Zetizen.com - Kalau kamu menikmati chemistry Olive dan Adam dalam The Love Hypothesis, ada banyak film romance lain yang bisa masuk watchlist. Salah satu trope yang membuat kisah mereka menarik adalah fake dating, ketika hubungan yang awalnya hanya pura-pura justru perlahan menghadirkan perasaan sungguhan.
Daftar ini membawakan fake dating trope sebagai tema utamanya. Ada yang berawal dari hubungan pura-pura, pertunangan palsu, hingga pernikahan karena sebuah kesepakatan. Namun, semuanya punya satu kesamaan, yaitu hubungan yang awalnya dibuat dengan tujuan tertentu justru berkembang menjadi kisah cinta.
10 Film Fake Dating yang Cocok Ditonton Setelah The Love Hypothesis
Kalau kamu suka romance dengan chemistry yang berkembang dari hubungan yang awalnya tidak biasa, berikut 10 film yang bisa kamu masukkan ke watchlist.
1. Anyone But You
Anyone But You menjadi salah satu pilihan yang cocok kalau kamu mencari film dengan nuansa fake dating dan chemistry yang kuat. Film ini mengikuti Bea dan Ben yang awalnya tidak memiliki hubungan yang baik setelah pertemuan pertama mereka.
Ketika keduanya kembali bertemu dalam sebuah acara pernikahan, mereka memutuskan untuk berpura-pura menjadi pasangan. Namun, semakin lama menjalani hubungan pura-pura tersebut, batas antara akting dan perasaan sungguhan mulai sulit dibedakan.
Selain fake dating, film ini juga menawarkan trope enemies-to-lovers yang membuat hubungan Bea dan Ben semakin menarik untuk diikuti.
2. The Proposal
Kalau kamu menyukai hubungan pura-pura yang perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih serius, The Proposal bisa menjadi pilihan.
Film ini menceritakan Margaret Tate, seorang editor yang terancam dideportasi dari Amerika Serikat. Untuk mempertahankan statusnya, Margaret meminta asistennya, Andrew, berpura-pura menjadi tunangannya.
Keduanya kemudian harus meyakinkan orang-orang di sekitar mereka bahwa hubungan tersebut benar-benar nyata. Dari hubungan profesional yang penuh konflik, keduanya justru mulai mengenal satu sama lain lebih jauh.
3. To All the Boys I’ve Loved Before
To All the Boys I’ve Loved Before merupakan salah satu film yang cukup identik dengan trope fake dating.
Kisahnya mengikuti Lara Jean, seorang remaja yang surat-surat cintanya yang selama ini hanya ia simpan akhirnya terkirim kepada para cowok yang pernah ia sukai. Salah satunya adalah Peter Kavinsky.
Untuk menghadapi situasi tersebut, Lara Jean dan Peter kemudian membuat kesepakatan untuk berpura-pura pacaran. Namun, seperti cerita fake dating pada umumnya, hubungan yang awalnya hanya sebuah kesepakatan mulai menghadirkan perasaan yang tidak mereka rencanakan.
4. Holidate
Ingin fake dating dengan suasana yang lebih ringan? Holidate bisa masuk daftar tontonanmu.
Film ini mengikuti Sloane dan Jackson yang sama-sama lelah menghadapi tekanan untuk memiliki pasangan setiap kali musim liburan tiba. Mereka kemudian sepakat menjadi pasangan pura-pura selama berbagai momen perayaan.
Awalnya, keduanya yakin hubungan tersebut tidak akan berkembang menjadi sesuatu yang serius. Namun, semakin sering menghabiskan waktu bersama, hubungan mereka mulai terasa berbeda dari kesepakatan awal.
5. The Perfect Date
Kalau kamu suka cerita romance yang berangkat dari sebuah kesepakatan, The Perfect Date menawarkan premis yang cukup unik.
Film ini mengikuti Brooks, seorang remaja yang membuat aplikasi untuk menawarkan jasanya sebagai teman kencan. Ia bisa menjadi pasangan ideal bagi orang lain sesuai dengan kebutuhan mereka.
Masalah mulai muncul ketika pekerjaan tersebut membuat Brooks harus memainkan berbagai versi dirinya di hadapan orang yang berbeda. Di tengah usahanya mendapatkan uang dan mencapai tujuan pribadi, ia justru mulai mempertanyakan perasaannya sendiri.
6. How to Lose a Guy in 10 Days
Film romance klasik ini juga bisa menjadi pilihan kalau kamu menikmati cerita tentang hubungan yang sejak awal memiliki tujuan tersembunyi.
How to Lose a Guy in 10 Days mengikuti Andie Anderson yang mendapat tugas untuk membuat seorang pria meninggalkannya dalam waktu 10 hari. Di sisi lain, Ben Barry memiliki taruhan sendiri untuk membuktikan bahwa ia bisa membuat seorang perempuan jatuh cinta kepadanya.
Tanpa mengetahui tujuan masing-masing, keduanya menjalani sebuah hubungan yang sejak awal sudah dipenuhi permainan. Situasi tersebut justru membuat hubungan mereka semakin rumit ketika perasaan mulai ikut terlibat.
7. The Wedding Date
The Wedding Date menghadirkan variasi trope fake dating yang berawal dari seseorang yang disewa untuk menjadi pasangan.
Kat Ellis menyewa seorang pria bernama Nick untuk menemaninya menghadiri pernikahan adiknya. Keputusan tersebut dilakukan karena Kat tidak ingin datang sendirian dan harus menghadapi mantan tunangannya yang juga hadir di acara tersebut.
Nick awalnya hanya menjalankan perannya sebagai teman kencan. Namun, kebersamaan mereka membuat hubungan yang seharusnya hanya berlangsung selama acara mulai berkembang menjadi sesuatu yang lebih personal.
8. Purple Hearts
Kalau kamu ingin romance dengan konflik yang lebih serius, Purple Hearts bisa menjadi pilihan.
Film ini mengikuti Cassie, seorang musisi yang sedang menghadapi masalah finansial, dan Luke, seorang anggota Marinir. Keduanya memutuskan menikah berdasarkan sebuah kesepakatan yang memberikan keuntungan bagi masing-masing pihak.
Hubungan mereka awalnya bukan dibangun atas dasar cinta. Namun, seiring waktu, keduanya mulai saling mengenal dan menghadapi berbagai persoalan bersama.
Berbeda dari fake dating, Purple Hearts lebih tepat disebut sebagai marriage of convenience. Meski begitu, premis hubungan yang dimulai karena kesepakatan membuatnya tetap relevan untuk kamu yang menyukai trope romance semacam ini.
9. Drive Me Crazy
Drive Me Crazy membawa trope fake dating ke kisah cinta remaja.
Nicole dan Chase merupakan tetangga yang sebenarnya tidak terlalu akur. Ketika masing-masing membutuhkan pasangan untuk sebuah acara, keduanya kemudian sepakat berpura-pura berpacaran.
Awalnya, hubungan tersebut hanya digunakan untuk mencapai tujuan masing-masing. Namun, semakin sering bersama, keduanya mulai melihat sisi lain satu sama lain dan menyadari bahwa hubungan mereka mungkin tidak sesederhana yang dibayangkan.
10. Wedding Season
Wedding Season cocok untuk kamu yang mencari romance dengan fake dating dan tekanan dari keluarga.
Film ini mengikuti Asha dan Ravi yang sama-sama menghadapi ekspektasi keluarga mengenai kehidupan percintaan mereka. Keduanya kemudian berpura-pura menjadi pasangan selama musim pernikahan agar bisa menghindari tekanan tersebut.
Seperti kisah fake dating lainnya, rencana yang awalnya terlihat sederhana justru menjadi semakin rumit ketika keduanya mulai benar-benar menikmati kebersamaan mereka.
Fake Dating Selalu Punya Daya Tarik Tersendiri
Salah satu alasan trope fake dating begitu sering digunakan dalam film romance adalah karena penonton bisa melihat bagaimana dua karakter yang awalnya hanya menjalankan sebuah kesepakatan perlahan mulai memiliki perasaan sungguhan.
Hal serupa juga menjadi daya tarik The Love Hypothesis. Hubungan yang awalnya tidak sepenuhnya didasari perasaan romantis membuat perkembangan chemistry antarkarakternya terasa lebih menarik untuk diikuti.
Jadi, kalau setelah menonton The Love Hypothesis kamu sedang mencari film romance dengan hubungan pura-pura, kesepakatan tidak biasa, dan potensi berubah menjadi cinta sungguhan, 10 film di atas bisa masuk watchlist.
Masih ingin menemukan tontonan romance lainnya? Yuk, cek rekomendasi film dan series terbaru lainnya hanya di Zetizen!



