Zetizen
Advertisement

PSG 4-2 Barcelona, Bukan Sekadar Menang Besar, Ini yang Membuat PSG Sulit Dihentikan

N
Penulis:Najmi Raihan
Rabu, 21 Okt 2026•19 Menit Lalu
PSG 4-2 Barcelona, Bukan Sekadar Menang Besar, Ini yang Membuat PSG Sulit Dihentikan
Pemain Barcelona Rodri (kiri) dan Gerard martin (kanan) saling menyemangati satu sama lain,Sumber: Instagram @fcbarcelona
Advertisement

Zetizen.com - Rekor 11 kemenangan beruntun Barcelona akhirnya terhenti setelah PSG menang 4-2 dalam laga Liga Champions di Parc des Princes, Rabu dini hari WIB. Pertandingan berlangsung sengit karena Barcelona dua kali mampu menyamakan kedudukan sebelum akhirnya kehilangan momentum pada menit-menit akhir.

Kemenangan ini bukan sekadar soal ketajaman lini depan PSG. Désiré Doué membuka keunggulan, Lucas Hernández ikut mencetak gol, lalu Vitinha dan Fabián Ruiz memastikan kemenangan lewat dua gol pada pengujung laga. Hasil ini memperlihatkan bagaimana PSG punya banyak pemain yang mampu menjadi pembeda ketika pertandingan memasuki fase krusial.

PSG vs Barcelona dan Munculnya Pemain yang Tak Terduga

Sebelum pertandingan, perhatian tentu tertuju kepada nama-nama besar seperti Ousmane Dembélé, Khvicha Kvaratskhelia, dan Lamine Yamal. Namun, justru Désiré Doué yang menjadi salah satu pemain paling menentukan.

Doué membuka keunggulan PSG pada menit ke-38 setelah memanfaatkan kesalahan dalam penguasaan bola Barcelona. Ia menerima bola di area berbahaya, memperlihatkan kontrol yang tenang, lalu melepaskan tembakan yang membuat tuan rumah unggul.

Gol tersebut menjadi gambaran kecil dari kekuatan PSG saat ini. Mereka tidak harus selalu bergantung kepada satu superstar untuk menciptakan perbedaan.

Ketika perhatian lawan tertuju kepada pemain-pemain utama, pemain lain bisa muncul dan mengambil alih cerita.

Barcelona Dua Kali Bangkit, PSG Tetap Tidak Panik

Barcelona sebenarnya menunjukkan mentalitas yang tidak mudah runtuh. Setelah tertinggal pada babak pertama, Xavi Espart menyamakan kedudukan pada menit ke-55.

PSG kembali memimpin melalui Lucas Hernández pada menit ke-72. Namun, keunggulan itu hanya bertahan beberapa menit sebelum Lamine Yamal mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-79.

Di sinilah pertandingan mulai terasa berbeda. Skor 2-2 membuat momentum seolah berpindah ke Barcelona, sementara PSG harus mencari cara untuk kembali unggul.

Namun, alih-alih kehilangan kendali, PSG tetap mampu membangun serangan dan menemukan peluang. Ketika pertandingan memasuki fase akhir, lini tengah mereka menjadi salah satu sumber pembeda.

Vitinha Mengubah Cerita dalam Satu Tembakan

Menit ke-81 menjadi titik balik terbesar pertandingan.

Vitinha menerima bola di luar kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kanan yang mengarah ke sisi bawah gawang Barcelona. Gol tersebut membuat PSG kembali unggul 3-2 hanya dua menit setelah Yamal menyamakan kedudukan.

Momen itu memperlihatkan sesuatu yang sering luput ketika orang hanya melihat statistik akhir pertandingan. PSG memiliki pemain yang mampu mengambil keputusan besar ketika pertandingan sedang berada dalam tekanan tinggi.

Vitinha bukan pemain yang selalu menjadi pusat perhatian seperti penyerang bintang. Namun, pada malam ketika PSG membutuhkan pembeda, gelandang Portugal itu justru muncul sebagai pemain yang menentukan arah pertandingan.

Tidak lama kemudian, Fabián Ruiz menutup kemenangan PSG menjadi 4-2 pada menit ke-86. Dua gol pada menit-menit akhir memastikan Barcelona pulang tanpa poin.

Barcelona Punya Yamal, PSG Punya Banyak Jawaban

Lamine Yamal kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu pemain muda paling diperbincangkan di dunia. Golnya ke gawang PSG pada menit ke-79 sempat membawa Barcelona kembali ke pertandingan.

Namun, pertandingan ini sekaligus memperlihatkan perbedaan menarik antara kedua tim. Barcelona memiliki Yamal sebagai salah satu sumber kreativitas utama, sedangkan PSG menunjukkan bahwa kontribusi gol bisa datang dari banyak pemain berbeda.

Doué mencetak gol pembuka, Hernández membawa PSG kembali unggul, Vitinha menjadi pembeda, dan Fabián Ruiz kemudian memastikan kemenangan.

Inilah angle yang lebih menarik daripada sekadar mengatakan PSG menang 4-2. Kekuatan PSG terletak pada banyaknya pemain yang bisa menjadi penentu dalam pertandingan besar, bahkan ketika momentum pertandingan berubah.

PSG Semakin Terlihat Seperti Tim yang Sulit Dijatuhkan

Kemenangan atas Barcelona membuat PSG meraih tiga kemenangan dari tiga pertandingan di Liga Champions musim ini dan berada di puncak klasemen dengan sembilan poin. Sementara itu, Barcelona harus menerima kekalahan pertamanya pada musim ini setelah sebelumnya mencatatkan 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Namun, ada satu catatan yang tidak boleh diabaikan. PSG kehilangan Ousmane Dembélé dan Khvicha Kvaratskhelia karena masalah fisik dalam pertandingan tersebut. Kondisi kedua pemain menjadi perhatian karena perjalanan musim masih panjang.

Meski begitu, pertandingan melawan Barcelona memberikan pesan penting. Ketika dua pemain depan mereka harus meninggalkan lapangan, PSG masih memiliki cukup banyak pemain untuk mengubah jalannya pertandingan.

PSG bukan hanya sedang membangun tim dengan pemain bintang. Mereka juga menunjukkan kedalaman skuad yang mampu memberikan jawaban ketika pertandingan besar berjalan semakin sulit.

Menurut kamu, apakah kekuatan PSG yang merata di berbagai lini bisa membawa mereka kembali menjadi juara Liga Champions musim ini? Ikuti terus informasi Liga Champions dan berita sepak bola lainnya hanya di Zetizen.com.

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement