Zetizen
Advertisement

Sudah Lebih dari 100 Tahun, Kenapa Trench Coat Masih Jadi Andalan Fashion?

M
Minggu, 8 Nov 2026•1 Jam Lalu
Sudah Lebih dari 100 Tahun, Kenapa Trench Coat Masih Jadi Andalan Fashion?
Trench coat menjadi salah satu mantel klasik yang tetap relevan dalam dunia fashion. Siluet panjang dan desain khasnya membuat item ini mudah dipadukan dengan berbagai gayaSumber: Magnific.com
Advertisement

Zetizen.com - Tren fashion boleh terus berganti, tetapi ada beberapa fashion item yang tidak pernah benar-benar kehilangan tempatnya. Salah satunya adalah trench coat, mantel klasik yang sudah dikenal lebih dari satu abad dan masih menjadi pilihan dalam berbagai gaya berpakaian modern. Desainnya yang memadukan fungsi, kenyamanan, dan siluet elegan membuat mantel ini mudah beradaptasi dengan perubahan zaman.

Menariknya, trench coat tidak lahir dari keinginan untuk menciptakan pakaian yang terlihat stylish. Mantel panjang dengan kerah lebar, dua baris kancing, dan sabuk di pinggang ini awalnya berkaitan dengan kebutuhan militer untuk menghadapi cuaca buruk. Perjalanannya dari medan perang hingga menjadi bagian dari street style membuat trench coat punya cerita yang berbeda dari kebanyakan tren pakaian.

1. Sejarah Trench Coat Berawal dari Kebutuhan Menghadapi Cuaca

Jauh sebelum dikenal sebagai item fashion klasik, trench coat berkembang dari kebutuhan untuk menciptakan pakaian luar yang mampu melindungi pemakainya dari hujan dan udara dingin. Pada abad ke-19, pakaian tahan air memang sudah tersedia, tetapi beberapa material yang digunakan masih terasa berat dan kurang nyaman untuk aktivitas sehari-hari.

Perubahan mulai terlihat ketika Thomas Burberry memperkenalkan kain gabardine pada 1879. Material tersebut dibuat menggunakan teknik tenun rapat yang membantu menahan air, tetapi tetap memungkinkan sirkulasi udara. Inovasi ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam sejarah pakaian luar.

Gabardine kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk aktivitas luar ruangan dan perjalanan. Burberry juga mengembangkan Tielocken Coat yang dipatenkan pada 1912. Desain mantel tersebut menjadi salah satu pendahulu trench coat yang dikenal saat ini.

Jadi, sebelum menjadi bagian dari tren fashion, mantel ini lebih dulu dikenal karena kemampuannya menjawab kebutuhan praktis. Fungsi tersebut menjadi fondasi yang membuat desainnya terus bertahan.

2. Perang Dunia I Membentuk Ciri Khas Trench Coat

Nama trench coat semakin erat dengan dunia militer ketika mantel ini digunakan oleh para perwira Inggris selama Perang Dunia I pada 1914 hingga 1918. Kondisi medan perang yang basah, berlumpur, dan dingin membuat pakaian pelindung menjadi kebutuhan penting, terutama bagi tentara yang harus berada di parit pertahanan atau trenches.

Sejumlah detail yang kini menjadi identitas trench coat memiliki hubungan dengan fungsi militernya. Epaulettes pada bagian bahu, misalnya, berkaitan dengan penanda pangkat. Sementara itu, storm flap merupakan lapisan tambahan yang membantu mengurangi masuknya air melalui bagian bahu.

Ada pula D-rings berupa cincin logam pada sabuk yang dapat digunakan untuk menggantung perlengkapan tertentu. Sabuk di pinggang dan bagian pergelangan tangan yang bisa dikencangkan juga mendukung fungsi mantel ketika digunakan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

Menariknya, detail tersebut tidak sepenuhnya dihilangkan ketika trench coat masuk ke dunia fashion. Banyak desain modern masih mempertahankannya sebagai bagian dari karakter visual mantel klasik ini.

3. Kenapa Desain Trench Coat Mudah Dikenali?

Trench coat memiliki bentuk yang cukup khas sehingga mudah dibedakan dari jenis mantel lainnya. Model klasik biasanya dilengkapi kerah lebar, dua baris kancing atau double-breasted, sabuk di pinggang, serta potongan panjang yang memberikan siluet lebih terstruktur.

Kombinasi tersebut membuat trench coat terlihat rapi tanpa membutuhkan banyak ornamen. Sabuknya bisa diikat untuk menonjolkan bagian pinggang atau dibiarkan terbuka agar tampilannya terasa lebih santai.

Bagian kerah juga memberikan karakter tersendiri. Ketika dibuka, tampilannya terlihat lebih kasual. Sebaliknya, kerah yang dinaikkan memberikan kesan lebih tegas sekaligus membantu melindungi leher dari angin.

Berbeda dari pakaian yang mengandalkan motif atau warna mencolok, daya tarik trench coat justru terletak pada konstruksi dan detailnya. Inilah yang membuat bentuk dasarnya tetap mudah dikenali meskipun sudah melewati berbagai perubahan tren.

4. Dari Medan Perang, Trench Coat Masuk ke Dunia Film

Perjalanan trench coat tidak berhenti setelah penggunaannya di lingkungan militer. Dunia perfilman ikut mengubah cara orang memandang mantel ini. Dari pakaian pelindung, trench coat mulai diasosiasikan dengan karakter yang elegan, misterius, dan memiliki gaya khas.

Salah satu penampilan yang sering diingat adalah Humphrey Bogart dalam film Casablanca. Mantel serupa juga menjadi bagian dari citra klasik Audrey Hepburn melalui film Breakfast at Tiffany's.

Kehadiran trench coat dalam film membuatnya memiliki makna visual yang lebih luas. Penonton tidak hanya melihatnya sebagai pakaian untuk menghadapi hujan, tetapi juga sebagai bagian dari karakter dan suasana cerita.

Pengaruh budaya populer tersebut ikut memperkuat posisi trench coat dalam dunia fashion. Sampai sekarang, bentuk mantel ini masih sering muncul dalam editorial majalah, inspirasi gaya selebritas, hingga berbagai referensi street style.

5. Trench Coat Modern Tidak Harus Selalu Berwarna Beige

Jika membayangkan trench coat klasik, warna beige atau khaki mungkin menjadi hal pertama yang terlintas. Warna tersebut memang sudah lama melekat pada identitas mantel ini. Namun, perkembangan fashion membuat trench coat hadir dalam lebih banyak pilihan warna, material, dan potongan.

Selain model panjang dengan siluet klasik, ada pula trench coat oversized yang memberikan kesan lebih santai. Beberapa desain menghadirkan potongan cropped atau lebih pendek, sementara material kulit memberikan tampilan yang berbeda dari mantel tradisional.

Perubahan ini memperlihatkan bahwa desain klasik tidak harus selalu dipertahankan dalam bentuk yang sama. Desainer dapat mengeksplorasi proporsi, tekstur, dan warna tanpa menghilangkan elemen yang membuat trench coat mudah dikenali.

Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa mantel ini masih bisa masuk ke berbagai selera fashion. Ada yang menyukai bentuk klasiknya, sementara sebagian lainnya lebih tertarik pada interpretasi modern dengan siluet yang tidak biasa.

6. Cara Memakai Trench Coat agar Tidak Terlihat Terlalu Formal

Trench coat sering dianggap hanya cocok untuk tampilan rapi atau formal. Padahal, mantel ini bisa dipadukan dengan pakaian sehari-hari tanpa membuat keseluruhan outfit terlihat terlalu serius.

Untuk gaya kasual, trench coat dapat dikenakan bersama kaus polos, celana jeans, dan sneakers. Perpaduan tersebut menciptakan kontras antara bentuk mantel yang terstruktur dengan pakaian santai yang lebih sederhana.

Jika ingin tampilan yang lebih polished, kombinasikan trench coat dengan kemeja, celana bahan, dan loafers. Sementara itu, penggunaan rok atau dress bisa memberikan kesan lebih elegan tanpa perlu menambahkan terlalu banyak aksesori.

Permainan proporsi juga bisa membuat tampilannya terasa lebih modern. Misalnya, trench coat oversized dapat dipadukan dengan atasan dan bawahan yang lebih sederhana agar siluet keseluruhan tetap seimbang.

Dengan pilihan tersebut, trench coat tidak harus selalu terlihat seperti pakaian klasik yang identik dengan film-film lama. Mantel ini justru bisa menjadi pelengkap outfit yang disesuaikan dengan karakter pemakainya.

Kenapa Trench Coat Bisa Bertahan Lebih dari Satu Abad?

Trench coat mampu bertahan karena memiliki sesuatu yang tidak selalu dimiliki tren musiman, yaitu fungsi dan identitas desain yang kuat. Awalnya berkembang dari kebutuhan pakaian pelindung terhadap cuaca, mantel ini kemudian menjadi bagian dari sejarah militer, budaya populer, dan dunia fashion.

Bentuk dasarnya memang masih mempertahankan sejumlah ciri klasik. Namun, material, warna, panjang, dan cara memadukannya terus berubah mengikuti selera generasi baru.

Pada akhirnya, trench coat membuktikan bahwa pakaian klasik tidak harus terlihat ketinggalan zaman. Desain yang memiliki karakter kuat justru bisa terus menemukan tempatnya meskipun tren datang dan pergi.

Dari mantel yang dahulu digunakan untuk kebutuhan militer hingga menjadi salah satu fashion item timeless, trench coat punya perjalanan panjang yang menarik untuk dikenali. Kalau harus memilih, kamu lebih suka trench coat klasik berwarna beige atau model modern dengan potongan oversized dan warna yang lebih berani? Temukan informasi dan inspirasi fashion lainnya hanya di Zetizen.com!

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement