Zetizen
Advertisement

Jangan Cuma Lihat Bajunya, 5 Nama Koleksi JFW 2027 Ini Ternyata Kasih Spoiler Duluan

M
Rabu, 28 Okt 2026•Baru Saja
Jangan Cuma Lihat Bajunya, 5 Nama Koleksi JFW 2027 Ini Ternyata Kasih Spoiler Duluan
Sekilas cuma terlihat seperti outfit di runway, tapi setiap detailnya bisa menyimpan cerita. Lima fun fact dari karya JFW 2027 ini membuktikan ada lebih banyak hal untuk dibaca selain tampilannyaSumber: Jakarta Fashion Week
Advertisement

Zetizen.com - Kalau biasanya kita langsung zoom outfit saat foto JFW 2027 lewat di timeline, kali ini coba tahan jempol sebentar. Nama koleksi ternyata bisa menjadi semacam spoiler yang memberi petunjuk tentang apa yang perlu diperhatikan sebelum melihat seluruh look di runway.

Mulai dari SHE, Rona Nusantara, hingga Femme Alignée, beberapa nama terdengar singkat tetapi konteks di belakangnya lebih panjang. Jadi, sebelum sibuk menentukan look mana yang paling menarik, lima fun fact ini menunjukkan kenapa nama koleksi juga layak dibaca.

1. Rona Nusantara sudah memberi petunjuk lewat dua kata

Rona Nusantara menggunakan nama yang memberi petunjuk pada hubungan warna dan lanskap Indonesia dalam koleksi KALLArona di JFW 2027.
Rona Nusantara menggunakan nama yang memberi petunjuk pada hubungan warna dan lanskap Indonesia dalam koleksi KALLArona di JFW 2027. Sumber: Instagram @jfwofficial

Sebelum melihat keseluruhan koleksinya, nama Rona Nusantara dari KALLArona sebenarnya sudah memberikan clue. Kata “rona” dekat dengan warna atau pancaran, sementara “Nusantara” membawa konteksnya ke bentang Indonesia.

Hubungan itu terlihat dari sumber warna yang digunakan dalam koleksi. Lanskap bumi, langit, laut, dedaunan, hingga bunga menjadi referensi untuk palet yang bergerak dari biru pastel, hijau mint, terakota, marun, persik, putih, hingga kuning.

Artinya, pilihan warna tersebut tidak berdiri sendiri hanya karena sedang terlihat menarik. Ada hubungan antara nama koleksi dan bagaimana alam Indonesia diterjemahkan menjadi palet visual.

Ini bagian yang gampang terlewat kalau kita hanya berhenti pada foto runway. Setelah tahu namanya, warna yang tadinya terlihat seperti kombinasi pastel biasa mendapatkan konteks berbeda.

2. Cuma tiga huruf, SHE justru punya konteks yang panjang

SHE hanya terdiri dari tiga huruf, tetapi menjadi pintu masuk untuk membaca gagasan tentang perjalanan dan pengalaman perempuan.
SHE hanya terdiri dari tiga huruf, tetapi menjadi pintu masuk untuk membaca gagasan tentang perjalanan dan pengalaman perempuan. Sumber: Instagram @jfwofficial

Dibanding nama koleksi lain, SHE dari SAUL Studio mungkin menjadi salah satu yang paling gampang diingat. Hanya tiga huruf, tetapi nama tersebut membawa pembicaraan yang jauh lebih luas tentang perempuan.

SHE berangkat dari perjalanan perempuan yang nggak selalu bergerak lurus. Ada perubahan, ekspektasi, tanggung jawab, hingga proses mengenali diri ketika seseorang menjalani banyak peran dalam hidupnya.

Yang menarik, nama ini nggak berusaha menjelaskan perempuan melalui definisi yang panjang. Satu kata justru dibiarkan menjadi payung untuk pengalaman yang berbeda-beda.

Buat kita yang melihat runway dengan cepat dari layar, detail ini bisa mengubah cara membaca koleksi. SHE bukan sekadar nama yang mudah diingat, tetapi menjadi petunjuk tentang siapa yang ditempatkan di pusat ceritanya.

3. Femme Alignée terdengar lembut, referensinya malah bertemu militer

Femme Alignée mempertemukan gagasan feminitas dengan referensi militer sehingga nama koleksinya nggak berhenti pada kesan lembut.
Femme Alignée mempertemukan gagasan feminitas dengan referensi militer sehingga nama koleksinya nggak berhenti pada kesan lembut. Sumber: Instagram @jfwofficial

Membaca nama Femme Alignée mungkin langsung memunculkan bayangan sesuatu yang feminin dan lembut. Koleksi VAIA justru bermain dengan ekspektasi tersebut lewat pertemuan feminitas dan referensi militer.

Kontras itu membuat namanya terasa lebih menarik setelah melihat konteks koleksinya. Feminitas nggak ditempatkan hanya sebagai sesuatu yang halus, sementara ketegasan juga nggak otomatis dibuat berlawanan dengan perempuan.

Dua karakter tersebut justru diletakkan dalam ruang yang sama. Hasilnya membuat kata femme terasa lebih luas daripada gambaran feminin yang biasanya langsung muncul di kepala.

Fun fact-nya ada pada perubahan ekspektasi itu. Kadang nama koleksi memberi kita satu tebakan, lalu karya yang muncul justru meminta tebakan tersebut dibaca ulang.

4. Future Femme bukan nama koleksi, tapi pertanyaannya menarik

Future Femme menjadi nama salah satu panggung JFW 2027 yang memancing pertanyaan tentang bagaimana gagasan feminitas terus berubah.
Future Femme menjadi nama salah satu panggung JFW 2027 yang memancing pertanyaan tentang bagaimana gagasan feminitas terus berubah. Sumber: Instagram @jfwofficial

Ada satu hal yang perlu dibedakan. Future Femme merupakan nama panggung dalam rangkaian hari kedua JFW 2027, bukan nama satu koleksi tertentu.

Namun, dua kata tersebut tetap menarik karena langsung melempar pertanyaan. Kalau femme berkaitan dengan perempuan dan feminitas, seperti apa bentuknya ketika ditempatkan bersama kata future?

Pertanyaan itu terasa dekat dengan cara Gen Z melihat fashion sekarang. Batas antara feminin, maskulin, formal, dan kasual semakin gampang berpindah, sementara satu orang nggak harus bertahan dalam satu estetika sepanjang waktu.

Karena itu, Future Femme menarik justru karena nggak memberi definisi tunggal. Namanya membuka kemungkinan bahwa gagasan tentang feminitas akan terus berubah mengikuti orang yang mengenakannya.

5. Culture/Nature cuma dipisahkan garis miring, tapi maknanya nggak sesederhana itu

Culture/Nature mempertemukan budaya dan alam sebagai dua gagasan yang saling berkaitan dalam rangkaian Jakarta Fashion Week 2027.
Culture/Nature mempertemukan budaya dan alam sebagai dua gagasan yang saling berkaitan dalam rangkaian Jakarta Fashion Week 2027. Sumber: Instagram @jfwofficial

Dua kata besar muncul berdampingan di salah satu panggung JFW 2027 pada 27 Oktober. Culture/Nature mempertemukan Sejauh Mata Memandang dan Oscar Lawalata Culture dalam satu tema.

Kalau dibaca cepat, garis miring di tengahnya mungkin terasa seperti pemisah biasa. Namun, budaya dan alam sebenarnya punya hubungan panjang ketika dibicarakan lewat fashion.

Material berkaitan dengan lingkungan, sementara teknik dan cara mengolah pakaian bisa terbentuk dari pengetahuan yang diwariskan antargenerasi. Cara manusia berpakaian pun nggak pernah benar-benar terlepas dari tempat dan budaya tempat mereka hidup.

Di sinilah nama Culture/Nature bekerja sebagai pemantik, bukan jawaban. Kita dibuat melihat dua kata yang seolah berbeda, lalu mempertanyakan apakah keduanya memang bisa dipisahkan sejauh itu.

Nama koleksi ternyata bisa jadi spoiler kecil

Dari lima nama tadi, ada satu hal yang kelihatan sepele tetapi menarik. Membaca nama koleksi sebelum melihat runway bisa memberi konteks yang mungkin nggak tertangkap hanya dari satu foto.

Ada nama yang menunjukkan sumber inspirasi, ada yang menempatkan satu subjek sebagai pusat cerita, dan ada pula yang sengaja meninggalkan pertanyaan. Nama akhirnya bukan cuma label untuk membedakan satu koleksi dengan koleksi lainnya.

Mungkin ini juga cara yang lebih seru menikmati fashion di tengah kebiasaan scrolling cepat. Kita nggak harus paham istilah fashion yang rumit untuk mulai membaca sebuah runway.

Jadi, kalau foto JFW 2027 kembali lewat di timeline, jangan langsung menentukan “bagus” atau “nggak” dari satu look. Cari nama koleksi atau show-nya dulu, lalu lihat fotonya sekali lagi. Bisa jadi dua atau tiga kata itu membuat kamu menangkap sesuatu yang sebelumnya terlewat. 

Penasaran dengan cerita di balik koleksi dan tren fashion terbaru? Temukan sudut pandang menarik seputar dunia fashion, gaya Gen Z, dan inspirasi outfit lainnya hanya di Zetizen.com!

Editor:medita restu
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement