
KALONGAN, 14 Juli 2026 – Mahasiswa KKN-T IDBU 26 UNDIP melalui Program Kemasyarakatan melaksanakan skrining kolesterol bagi kelompok usia dewasa di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Puri Delta Asri RW 15, Desa Kalongan, pada 14 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).
Kegiatan skrining kolesterol dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui Posyandu ILP. Salah satu fokus kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T IDBU 26 UNDIP, khususnya Najwa Farihaa Izza sebagai penanggung jawab kegiatan, adalah pemeriksaan kadar kolesterol pada orang dewasa. Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatan dan meningkatkan kepedulian terhadap risiko PTM. Kadar kolesterol yang tinggi dapat berlangsung tanpa menimbulkan gejala yang khas sehingga seseorang sering kali tidak menyadari adanya risiko kesehatan. Oleh karena itu, pemeriksaan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mengenali risiko lebih awal.
Melalui pemeriksaan sederhana, masyarakat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kadar kolesterolnya yang dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kesadaran dalam menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat yang dapat diterapkan antara lain dengan menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Ibu Vina, Ketua RW 15 Puri Delta Asri sekaligus Ketua Posyandu, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa memberikan manfaat dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Posyandu ILP.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan yang baik bagi mahasiswa, khususnya yang bergerak di bidang kesehatan masyarakat, untuk terlibat langsung dalam praktik pelayanan di lapangan melalui kegiatan Posyandu ILP. Kehadiran mahasiswa juga sangat membantu kami, baik dalam pelaksanaan kegiatan maupun dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat. Tentunya, kegiatan seperti ini juga dapat mendukung para kader dalam menjalankan kegiatan Posyandu,” ujar Ibu Vina.
Senada dengan hal tersebut, Pak Heru selaku Ketua RW 15 berharap kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. “Kami juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti selama mahasiswa KKN berada di sini, tetapi bisa dilanjutkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkap Pak Heru.
Kegiatan skrining kolesterol ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui upaya promotif dan preventif serta deteksi dini faktor risiko PTM, kegiatan ini berkontribusi dalam mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup. Keberadaan Posyandu ILP menjadi salah satu peluang strategis untuk memperkuat upaya deteksi dini di tingkat masyarakat. Dengan pelayanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau, masyarakat diharapkan semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan untuk memantau kondisi kesehatan secara berkala. Skrining kolesterol tidak hanya menjadi kegiatan pemeriksaan, tetapi juga menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengenali risiko penyakit dan mulai menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat.







