Zetizen
Advertisement

Profil Ivan Mamut, Striker Baru Persija yang Digadang-gadang Jadi Penerus Marko Simic

N
Penulis:Najmi Raihan
Jumat, 16 Okt 2026•11 Jam Lalu
Profil Ivan Mamut, Striker Baru Persija yang Digadang-gadang Jadi Penerus Marko Simic
Selebras Ivan Mamut saat melawan Persib, Sumber : Instagram @ivanmamut31
Advertisement

Zetizen.com - Nama Marko Simic masih punya tempat istimewa di hati The Jakmania. Kini, Persija Jakarta memiliki penyerang baru asal Kroasia bernama Ivan Mamut yang mulai menarik perhatian. Kedatangannya tak lepas dari peran Simic yang membantunya mengenal klub ibu kota sebelum menerima tawaran bermain di Indonesia.

Ivan Mamut resmi bergabung dengan Persija pada 10 September 2026 dengan kontrak berdurasi dua musim. Berusia 29 tahun, ia datang dengan pengalaman bermain di Eropa dan Malaysia serta membawa harapan untuk mempertajam lini depan Macan Kemayoran pada musim 2026/2027.

Siapa Ivan Mamut, striker baru Persija Jakarta?

Ivan Mamut adalah penyerang asal Kroasia yang lahir pada 30 April 1997. Ia meniti karier profesional di negara asalnya sebelum menjajal kompetisi Rumania dan Malaysia, lalu kembali ke Kroasia sebelum akhirnya menerima tawaran dari Persija Jakarta.

Perjalanan tersebut menjadi modal penting bagi Mamut untuk menghadapi tantangan baru di sepak bola Indonesia. Ia tidak datang sebagai pemain yang sepenuhnya asing dengan atmosfer kompetisi di luar negaranya. Pengalamannya berpindah klub dan beradaptasi dengan lingkungan sepak bola berbeda bisa menjadi bekal saat harus menyesuaikan diri dengan tuntutan Persija.

Namun, bermain untuk Macan Kemayoran bukan hanya soal kemampuan mencetak gol. Tekanan dari suporter, target bersaing di papan atas, dan ekspektasi besar terhadap pemain asing membuat Mamut harus segera menunjukkan kontribusi nyata.

Perjalanan karier Ivan Mamut dari Kroasia hingga Persija

Karier profesional Mamut dimulai bersama Inter Zaprešić pada 2016. Ia sempat menjalani masa peminjaman di NK Sesvete sebelum melanjutkan perjalanan ke Rumania untuk memperkuat CS Universitatea Craiova. Pada 2021, ia menjadi pemain permanen klub tersebut sebelum melanjutkan karier bersama FCSB pada periode 2021–2022.

Petualangan Mamut kemudian berlanjut ke Malaysia. Pada 2023 hingga 2025, ia memperkuat Terengganu FC, sebuah pengalaman yang memberinya kesempatan mengenal sepak bola Asia Tenggara. Setelah itu, ia kembali ke Kroasia dan membela NK Varaždin pada 2025–2026.

Musim terakhirnya bersama Varaždin menjadi salah satu modal yang menarik perhatian. Mamut mencatatkan 11 gol pada musim 2025/2026, dengan sembilan gol di kompetisi liga dan dua gol di piala domestik. Ia juga mencetak dua gol dalam kualifikasi UEFA Conference League. Catatan tersebut memberi gambaran mengenai kontribusinya di lini depan, meski tidak otomatis menjamin produktivitas yang sama di Indonesia.

Bagi Persija, pengalaman tersebut menghadirkan opsi baru di lini serang. Mamut kini memiliki kesempatan membuktikan bahwa performanya di Eropa bisa diterjemahkan menjadi gol dan kontribusi penting bersama Macan Kemayoran.

Peran Marko Simic di balik kedatangan Ivan Mamut

Ada cerita menarik di balik keputusan Mamut bergabung dengan Persija. Sebelum datang ke Jakarta, ia mengaku berbicara langsung dengan Marko Simic untuk mencari tahu lebih banyak mengenai klub dan tantangan bermain di Indonesia.

Mamut mengungkapkan bahwa Simic sangat membantunya dalam proses tersebut. Ia bahkan menyebut percakapan dengan mantan penyerang Persija itu sebagai salah satu alasan dirinya akhirnya berada di klub ibu kota.

“Saya mendengar banyak hal baik tentang Persija. Saya juga banyak berbicara dengan Marko Simic. Dia sangat membantu saya, dan karena dialah saya ada di sini sekarang,” ujar Mamut dalam keterangan resmi klub.

Keterlibatan Simic tentu membuat kisah kedatangan Mamut semakin menarik. Bagi pemain baru, mendapatkan gambaran langsung dari sosok yang pernah merasakan tekanan dan ekspektasi di Persija bisa membantu proses adaptasi, terutama dalam memahami besarnya arti klub bagi para pendukungnya.

Akan tetapi, hubungan tersebut tidak berarti Mamut otomatis memiliki kemampuan dan peran yang sama dengan Simic. Ia tetap harus membangun reputasinya sendiri melalui penampilan di lapangan.

Mengapa Ivan Mamut disebut calon penerus Marko Simic?

Perbandingan dengan Marko Simic muncul karena Persija kembali mendatangkan penyerang Kroasia, sementara nama Simic identik dengan ketajaman lini depan Macan Kemayoran pada periode sebelumnya. Simic membantu Persija meraih sejumlah gelar, termasuk Liga 1 2018 dan Piala Presiden 2018, serta pernah menjadi pencetak gol terbanyak Liga 1 2019 dengan 28 gol.

Warisan seperti itulah yang membuat standar untuk penyerang asing Persija terasa tinggi. Suporter tentu menginginkan sosok yang bukan hanya mampu mencetak gol, tetapi juga bisa menjadi pembeda dalam pertandingan penting dan membantu tim bersaing memperebutkan gelar.

Mamut memiliki beberapa modal awal, mulai dari pengalaman lintas negara, catatan gol pada musim terakhirnya di Kroasia, hingga pengalamannya bermain di Malaysia. Namun, untuk menyamai pengaruh Simic, ia harus membuktikan konsistensi, ketenangan saat mendapat peluang, dan kemampuan tampil ketika tim benar-benar membutuhkannya.

Dengan kata lain, label penerus Simic bisa menjadi motivasi sekaligus tekanan. Mamut perlu waktu untuk menemukan ritme permainan, memahami rekan setim, dan menyesuaikan diri dengan strategi tim pelatih Persija.

Tantangan Ivan Mamut bersama Persija pada musim 2026/2027

Mamut datang ketika Persija membangun kekuatan untuk menghadapi Super League 2026/2027. Ia juga harus bersaing dengan penyerang lain, termasuk Alexander Jeremejeff dan Kwon Chang-hoon, untuk mendapatkan tempat di tim utama.

Tantangan pertamanya adalah beradaptasi dengan pola permainan Persija. Ia perlu membangun koneksi dengan gelandang dan pemain sayap serta memanfaatkan peluang di depan gawang untuk membantu tim meraih hasil maksimal.

Mamut menyatakan siap memberikan kemampuan terbaiknya untuk membantu Persija bersaing di papan atas. Namun, ia tetap harus membuktikan kualitasnya melalui penampilan konsisten sepanjang musim.

Kontribusi Mamut tidak hanya diukur dari jumlah gol. Kemampuan membuka ruang, menahan bola, membantu serangan, dan menjaga konsistensi juga menjadi faktor penting bagi Persija.

The Jakmania tentu berharap Mamut mampu menambah ketajaman lini depan Persija. Menurut kamu, mampukah ia mengikuti jejak Marko Simic dan menjadi andalan baru Macan Kemayoran? Ikuti terus informasi sepak bola terbaru hanya di Zetizen.com.

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement