Zetizen
Advertisement

Kelihatannya Cuma Outfit, 5 Fun Fact di Balik Karya Runway JFW 2027

M
Rabu, 28 Okt 2026•Baru Saja
Kelihatannya Cuma Outfit, 5 Fun Fact di Balik Karya Runway JFW 2027
Runway JFW 2027 bukan cuma soal outfit. Intip 6 fun fact di balik warna, siluet, styling, dan cerita karya yang tampil di catwalkSumber: Jakarta Fashion Week
Advertisement

Zetizen.com - Melihat runway fashion week, perhatian kita mungkin langsung tertuju pada outfit yang dikenakan para model. Namun, kalau diperhatikan lebih lama, beberapa koleksi justru menarik bukan hanya karena tampilannya, tetapi juga karena ada cerita dan gagasan di balik warna, bentuk, hingga cara pakaian jatuh di tubuh.

Hal itu terlihat sejak hari pertama Jakarta Fashion Week 2027 pada 26 Oktober 2026. Dalam FashionLink Pretty Free, KALLArona, SAUL, Tokodidiyo x MKS’, dan VAIA membawa pendekatan berbeda yang membuat kita nggak cuma bertanya, “Bagus atau nggak?”, tetapi juga “Apa cerita di balik desainnya?”

1. Warna pastel di runway JFW 2027 ternyata datang dari alam Indonesia

Pastel sering otomatis dikaitkan dengan outfit manis dan feminin. Namun, warna dalam koleksi “Rona Nusantara” dari KALLArona justru punya titik berangkat yang lebih dekat dengan keseharian kita, yakni lanskap Indonesia.

Bumi, langit, laut, dedaunan, dan bunga diterjemahkan lewat biru pastel, hijau mint, terakota, marun, persik, putih, hingga kuning. Warna-warna tersebut membuat alam hadir tanpa harus diterjemahkan secara harfiah menjadi gambar pemandangan pada pakaian.

Menariknya, inspirasi itu nggak berhenti di permainan warna. Bentuk organik, draping, dan layering ikut membangun pakaian yang terlihat lebih cair saat mengikuti gerakan tubuh model di runway.

Buat Gen Z yang terbiasa mencari referensi outfit lewat Pinterest atau FYP TikTok, bagian ini terasa cukup relatable. Moodboard fashion ternyata bisa dimulai dari sesuatu sesederhana warna langit, daun, bunga, atau pemandangan yang kita temui setiap hari.

2. Ada “alam” yang perlahan tumbuh selama fashion show berlangsung

Cerita “Rona Nusantara” ternyata nggak hanya dibawa oleh pakaian. Sepanjang peragaan, elemen bunga dan dedaunan perlahan mengisi lanskap panggung sebagai simbol harapan terhadap alam yang kembali tumbuh.

Detail ini mengubah fungsi runway menjadi lebih dari sekadar jalur untuk memperlihatkan pakaian. Ruang pertunjukan ikut bekerja sebagai bagian dari cerita yang ingin dibangun.

Itulah kenapa pengalaman melihat fashion show secara utuh bisa terasa berbeda dibanding hanya melihat satu foto runway di Instagram. Ada urutan look, gerakan model, musik, dan perubahan visual yang baru terasa ketika semuanya dilihat sebagai satu rangkaian.

Kita pun jadi bisa melihat bahwa fashion show nggak selalu berhenti pada pertanyaan soal baju apa yang dikenakan model. Kadang, ruang di sekeliling pakaian justru membantu menjelaskan kenapa sebuah koleksi dibuat.

3. Siluet nggak simetris ternyata bukan sekadar ingin terlihat unik

Pemandangan berubah ketika koleksi “SHE” dari SAUL muncul dengan siluet yang lebih eksperimental. Asimetri, konstruksi bernuansa arsitektural, potongan santai, hingga volume berbentuk balon membuat garis pakaian nggak selalu mengikuti tubuh dengan cara konvensional.

Kalau cuma lewat sebentar di layar, bentuk tersebut mungkin terlihat seperti keputusan styling yang dibuat agar outfit lebih mencolok. Namun, ide di balik “SHE” membuat siluetnya punya konteks berbeda.

Koleksi tersebut berbicara tentang pengalaman perempuan yang nggak selalu berjalan dalam satu garis lurus. Ada tanggung jawab, ekspektasi, perubahan, hingga perjalanan mengenali diri sendiri yang kemudian diterjemahkan melalui bentuk.

