatan tersebut ketika sepatu lari nggak harus selalu bertemu dengan jersey dan running shorts.

Baggy jeans, carpenter pants, jorts, sampai oversized shirt bisa mengubah kesan sepatu menjadi lebih urban. Kontras antara item olahraga dan pakaian kasual justru membuat styling terasa lebih santai.

Kita juga nggak harus membawa semua elemen running ke dalam satu outfit. Cukup ambil sepatunya, kemudian biarkan denim atau celana longgar melakukan sisanya.

Cara tersebut membuat running trend terasa lebih mudah diterapkan tanpa terlihat seperti sengaja memakai pakaian olahraga untuk nongkrong. Ada sporty touch, tapi nggak mengambil alih seluruh look.

5. League Contura Bisa Jadi Pilihan untuk Tampilan yang Lebih Clean

Karakter sporty League Contura bisa dipadukan dengan basic T-shirt dan straight pants tanpa harus membuat keseluruhan outfit terlihat seperti running gear.
Karakter sporty League Contura bisa dipadukan dengan basic T-shirt dan straight pants tanpa harus membuat keseluruhan outfit terlihat seperti running gear.

 

Kalau empat model sebelumnya menarik karena punya elemen visual yang cukup terasa, League Contura bisa dilihat lewat pendekatan yang lebih understated. Running shoes nggak selalu harus menjadi item paling keras dalam sebuah outfit.

Siluet yang lebih mudah menyatu dengan pakaian kasual membuka kemungkinan styling yang sederhana. Straight pants, basic T-shirt, celana pendek clean, atau lightweight jacket bisa mempertahankan kesan sporty tanpa membuat outfit terlalu teknis.

Ini juga menunjukkan bahwa running fashion nggak hanya bergerak lewat chunky sole atau warna neon. Ada ruang untuk sepatu yang bekerja sebagai bagian dari keseluruhan outfit, bukan selalu menjadi pusat perhatian.

Buat daily look, pendekatan seperti ini justru menarik karena nggak membutuhkan terlalu banyak trik. Outfit tetap terlihat kasual, sementara sedikit karakter running masih tersisa di bagian kaki.

Running Shoes Lokal Nggak Lagi Berhenti di Garis Finish

Pada akhirnya, memilih sepatu untuk berlari nggak cukup hanya berdasarkan penampilan. Kenyamanan, bentuk kaki, kebutuhan latihan, dan jarak tempuh tetap menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan pilihan.

Namun, running shoes lokal juga punya potensi untuk menjadi bagian dari gaya sehari-hari. Mulai dari chunky sole, detail mesh, hingga warna kontras, setiap model menawarkan karakter yang bisa dipadukan dengan berbagai outfit kasual.

Jakarta Running Festival 2026 boleh selesai ketika pelari melewati garis finish, tetapi running aesthetic nggak harus berhenti di sana. Sepatu yang biasa menemani sesi olahraga juga bisa menjadi pelengkap gaya ketika dipadukan dengan baggy jeans, jorts, atau celana longgar favoritmu.

Jadi, nggak ada salahnya bereksperimen dengan running shoes yang sudah ada di lemari. Siapa tahu, sepatu andalanmu saat berlari justru menjadi bagian favorit dari gaya sehari-hari. Temukan inspirasi fashion dan tren terbaru lainnya hanya di Zetizen.com!

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement