
Zetizen.com - Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang (10/07/2026), mahasiswa KKNT IDBU 26 Undip melaksanakan program kerja edukasi kesehatan mengenai pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kepada anggota Karang Taruna RW 15 Perumahan Puri Delta Asri Program kerja ini dilakukan mahasiswa dengan nama Primus Abbad Tanara (S1 Kedokteran).
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai faktor risiko, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan ISPA yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko ISPA, seperti paparan asap rokok, polusi udara, lingkungan yang kurang bersih, serta rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara penularan ISPA dan langkah sederhana untuk mengurangi risiko penularannya.
Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta Karang Taruna RW 15 turut berpartisipasi aktif dengan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan saluran pernapasan.
Ketua Karang Taruna RW 15 Perumahan Puri Delta Asri, Dimas, menyambut baik kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan bagi generasi muda penting karena pengetahuan mengenai pencegahan penyakit dapat diterapkan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Menurut saya kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi teman-teman Karang Taruna. Kami jadi lebih mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan ISPA dan bagaimana cara mencegahnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dimas.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan ISPA secara mandiri. Penerapan PHBS, menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga sirkulasi udara, serta menghindari paparan asap rokok menjadi beberapa upaya yang ditekankan dalam edukasi.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Lintang Dian Saraswati, SKM, M. Epid, PhD., menyampaikan bahwa program edukasi kesehatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
“Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa tidak hanya menyampaikan informasi mengenai ISPA, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengenali faktor risikonya dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dan turut disebarluaskan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” jelas Bu Lintang.
Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu memahami faktor risiko dan cara penularan ISPA serta mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan berpartisipasi aktif selama proses edukasi.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah sederhana namun berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga kesehatan saluran pernapasan sekaligus menerapkan PHBS di lingkungan keluarga dan masyarakat.