Di titik ini, sesuatu yang awalnya terlihat “aneh” justru menjadi bagian yang menarik untuk dibaca. Runway menunjukkan bahwa potongan pakaian juga bisa dipakai untuk menyampaikan gagasan tanpa perlu menuliskannya lewat kata-kata.

4. Preppy look naik ke runway, tapi nggak dibuat terlalu “anak baik”

Kalau mendengar preppy look, bayangan yang muncul biasanya nggak jauh dari kemeja, rok kotak-kotak, sweater, loafers, dan estetika anak kampus. Formula yang sudah sangat familiar itu ikut mendapat interpretasi berbeda di runway JFW 2027.

Tokodidiyo x MKS’ memainkan motif kotak-kotak dan floral dengan referensi akademis serta klasik. Namun, elemen tersebut nggak disusun menjadi tampilan preppy yang terlalu rapi.

Permainan proporsi dan padu padan membuat gaya klasik tersebut terasa lebih ekspresif dan playful. Alih-alih mengikuti satu formula dari kepala sampai kaki, elemen yang familier justru dibuat sedikit keluar dari “aturan”.

Ini bisa jadi salah satu ide styling yang paling mudah dibawa keluar dari runway. Kita nggak harus membeli satu set outfit baru untuk memainkan estetika tertentu karena mengubah proporsi atau mempertemukan dua motif saja sudah bisa memberikan kesan berbeda.

5. Military look ternyata bisa bertemu dengan sisi feminin

Referensi militer biasanya mudah dikenali lewat struktur tegas, warna yang cenderung serius, utility details, dan karakter maskulin. Di koleksi “Femme Alignée”, VAIA justru mempertemukan referensi tersebut dengan elemen feminin.

Siluet terstruktur dan garis desain yang tegas tetap muncul. Namun, karakter keras itu kemudian diseimbangkan dengan detail yang lebih lembut sehingga satu look bisa membawa dua kesan sekaligus.

Kontras semacam ini sebenarnya sering membuat styling terasa lebih menarik. Oversized bisa bertemu fitted, formal dipasangkan dengan casual, sementara sesuatu yang maskulin nggak harus selalu dijauhkan dari elemen feminin.

Buat daily outfit, idenya juga cukup mudah diterjemahkan tanpa harus meniru runway mentah-mentah. Kita bisa mulai dengan mempertemukan dua item dari karakter berbeda yang biasanya nggak terpikir untuk dipakai bersamaan.

Bukan Sekadar Outfit, Ini yang Bisa Dipelajari dari Runway JFW 2027

Setelah melihat lima pendekatan desain tersebut, benang merahnya bukan satu warna atau satu jenis siluet tertentu. Masing-masing koleksi menggunakan pakaian dengan cara berbeda untuk membawa gagasan.

KALLArona membaca alam lewat warna dan bentuk organik. SAUL menggunakan siluet untuk membicarakan perjalanan perempuan, Tokodidiyo x MKS’ mengutak-atik estetika preppy, sementara VAIA memainkan perpaduan karakter military dan feminin.

Di sinilah salah satu bagian paling menarik dari runway JFW 2027 terasa. Pakaian nggak selalu harus dinilai berdasarkan pertanyaan apakah kita akan memakainya untuk nongkrong, kuliah, atau datang ke acara tertentu.

Runway memberi ruang bagi bentuk yang berlebihan, kombinasi yang nggak biasa, dan ide yang mungkin terasa terlalu eksperimental untuk daily outfit. Justru dari sana kita bisa mengambil potongan kecil inspirasinya, entah permainan warna, proporsi, layering, maupun keberanian mencampurkan dua estetika berbeda.

Pada akhirnya, runway bukan cuma tempat untuk melihat koleksi terbaru, tetapi juga ruang untuk memahami bagaimana fashion bisa menyampaikan cerita lewat desain. Warna, siluet, dan padu padan yang terlihat sederhana sekalipun bisa membawa gagasan yang lebih luas ketika dirancang dengan tujuan tertentu.

Jadi, lain kali melihat foto runway lewat di timeline, jangan buru-buru scroll. Coba perhatikan warna, bentuk, sampai styling-nya lebih lama. Siapa tahu, kamu bukan cuma menemukan inspirasi outfit baru, tetapi juga cerita menarik di balik pakaian yang awalnya terlihat biasa atau bahkan unik. Baca artikel seputar fashion dan tren terbaru lainnya hanya di Zetizen.com.

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement