Zetizen
Advertisement

Dari Kasta Ketiga ke Liga Champions, Kisah Mirwan Suwarso dan Malam Bersejarah Como

N
Penulis:Najmi Raihan
Kamis, 22 Okt 2026•Baru Saja
Dari Kasta Ketiga ke Liga Champions, Kisah Mirwan Suwarso dan Malam Bersejarah Como
Presiden Como tersenyum saat tim nya bisa menghadapi Manchester United dan mengalahkan nya,Sumber: Champioms League
Advertisement

Zetizen.com - Como berhasil mengalahkan Manchester United dengan skor telak 4-1 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026). Kemenangan ini bukan hanya menjadi hasil penting bagi Como di Liga Champions 2026/2027, tetapi juga momen spesial bagi Mirwan Suwarso, presiden klub asal Indonesia yang pernah mengungkapkan keinginannya untuk menjamu Manchester United di kandang sendiri.

Impian yang sebelumnya terasa sulit diwujudkan itu kini menjadi kenyataan. Como tampil dominan di hadapan pendukungnya sendiri, sementara Manchester United kesulitan mengimbangi permainan tuan rumah. Hasil ini sekaligus memperlihatkan perkembangan Como setelah melewati perjalanan panjang dari kompetisi kasta bawah hingga panggung elite Eropa.

Mirwan Suwarso dan Impian yang Akhirnya Menjadi Kenyataan

Sebelum pertandingan ini berlangsung, Mirwan sudah membayangkan betapa istimewanya Como jika mendapat kesempatan menghadapi klub sebesar Manchester United atau Real Madrid di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Pada Juni 2026, ia menyampaikan kepada Tuttomercatoweb bahwa banyak orang menganggap kemungkinan tersebut sulit terwujud, tetapi dirinya yakin Como bisa memainkan pertandingan kandang Liga Champions di stadion mereka sendiri.

Keinginan itu akhirnya menjadi kenyataan setelah Como memastikan tempat di Liga Champions musim 2026/2027 dan hasil undian mempertemukan mereka dengan Manchester United. Ketika jadwal pertandingan tiba, Mirwan tidak lagi sekadar membicarakan kemungkinan. Klub yang dipimpinnya benar-benar berdiri berhadapan dengan salah satu nama besar dalam sejarah sepak bola Inggris.

Kebahagiaan tersebut bukan hanya tentang bertemu lawan terkenal. Ada perjalanan panjang yang membuat momen ini terasa berbeda, mulai dari perjuangan Como di divisi bawah hingga keberhasilan menembus kompetisi elite Eropa. Bagi seorang presiden klub, melihat rencana besar berubah menjadi pengalaman nyata di lapangan tentu menjadi pencapaian yang sulit dilupakan.

Dari Kasta Ketiga ke Panggung Liga Champions

Perjalanan Como menjadi salah satu alasan mengapa pertandingan melawan Manchester United memiliki nilai emosional yang besar. Pada 2021, klub asal Italia tersebut masih berkompetisi di kasta ketiga. Kini, mereka mampu menghadapi klub-klub elite Eropa dalam kompetisi paling bergengsi antarklub benua tersebut.

Transformasi itu membuat kisah Como menarik untuk diikuti, terutama dari sudut pandang pengelolaan klub. Perjalanan menuju Liga Champions bukan hanya soal mendatangkan pemain berkualitas, tetapi juga membangun fondasi tim, meningkatkan daya saing, dan menciptakan keyakinan bahwa klub bisa bersaing di level yang lebih tinggi.

Di bawah arahan Cesc Fabregas, Como menunjukkan bahwa status sebagai pendatang baru di panggung Eropa tidak harus membuat mereka bermain dengan rasa takut. Kemenangan 4-1 atas RB Leipzig pada pertandingan kandang sebelumnya telah memberi sinyal bahwa Como memiliki kemampuan untuk merepotkan lawan besar. Manchester United kemudian menjadi korban berikutnya dari ketajaman mereka.

Nico Paz Jadi Bintang, Manchester United Tak Berkutik

Como tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan keseriusannya. Nico Paz membuka keunggulan pada menit ketiga melalui tembakan melengkung yang membawa tuan rumah unggul lebih awal. Gol tersebut langsung memberi Como momentum, sekaligus membuat Manchester United harus mengejar ketertinggalan sejak awal pertandingan.

Memasuki babak kedua, keunggulan Como semakin sulit dikejar. Anastasios Douvikas menggandakan skor pada menit ke-49 setelah menerima umpan Paz. Delapan menit berselang, Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor dan mengubah kedudukan menjadi 3-0.

Dominasi Como berlanjut ketika Jacobo Ramon mencetak gol keempat pada menit ke-76 melalui sundulan jarak dekat. Manchester United baru membalas lewat Joshua Zirkzee pada menit pertama masa tambahan waktu, tetapi gol tersebut tidak mengubah kenyataan bahwa Como tampil jauh lebih efektif.

Pertandingan pun berakhir 4-1 untuk kemenangan tuan rumah. Nico Paz menjadi salah satu pemain paling menonjol dengan dua gol dan satu assist, sedangkan Como memperlihatkan bahwa kemenangan mereka atas RB Leipzig bukan sekadar kejutan sesaat.

Kebanggaan Indonesia di Balik Kesuksesan Como

Ada sisi lain yang membuat kemenangan Como layak mendapat perhatian pembaca Indonesia. Mirwan Suwarso merupakan sosok asal Indonesia yang menjabat sebagai presiden klub tersebut. Kehadirannya di posisi penting dalam sepak bola Eropa memberi warna tersendiri bagi penggemar sepak bola Tanah Air.

Namun, kebanggaan itu sebaiknya tidak berhenti pada identitas nasional seorang petinggi klub. Hal yang lebih menarik adalah bagaimana perjalanan Como memperlihatkan ambisi jangka panjang yang mulai membuahkan hasil. Pertandingan melawan Manchester United menjadi contoh konkret bahwa klub yang dahulu berada di kasta ketiga kini mampu bersaing dan meraih kemenangan besar di panggung Eropa.

Tentu, keberhasilan Como bukan hasil kerja satu orang saja. Pemain yang tampil di lapangan, staf pelatih, jajaran manajemen, dan dukungan suporter memiliki peran masing-masing. Meski begitu, bagi Mirwan, menyaksikan klubnya mengalahkan Manchester United setelah sebelumnya mengutarakan impian menjamu mereka merupakan momen yang memiliki makna personal.

Kemenangan yang Bisa Mengubah Cara Orang Memandang Como

Hasil 4-1 ini berpotensi memperkuat reputasi Como sebagai klub yang patut diperhitungkan, bukan sekadar tim dengan cerita kebangkitan yang menarik. Kemenangan atas Manchester United memberi mereka sorotan internasional sekaligus meningkatkan ekspektasi terhadap penampilan berikutnya.

Tantangan Como setelah malam bersejarah ini adalah menjaga konsistensi. Satu kemenangan besar memang bisa mengundang perhatian, tetapi perjalanan panjang di Liga Champions menuntut performa yang stabil dari pertandingan ke pertandingan.

Bagi Mirwan Suwarso, kemenangan ini menjadi momen ketika impian yang pernah ia sampaikan akhirnya terwujud. Como bukan hanya berhasil menjamu Manchester United di kandang sendiri, tetapi juga menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 4-1. Menurut kamu, apakah Como mampu mempertahankan performa ini dan melangkah lebih ja

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement