Zetizen
Advertisement

Enam Laga Tanpa The Jakmania, Ini Tantangan Baru Persija di Laga Tandang

N
Penulis:Najmi Raihan
Rabu, 21 Okt 2026•16 Menit Lalu
Enam Laga Tanpa The Jakmania, Ini Tantangan Baru Persija di Laga Tandang
Para pemain persija dan official melakukan foto bareng the jakmania saat away ke jogja,Sumber: Instagram @persija
Advertisement

Zetizen.com - Persija Jakarta harus menghadapi tantangan berbeda pada paruh pertama Super League 2026/2027. Bukan hanya persaingan di lapangan, Macan Kemayoran juga harus menjalani enam pertandingan tandang tanpa dukungan langsung The Jakmania setelah Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada klub.

Hukuman ini merupakan buntut kericuhan dalam pertandingan Persita Tangerang kontra Persija. Selain larangan suporter hadir di laga tandang, Persija juga dijatuhi denda total Rp90 juta. Meski tidak mendapat pengurangan poin, sanksi tersebut tetap menjadi tantangan bagi tim dan pendukungnya sepanjang enam laga away mendatang.

Mengapa Persija Dilarang Membawa Suporter Away?

Keputusan Komdis PSSI muncul setelah laga Persita kontra Persija yang berlangsung pada pekan kelima Super League 2026/2027 diwarnai kericuhan suporter.

Situasi tersebut bahkan membuat jalannya pertandingan terganggu. Babak kedua yang seharusnya dimulai sekitar pukul 20.00 WIB baru bisa dilanjutkan sekitar 31 menit kemudian, tepatnya pukul 20.31 WIB.

Dalam sidang yang berlangsung selama dua hari, Komdis kemudian memberikan hukuman kepada Persija. Direktur Utama I.League Ferry Paulus menjelaskan bahwa larangan tersebut berlaku untuk seluruh laga tandang Persija selama setengah musim.

Artinya, The Jakmania tidak bisa mendampingi Macan Kemayoran dalam enam pertandingan tandang pada paruh pertama musim ini.

Bukan Pengurangan Poin, tetapi Tetap Jadi Pukulan

Kabar mengenai kemungkinan Persija mendapat pengurangan poin sempat beredar setelah insiden tersebut. Namun, keputusan yang diumumkan I.League memastikan tidak ada hukuman pengurangan poin untuk Macan Kemayoran.

Persija tetap harus membayar Rp30 juta terkait insiden keributan. Selain itu, ada denda tambahan Rp60 juta akibat pelanggaran berupa penyalaan petasan sebanyak tiga kali dan pelemparan satu flare.

Total denda yang harus dibayarkan Persija mencapai Rp90 juta.

Dari sisi klasemen, hukuman ini tentu lebih ringan dibandingkan pengurangan poin. Namun, dari sisi atmosfer pertandingan, kehilangan dukungan suporter dalam enam laga tandang bisa menjadi persoalan tersendiri bagi Macan Kemayoran.

The Jakmania Kehilangan Momen Awayday

Bagi The Jakmania, larangan away bukan sekadar tidak bisa masuk stadion. Awayday selama ini menjadi salah satu bagian yang melekat dengan budaya suporter sepak bola, terutama ketika sebuah kelompok mendukung timnya di kandang lawan.

Kini, enam pertandingan tandang Persija harus dijalani tanpa kehadiran langsung suporter mereka. Tribun tandang yang biasanya menjadi tempat berkumpul dan bernyanyi bersama bakal kosong dari rombongan pendukung Persija.

Situasi ini juga membuat perjalanan Persija terasa berbeda. Pemain tetap harus menghadapi tekanan pertandingan tandang, tetapi kali ini mereka tidak bisa mengandalkan suara dukungan langsung dari tribun lawan.

Persija Harus Tetap Kuat Tanpa Dukungan Tandang

Di sinilah tantangan sebenarnya bagi Persija. Tim harus mampu menjaga konsistensi performa meskipun kehilangan salah satu elemen penting dalam pertandingan tandang.

Terlebih, Persija sedang berada dalam persaingan kompetitif di Super League 2026/2027. Setiap poin menjadi penting, sehingga absennya suporter tidak boleh berubah menjadi gangguan terhadap fokus pemain.

Pelatih dan pemain kini dituntut menciptakan motivasi dari dalam tim. Jika biasanya suara The Jakmania bisa menjadi pemantik ketika pertandingan berlangsung sulit, Persija harus menemukan cara lain untuk menjaga mentalitas bertanding.

Hukuman Ini Juga Jadi Peringatan untuk Persija

Sanksi Komdis PSSI pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai enam pertandingan tanpa suporter. Hukuman ini menjadi peringatan agar klub dan pendukungnya lebih serius menjaga keamanan pertandingan.

Ferry Paulus menyebut keputusan tersebut sebagai peringatan bagi klub untuk menertibkan sekaligus memberikan edukasi kepada suporter. Jika kejadian serupa kembali terulang, sanksi yang diberikan Komdis dapat meningkat.

Karena itu, periode tanpa awayday ini bisa menjadi momentum bagi Persija dan The Jakmania untuk melakukan evaluasi. Dukungan suporter tetap penting, tetapi keamanan pertandingan juga menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan sebuah klub.

Pada akhirnya, Persija masih memiliki kesempatan untuk menjawab hukuman tersebut di lapangan. Enam laga tandang tanpa The Jakmania akan menjadi ujian baru bagi Macan Kemayoran. Menurut kamu, apakah Persija mampu tetap meraih hasil positif meski harus bermain tandang tanpa dukungan langsung suporternya?

Ikuti terus informasi sepak bola Indonesia dan berita Super League lainnya hanya di Zetizen.com.

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement