Zetizen
Advertisement

Bros Bunga Kembali Jadi Sorotan Fashion 2026, Kenapa Aksesori Klasik Ini Dilirik Lagi?

M
Jumat, 6 Nov 2026•1 Jam Lalu
Bros Bunga Kembali Jadi Sorotan Fashion 2026, Kenapa Aksesori Klasik Ini Dilirik Lagi?
Bros bunga kembali mendapat ruang dalam dunia fashion sebagai aksesori dekoratif yang mampu menjadi pusat perhatianSumber: @thejewelrylibrary
Advertisement

Zetizen.com - Bros bunga kembali menarik perhatian dalam tren fashion Fall/Winter 2026. Aksesori yang selama ini identik dengan gaya formal tersebut hadir dengan berbagai interpretasi baru di sejumlah peragaan busana, mulai dari detail floral berukuran besar hingga desain yang menyerupai ornamen artistik.

Tren ini memperlihatkan bagaimana aksesori klasik dapat diolah menjadi statement piece yang lebih ekspresif. Bros tidak lagi hanya menjadi hiasan kecil di kerah blazer, tetapi juga bagian dari karakter dan komposisi sebuah outfit. Lantas, seperti apa perkembangan bros bunga dalam tren fashion tahun ini?

Tren Bros Bunga 2026, Bukan Lagi Sekadar Aksesori Formal

Selama ini, bros sering diasosiasikan dengan pakaian formal, kebaya, atau gaya berpakaian yang terkesan klasik. Bentuknya pun identik dengan ornamen kecil yang dipasang di bagian dada atau kerah pakaian. Namun, interpretasi tersebut mulai bergeser ketika bros kembali muncul dalam koleksi runway 2026.

Kini, bros bisa menjadi elemen utama yang langsung menarik perhatian. Ukurannya dibuat lebih menonjol, teksturnya beragam, dan bentuknya tidak selalu mengikuti desain bunga yang terlihat realistis. Dalam beberapa tampilan, aksesori ini bahkan menjadi detail paling mencolok di antara elemen busana lainnya.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa bros tidak harus selalu memberikan kesan elegan atau formal. Aksesori ini juga bisa menghadirkan karakter yang lebih berani, artistik, bahkan sedikit eksentrik.

Floral Brooch Hadir dengan Bentuk yang Lebih Beragam

Ketika mendengar istilah floral brooch, kita mungkin langsung membayangkan bros berbentuk mawar kecil dengan kelopak yang tersusun rapi. Padahal, desain bros bunga di dunia fashion tidak terbatas pada bentuk tersebut.

Ada desain dengan kelopak berukuran besar, susunan material yang menyerupai bunga mekar, hingga bentuk abstrak yang mengambil inspirasi dari alam. Perbedaan ukuran, tekstur, dan siluet membuat aksesori ini memiliki tampilan yang lebih bervariasi.

Bros berukuran besar, misalnya, dapat menjadi pusat perhatian ketika dipasangkan dengan busana berpotongan sederhana. Sebaliknya, bros berukuran kecil bisa memberikan aksen tanpa mendominasi keseluruhan tampilan.

Inspirasi bunga juga tidak harus diterjemahkan secara harfiah. Desainer dapat mengambil bentuk kelopak, lekukan, atau tekstur bunga lalu mengolahnya menjadi aksesori dengan karakter visual yang berbeda.

Dari Chanel hingga Dior, Bros Muncul di Runway 2026

Kemunculan bros dalam tren fashion 2026 bukan hanya terlihat pada satu koleksi. Laporan Vogue mengenai tren aksesori Fall 2026 menyoroti floral brooch sebagai salah satu detail yang muncul di sejumlah peragaan busana, termasuk koleksi Chanel, Loro Piana, Khaite, Dior, dan Kallmeyer.

Sementara itu, Fashionista juga mencatat penggunaan bros dalam berbagai peragaan New York Fashion Week Fall 2026. Beberapa nama yang disebut antara lain AGWE, Campillo, Carolina Herrera, Khaite, dan Marina Moscone.

Dari dokumentasi runway tersebut, terlihat bahwa bros tidak hadir dengan satu bentuk yang seragam. Ada pendekatan yang mempertahankan kesan klasik, sementara lainnya lebih menonjolkan bentuk dekoratif dan ukuran yang mencuri perhatian.

Kemunculan ini menunjukkan bahwa tren bros bukan sepenuhnya sesuatu yang baru. Aksesori yang sudah lama dikenal tersebut kembali mendapatkan interpretasi berbeda melalui desain busana masa kini.

Posisi Bros Tidak Harus Selalu di Kerah

Selain bentuknya, cara menggunakan bros juga ikut berkembang. Jika sebelumnya aksesori ini lebih sering ditemukan di kerah blazer atau bagian dada, penempatannya kini dapat menjadi bagian dari eksplorasi visual sebuah busana.

Bros bisa digunakan sebagai aksen di bahu, pinggang, atau bagian kain yang memiliki lipatan. Penempatan tersebut membuat aksesori terlihat menyatu dengan siluet pakaian, bukan sekadar ditempelkan sebagai hiasan tambahan.

Pada busana yang memiliki banyak detail, bros berukuran besar dapat membuat tampilan terasa semakin penuh. Sebaliknya, pakaian dengan potongan sederhana memberikan ruang lebih bagi aksesori untuk menjadi pusat perhatian.

Karena itu, posisi bros bukan sekadar persoalan tempat memasang aksesori. Penempatannya juga dapat memengaruhi bagaimana kita melihat bentuk dan komposisi sebuah outfit.

Kenapa Bros Bunga Kembali Menarik Perhatian?

Kembalinya bros bunga memperlihatkan bahwa dunia fashion kembali memberi ruang bagi aksesori dekoratif. Detail seperti bros menawarkan cara lain untuk membangun karakter penampilan melalui bentuk, tekstur, dan penempatannya.

Bros juga memiliki daya tarik dari sisi visual. Ukurannya mungkin tidak sebesar pakaian yang dikenakan, tetapi bentuk yang unik bisa membuatnya langsung terlihat. Satu aksesori dapat mengubah kesan busana yang sebelumnya tampak sederhana.

Selain itu, bros tidak terikat pada satu jenis pakaian atau gaya tertentu. Aksesori ini dapat hadir dalam berbagai interpretasi, mulai dari tampilan klasik hingga desain yang lebih eksperimental. Fleksibilitas tersebut membuatnya terus menarik untuk diolah oleh para desainer.

Pada akhirnya, tren bros bunga Fall/Winter 2026 menjadi bukti bahwa aksesori klasik masih memiliki tempat dalam perkembangan fashion. Melalui bentuk dan penempatan yang lebih beragam, bros dapat menjadi detail sederhana yang memberikan karakter berbeda pada sebuah outfit. Kalau menurut kalian, tertarik mencoba bros bunga sebagai statement piece? Baca informasi seputar tren fashion lainnya hanya di Zetizen.com!

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement