Seru, kocak, dan penuh semangat! Itu yang terlihat di Desa Sukoreno, Kalisat, Jember, saat KKN Posko 62 berkolaborasi dengan FAD (Forum Anak Desa) menggelar perlombaan pada 15–16 November 2025.
Bukan karena konser atau festival, melainkan lomba kreatif yang digelar KKN Posko 62 bekerja sama dengan FAD Desa Sukoreno, yang menjadi puncak kegiatan menjelang penarikan mahasiswa KKN UIN KHAS Jember.
Bertemakan GENBARA (Generasi Berdaya dan Berkarya), acara ini sukses menyatukan mahasiswa dan warga dalam momen penuh keceriaan dan kompetisi seru.
Lomba kreatif ini terbagi menjadi dua kategori utama. Pertama, kategori akademik, yang menantang peserta untuk menunjukkan kemampuan keagamaan melalui lomba adzan dan hafalan surat pendek.
Kemudian yang kedua, kategori non-akademik, yang penuh keseruan, seperti sepakbola menggunakan sarung, estafet tepung, estafet karet, dan memasukkan paku ke dalam botol.
Menurut Rizal Annas Taufiki, yang akrab dipanggil dengan Annas, salah satu mahasiswa KKN Posko 62, kegiatan ini menjadi cara efektif untuk mengakrabkan diri dengan masyarakat.

“Awalnya kami ragu, apakah lomba-lomba ini bisa meriah, tapi ternyata antusiasme warga dan anak-anak luar biasa! Mereka bersemangat, tertawa, dan semangat berkompetisi sampai akhir,” ujarnya.
Tak hanya mahasiswa, Roid, salah satu anak Desa Sukoreno yang mengikuti perlombaan, juga mengungkapkan rasa senangnya.

“Saya senang banget bisa ikut lomba, kumpul sama teman-teman, dan bisa coba banyak lomba yang ada. Harapannya acara seperti ini bisa diadakan lagi di Desa saya,” ujar Roid dengan penuh antusias.
Tema GENBARA terasa semakin relevan karena kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk tampil, berekspresi, dan mengembangkan kepercayaan diri.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan FAD membuat rangkaian acara semakin hidup, tertata, dan penuh inspirasi bagi masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, lomba akademik berlangsung dengan suasana khidmat, sementara lomba non-akademik memicu tawa lepas para penonton.
Setiap sudut lapangan dipenuhi semangat keceriaan, baik dari peserta yang berusaha tampil maksimal maupun warga yang menikmati setiap momen seru yang terjadi.
Momen estafet tepung dan tantangan paku dalam botol menjadi salah satu favorit, karena membuat peserta harus bergerak cepat sambil menjaga keseimbangan sehingga menciptakan banyak momen lucu.
Di balik keceriaan itu, mahasiswa KKN Posko 62 turut bekerja keras untuk memastikan setiap perlombaan berjalan lancar dan aman.
Bagi para peserta, seperti anak-anak yang mengikuti sepakbola sarung, kegiatan ini menjadi pengalaman berbeda dari rutinitas sekolah. Mereka dapat bermain bersama teman sebaya, berinteraksi dengan kakak-kakak KKN, dan menikmati kompetisi yang ada.
Di sisi lain, acara ini juga memperkuat jalinan hubungan sosial di Desa Sukoreno. Interaksi antara mahasiswa dan warga semakin akrab, menciptakan kenangan manis menjelang penarikan KKN.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya berkutat pada program akademik atau pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, kebersamaan, dan ruang bermain yang sehat bagi generasi muda.
Semangat GENBARA diharapkan dapat terus hidup di Desa Sukoreno. Kegiatan semacam ini dapat menginspirasi lebih banyak program kolaboratif di masa mendatang.
Dengan penuh tawa, semangat, dan kebersamaan, KKN Posko 62 UIN KHAS Jember menutup masa pengabdiannya dengan momen hangat yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga dan peserta.



