Zetizen.com - Kim Kardashian kembali mencuri perhatian lewat penampilannya di premiere All's Fair Season 2 yang digelar di New York pada 2 November 2026. Kali ini, Kim mengenakan gaun couture berwarna abu-abu rancangan Ashi Studio yang memadukan renda transparan, kulit bertekstur, dan tali suede menjuntai. Menariknya, busana tersebut membutuhkan lebih dari 500 jam pengerjaan sebelum akhirnya tampil di hadapan publik.
Bukan sekadar gaun red carpet, rancangan ini memiliki sejumlah detail yang membuatnya terlihat berbeda. Mulai dari perpaduan material yang kontras hingga konstruksi korset yang membentuk siluet tubuh, setiap elemen memiliki peran dalam menciptakan tampilan yang unik. Penasaran dengan detail gaun Kim Kardashian yang membutuhkan waktu pengerjaan hingga ratusan jam ini? Yuk, simak ulasannya!
1. Gaun Ashi Studio Ini Membutuhkan Lebih dari 500 Jam Pengerjaan
Angka 500 jam bukan sekadar bagian dari cerita di balik gaun Kim Kardashian. Menurut Ashi Studio, busana couture tersebut dibuat oleh sejumlah pengrajin di atelier mereka di Paris. Setiap bagian membutuhkan pengerjaan khusus, mulai dari konstruksi korset hingga penempatan material dan tali suede.
Proses tersebut memperlihatkan bahwa busana couture memiliki pendekatan berbeda dari pakaian produksi massal. Detail yang terlihat menyatu pada hasil akhir ternyata melewati beberapa tahap pengerjaan dengan keterampilan khusus. Inilah alasan sebuah gaun bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan, meskipun saat dikenakan hanya terlihat sebagai satu kesatuan busana.
2. Chantilly Lace dan Kulit Bertekstur Jadi Kombinasi yang Tidak Biasa
Salah satu detail yang membuat gaun ini menarik adalah penggunaan Chantilly lace atau renda Chantilly. Material tersebut dikenal memiliki motif renda halus dengan tampilan ringan dan transparan. Pada gaun Kim, renda ini dipadukan dengan material kulit bertekstur menyerupai kulit buaya.
Keduanya memiliki karakter yang cukup bertolak belakang. Renda memberikan kesan lembut dan ringan, sedangkan kulit menghadirkan permukaan yang lebih tegas dan kokoh. Perbedaan tersebut menciptakan kontras visual tanpa perlu menggunakan banyak warna.
Teknik menggabungkan material berbeda seperti ini juga dikenal dalam desain fashion sebagai permainan tekstur. Hasilnya, satu busana bisa terlihat memiliki beberapa karakter sekaligus. Jadi, bukan hanya potongan pakaian yang menentukan tampilannya, tetapi juga material yang dipilih desainer.
3. Siluet Korset Membentuk Pinggang dan Struktur Gaun
Bagian atas gaun Kim Kardashian menggunakan konstruksi korset dengan bentuk yang mengikuti tubuh. Potongan ini menciptakan siluet pinggang yang lebih tegas sekaligus menjadi struktur utama untuk menyatukan berbagai material pada gaun.
Korset sendiri sudah lama menjadi bagian dari sejarah fashion. Pada masa lalu, pakaian ini digunakan untuk membentuk siluet tubuh sesuai tren berpakaian pada zamannya. Namun, dalam perkembangan fashion modern, korset tidak lagi hanya berfungsi sebagai pakaian dalam.
Kini, elemen tersebut sering dihadirkan sebagai bagian utama busana luar, termasuk gaun pesta dan koleksi couture. Pada desain Ashi Studio, korset tidak berdiri sendiri sebagai aksen, tetapi menjadi fondasi yang menghubungkan renda, panel transparan, dan kulit dalam satu rancangan.
4. Tali Suede Menjuntai Menghadirkan Efek Rumbai yang Berbeda
Dari keseluruhan desain, bagian tali suede yang menjuntai di sisi gaun menjadi salah satu detail paling mudah dikenali. Jika dilihat sekilas, bentuknya menyerupai fringe atau rumbai panjang. Namun, detail tersebut dibuat dari tali-tali suede yang ditata mengikuti garis tubuh dan bagian lengan.
Penempatannya juga menciptakan bentuk off-shoulder yang menyatu dengan keseluruhan siluet. Ketika dikenakan, tali-tali tersebut memberikan kesan berlapis sekaligus menambah dimensi pada busana. Efek geraknya membuat gaun terlihat lebih dinamis dibandingkan desain dengan permukaan yang sepenuhnya rata.
Fringe sendiri sudah lama digunakan dalam fashion untuk memberikan aksen gerak pada pakaian. Namun, penggunaan tali suede pada gaun Kim menghadirkan pendekatan yang lebih struktural. Detail tersebut bukan hanya hiasan tambahan, melainkan bagian penting dari identitas desainnya.
5. Choker Kulit Membuat Aksesori Terlihat Menyatu dengan Gaun
Selain konstruksi gaun, aksesori di bagian leher juga menjadi detail yang tidak kalah menarik. Kim mengenakan neckpiece atau choker kulit tebal yang memiliki bentuk menyerupai perpanjangan dari korset. Pilihan ini membuat area leher dan bagian atas gaun terlihat memiliki hubungan desain yang kuat.
Biasanya, kalung digunakan sebagai pelengkap yang berdiri sendiri. Namun, pada penampilan ini, choker justru terasa seperti bagian dari konsep busana secara keseluruhan. Material kulitnya juga menjaga kesinambungan tekstur dengan bagian gaun lainnya.
Kim melengkapi penampilan tersebut dengan anting berlian, rambut yang ditata rapi ke belakang, serta riasan mata smokey. Pilihan styling yang relatif terarah membuat perhatian tetap tertuju pada konstruksi dan material gaun, bukan pada aksesori yang terlalu ramai.
Bukan Sekadar Gaun Red Carpet, Ada Teknik di Balik Tampilannya
Penampilan Kim Kardashian di premiere All's Fair memperlihatkan bagaimana permainan material dan konstruksi dapat mengubah karakter sebuah gaun. Perpaduan renda Chantilly, kulit bertekstur, korset, dan tali suede menghasilkan tampilan yang tidak bergantung pada warna mencolok atau ornamen berkilau.
Proses pengerjaan lebih dari 500 jam juga menjadi pengingat bahwa detail dalam dunia couture tidak selalu terlihat rumit dari kejauhan. Justru ketika diperhatikan lebih dekat, setiap material dan bentuk memiliki peran masing-masing dalam membangun keseluruhan desain.
Jangan lewatkan berbagai informasi menarik seputar dunia fashion, mulai dari gaya selebriti di red carpet, koleksi busana dari desainer ternama, hingga tren fashion yang sedang ramai diperbincangkan. Temukan inspirasi gaya dan ulasan detail di balik penampilan ikonik para selebriti lainnya dengan membaca artikel fashion terbaru hanya di Zetizen.com!





