Zetizen.com - Dalam fashion, sesuatu yang terlihat bertolak belakang justru bisa menciptakan tampilan yang menarik. Hal ini terlihat dalam koleksi “Real Fantasies” dari Drunk Dad di runway JFW 2027. Material lembut bertemu tekstur yang lebih kaku, sementara siluet yang terlihat ringan tetap memiliki struktur yang tegas.
Lewat koleksi ini, Drunk Dad menghadirkan 12 set busana yang terdiri dari delapan womenswear dan empat menswear. Gagasan lightness menjadi titik awalnya, tetapi konsep ringan di sini nggak sekadar diterjemahkan melalui kain tipis atau siluet flowy. Ada permainan material, struktur, dan karakter yang membuat koleksi ini menarik untuk diperhatikan lebih dekat.
1. Material Lembut dan Kaku Sengaja Dibuat Bertemu
Kalau biasanya satu outfit terasa aman ketika teksturnya senada, “Real Fantasies” justru mengambil jalan sebaliknya. Ada material dengan karakter lembut yang ditempatkan berdekatan dengan material yang terasa lebih kokoh.
Katun poplin dan sutra duchess bertemu dengan jacquard serta suede. Dari karakter materialnya saja sudah terlihat ada dua sisi yang berbeda, tetapi perbedaan tersebut justru menjadi salah satu bagian penting dari koleksi ini.
Menariknya, penggunaan beragam kain ini bukan sekadar membuat outfit terlihat lebih ramai. Saat material dengan karakter berbeda bertemu, permukaan pakaian menghasilkan visual yang nggak terasa datar. Mata pun nggak hanya tertuju pada warna atau bentuk besar pakaian, tetapi juga pada teksturnya.
Kontras ini membuat karakter koleksi terasa lebih kuat. Material lembut tetap memberikan kesan halus, sementara bahan yang lebih kokoh menghadirkan sisi tegas. Perpaduan tersebut menjadi dasar visual yang membuat “Real Fantasies” punya karakter tersendiri.
2. “Lightness” Ternyata Nggak Selalu Berarti Tipis dan Flowy
Dengar kata lightness, bayangan pertama mungkin kain tipis yang bergerak mengikuti langkah model. Namun, konsep ringan dalam koleksi ini ternyata nggak berhenti di sana.
“Real Fantasies” menggunakan lightness sebagai titik awal, lalu mempertemukannya dengan struktur. Hasilnya, siluet bisa terasa ringan tanpa kehilangan bentuk. Sebuah look pun nggak harus sepenuhnya loose atau flowy untuk memberikan kesan tersebut.
Permainan material punya peran penting dalam menciptakan tampilan ini. Ketika kain yang lebih lembut dipertemukan dengan tekstur kaku, muncul perpaduan antara kesan bebas dan bentuk yang lebih terarah.
Saat berada di runway, perpaduan tersebut membuat siluet terlihat lebih berdimensi. Konsep lightness akhirnya nggak cuma bicara soal berat atau tipisnya kain, tetapi juga bagaimana pakaian membentuk tubuh dan menghadirkan visual ketika dikenakan.
3. Romantic, tapi Nggak Dibuat Terlalu Manis
Kata romantic dalam fashion sering membawa bayangan tertentu. Warna lembut, detail manis, kain ringan, atau siluet feminin biasanya langsung muncul di kepala.
Namun, romantisme dalam “Real Fantasies” terasa punya sisi lain. Permainan material dan struktur membuat karakter lembutnya nggak berdiri sendirian. Ada perpaduan antara kesan soft dan strong yang membuat tampilannya terasa lebih tegas.
Hal ini menunjukkan bahwa romantic nggak harus selalu diterjemahkan menjadi sesuatu yang super manis. Karakter yang berbeda justru bisa muncul ketika elemen feminin bertemu dengan bentuk atau tekstur yang lebih kokoh.
Buat Gen Z yang terbiasa melihat berbagai aesthetic bercampur dalam satu outfit, ide ini terasa cukup relevan. Satu look nggak harus punya satu identitas yang kaku. Girly bisa bertemu edgy, sementara romantic tetap bisa terasa structured tanpa kehilangan karakternya.
4. Delapan Womenswear dan Empat Menswear Tetap Punya Satu Benang Merah
“Real Fantasies” terdiri dari 12 set busana. Delapan di antaranya merupakan womenswear, sementara empat lainnya hadir sebagai menswear.
Pembagian ini menarik karena satu gagasan harus diterjemahkan ke dalam dua kelompok look yang berbeda. Meski begitu, konsep besar koleksi nggak berhenti ketika womenswear berganti menjadi menswear.
Permainan tekstur dan struktur tetap menjadi benang merah yang menyambungkan keseluruhan presentasi. Satu ide nggak harus diterjemahkan melalui bentuk pakaian yang sama berulang kali. Karakternya bisa dipertahankan lewat material, proporsi, atau cara sebuah look dibangun.
Dengan begitu, womenswear dan menswear nggak terasa seperti dua bagian yang terpisah. Keduanya tetap berada dalam satu rangkaian yang memperlihatkan bagaimana gagasan serupa bisa menghasilkan tampilan berbeda.
5. Justru Kontras yang Membuat “Real Fantasies” Terasa Nyambung
Setelah melihat material, konsep lightness, romantisme, sampai pembagian 12 look, ada satu hal yang terus muncul: permainan elemen yang berlawanan. Lembut bertemu kaku, ringan bertemu terstruktur, dan romantic berpadu dengan karakter yang lebih tegas.
Biasanya, kita menganggap sebuah outfit harus memiliki elemen yang serasi supaya terlihat menyatu. Namun, “Real Fantasies” memperlihatkan bahwa keserasian nggak selalu datang dari sesuatu yang mirip.
Perbedaan justru bisa menciptakan ketegangan visual yang membuat sebuah look menarik untuk diperhatikan. Ada elemen yang terasa kontras, tetapi ketika ditempatkan dalam satu rangkaian, semuanya tetap memiliki hubungan.
Di titik ini, judul “Real Fantasies” juga terasa menarik untuk dibaca. Kata real dan fantasies seolah berada di dua sisi berbeda, seperti permainan kontras yang muncul dalam visual koleksinya.
Pada akhirnya, ketidaksamaan bukan berarti semuanya terlihat berantakan. Justru, cara elemen-elemen tersebut dipertemukan menjadi bagian penting yang menyambungkan keseluruhan koleksi.
Real Fantasies Membuktikan Kontras Nggak Selalu Harus Dihindari
Lewat 12 look di runway JFW 2027, Drunk Dad menghadirkan “Real Fantasies” dengan pendekatan yang mempertemukan material, siluet, dan karakter berbeda. Koleksi ini menunjukkan bahwa tampilan yang menarik nggak selalu harus dibangun dari elemen yang seragam.
Buat kamu yang suka mengeksplorasi gaya berpakaian, perpaduan romantic dan edgy atau material lembut dengan struktur tegas bisa menjadi inspirasi untuk mencoba kombinasi yang lebih berani. Nggak semua elemen harus terlihat sama untuk menciptakan tampilan yang menyatu.
Kalau melihat koleksi “Real Fantasies”, detail mana yang paling menarik perhatianmu: permainan material, siluet, atau perpaduan karakternya? Baca informasi dan inspirasi seputar fashion lainnya hanya di Zetizen.com!





