Zetizen.com - Manchester United kembali terpuruk setelah menelan kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada Minggu (25/10/2026). Hasil tersebut memperpanjang rentetan pertandingan tanpa kemenangan Setan Merah sekaligus menambah tekanan terhadap Michael Carrick.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena Manchester United berada di peringkat ke-16 klasemen Liga Inggris 2026/2027 dengan tujuh poin dari delapan pertandingan. Alih-alih kembali bersaing di papan atas, Carrick justru menghadapi salah satu periode paling sulit dalam perjalanan kepelatihannya.
Kekalahan dari Bournemouth Memperpanjang Krisis Manchester United
Old Trafford yang seharusnya menjadi benteng kekuatan Manchester United kembali menjadi saksi keterpurukan tim tuan rumah.
Menghadapi Bournemouth, Manchester United sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengakhiri rentetan hasil negatif. Namun, permainan yang kurang terorganisasi dan sejumlah kesalahan di lini pertahanan membuat tim tamu mampu menguasai momentum pertandingan.
Bournemouth membuka keunggulan melalui Rayan pada menit ke-38. Hanya berselang lima menit, Marcus Tavernier menggandakan keunggulan tim tamu sekaligus membuat Manchester United tertinggal dua gol saat turun minum.
Memasuki babak kedua, harapan kebangkitan tuan rumah semakin menipis. Evanilson mencetak gol ketiga Bournemouth pada menit ke-71 setelah berhasil melewati kiper Senne Lammens dan menuntaskan peluang dari sudut sempit.
Kekalahan telak tersebut diwarnai kekecewaan pendukung di Old Trafford. Manchester United gagal memanfaatkan peluang yang dimiliki, sementara Bournemouth tampil lebih efektif dalam menyelesaikan serangan.
Delapan Pertandingan Tanpa Kemenangan, Apa yang Salah dengan Manchester United?
Permasalahan Manchester United bukan hanya terletak pada hasil akhir pertandingan, melainkan juga pada ketidakmampuan tim mempertahankan konsistensi permainan.
Dalam delapan pertandingan terakhir di berbagai kompetisi, Manchester United mencatatkan lima kekalahan dan tiga hasil imbang. Catatan tersebut memperlihatkan betapa sulitnya Setan Merah meraih kemenangan dalam beberapa pekan terakhir.
Berikut catatan delapan pertandingan terakhir Manchester United berdasarkan daftar hasil yang menjadi bahan artikel ini.
| Pertandingan | Hasil |
|---|---|
| Manchester City vs Manchester United | Kalah 0-1 |
| Manchester United vs Brighton | Kalah 2-3 |
| Fulham vs Manchester United | Imbang 1-1 |
| Manchester United vs Tottenham | Imbang 1-1 |
| Atletico Madrid vs Manchester United | Kalah 0-2 |
| Leeds United vs Manchester United | Imbang 1-1 |
| Como vs Manchester United | Kalah 1-4 |
| Manchester United vs Bournemouth | Kalah 0-3 |
Catatan: Pastikan kembali tanggal, skor, dan urutan pertandingan berdasarkan laporan resmi masing-masing kompetisi sebelum artikel diterbitkan.
Dari delapan pertandingan tersebut, terlihat bahwa persoalan Manchester United terjadi di berbagai lini. Ketika pertahanan kesulitan meredam serangan lawan, lini depan juga belum mampu memberikan respons yang cukup untuk membalikkan keadaan.
Kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions menjadi salah satu gambaran buruknya performa Setan Merah. Alih-alih memberikan respons positif pada pertandingan berikutnya, Manchester United justru kembali menelan kekalahan dengan selisih tiga gol saat menjamu Bournemouth.
Catatan ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi Manchester United tidak dapat diselesaikan hanya melalui pergantian susunan pemain.
Keputusan Michael Carrick Cadangkan Bruno Fernandes Jadi Sorotan
Di tengah performa buruk Manchester United, keputusan Michael Carrick mencadangkan Bruno Fernandes saat menghadapi Bournemouth turut mengundang perhatian.
Kapten Manchester United tersebut tidak dimainkan sepanjang pertandingan. Keputusan ini muncul setelah Fernandes menyampaikan kritik terhadap pendekatan taktik Carrick seusai kekalahan dari Como di Liga Champions.
Namun, perubahan komposisi pemain ternyata tidak memberikan dampak positif. Tanpa Fernandes di lapangan, Manchester United tetap kesulitan membangun serangan yang efektif dan akhirnya harus menerima kekalahan telak.
Situasi tersebut semakin memperbesar tekanan terhadap Carrick. Sang pelatih kini bukan hanya dituntut memperbaiki hasil pertandingan, tetapi juga mengembalikan kepercayaan para pemain dan pendukung klub.
Selepas pertandingan, Carrick mengakui adanya ketidakpastian mengenai masa depannya. Meski demikian, ia menegaskan tetap ingin melakukan yang terbaik untuk Manchester United.
Start Terburuk Sejak 1986, Manchester United Terancam Dekati Zona Degradasi
Manchester United baru mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan Premier League, dengan rincian satu kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Perolehan tersebut menjadi salah satu catatan awal musim terburuk Manchester United sejak musim 1986/1987. Kondisi ini memperlihatkan besarnya masalah yang harus segera diselesaikan oleh Carrick.
Lebih mengkhawatirkan lagi, posisi Setan Merah kini hanya berjarak satu poin dari zona degradasi. Sebuah kondisi yang jauh dari ekspektasi terhadap klub dengan sejarah panjang dan koleksi gelar Liga Inggris terbanyak di era Premier League.
Jika performa ini terus berlanjut, Manchester United berisiko semakin tertinggal dari para pesaingnya, bahkan harus menghadapi tekanan persaingan di papan bawah.
Jadwal Berat Menanti, Mampukah Manchester United Bangkit?
Tantangan Manchester United belum berakhir. Setelah kekalahan dari Bournemouth, Setan Merah harus menghadapi sejumlah pertandingan penting yang berpotensi memengaruhi perjalanan Michael Carrick bersama klub.
Chelsea menjadi lawan berikutnya dalam lanjutan Premier League pada 31 Oktober 2026. Setelah itu, Manchester United dijadwalkan menghadapi AS Roma di Liga Champions pada 3 November 2026. Jadwal tersebut tetap perlu dicocokkan dengan kalender resmi kompetisi sebelum publikasi.
Pertandingan melawan Aston Villa dan Liverpool juga menanti sepanjang November. Rangkaian laga tersebut bukan situasi ideal bagi tim yang sedang kehilangan kepercayaan diri.
Bagi Carrick, kemenangan pada pertandingan berikutnya akan menjadi kebutuhan mendesak. Manchester United perlu memperbaiki organisasi pertahanan, kreativitas lini tengah, dan ketajaman penyelesaian akhir agar kembali mampu bersaing.
Rentetan hasil buruk ini menjadi ujian besar bagi Manchester United dan Michael Carrick. Kini, perhatian tertuju pada langkah yang akan diambil sang pelatih untuk memperbaiki performa tim. Mampukah Setan Merah segera kembali ke jalur kemenangan? Ikuti terus perkembangan berita sepak bola lainnya hanya di Zetizen.com.





