TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di IndonesiaLagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia

Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember dan Forum Anak Desa Sukseskan Turnamen Kasti di Sukoreno

a
Senin, 27 Okt 202527 Okt 2025
Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember dan Forum Anak Desa Sukseskan Turnamen Kasti di Sukoreno
Turnamen Kasti Forum Anak Desa se-Kabupaten Jember di Desa SukorenoFoto: ataka danial falah / Zetizen Media

Zetizen - Suasana Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, pada Minggu (26/10/2025) tampak lebih semarak dari biasanya.

Lapangan desa yang biasanya digunakan warga untuk berolahraga kini dipenuhi keceriaan anak-anak, remaja, hingga orang tua yang antusias mengikuti dan menyaksikan jalannya turnamen kasti.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Forum Anak Desa (FAD) wilayah Jember, yang mencakup Desa Sukoreno, Patempuran, Kesilir, dan Wringintelu, berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Turnamen kasti ini menjadi salah satu agenda utama yang digelar oleh Forum Anak Desa sebagai bagian dari program kegiatan anak-anak di Sukoreno.

Mahasiswa KKN turut ambil peran dalam membantu persiapan, pendampingan teknis seperti penghitungan skor, hingga dokumentasi kegiatan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat sportivitas sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa.

Ketua panitia, Zainuri Romli, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme para peserta.

“Anak-anak di desa kami sangat senang dan bersemangat mengikuti kegiatan ini, apalagi mereka bisa bekerja sama dengan kakak-kakak mahasiswa KKN, mulai dari persiapan lapangan hingga pelaksanaan lomba, semua dilakukan bersama-sama, jadi terasa sekali suasana kebersamaan dan gotong royongnya”

Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif. Anak-anak diajak untuk memahami pentingnya peran aktif dalam kegiatan positif di lingkungannya.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi, bahkan sebelum pertandingan dimulai. Sorak-sorai penonton dan tawa anak-anak menambah suasana kasti semakin hidup dan menyenangkan.

Salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Laili Rahmawati menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini.

“kami ingin melalui kegiatan turnamen kasti ini, anak-anak tidak hanya memahami tentang olahraga, tetapi juga menjadikannya sebagai wadah kebersamaan dan pembelajaran sosial, khususnya bagi anak-anak di Desa Sukoreno. Selain itu, mereka juga dapat belajar bekerja sama, menghargai lawan, dan menumbuhkan semangat sportivitas sejak dini,” ujarnya.

Forum Anak Desa (FAD) sendiri merupakan organisasi anak yang dibina oleh pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

FAD menjadi wadah partisipasi anak-anak untuk menyalurkan aspirasi, pendapat, dan kebutuhan mereka dalam proses pembangunan, khususnya di tingkat desa.

Melalui kegiatan seperti turnamen kasti ini, anak-anak dapat belajar berorganisasi, berpendapat, dan berkontribusi nyata bagi lingkungannya.

Bagi mahasiswa KKN UIN KHAS Jember, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Mereka tak hanya menjalankan program kerja akademik, tetapi juga turut berbaur dan belajar dari masyarakat, terutama anak-anak desa. Dukungan dari perangkat desa sukoreno dan masyarakat membuat kegiatan ini berjalan lancar dan meriah.

Selain pertandingan, kegiatan juga diisi dengan sesi foto dan juga makan bersama setelah pertandingan selesai. Momen kebersamaan tersebut menjadi penutup yang hangat bagi anak-anak desa sukoreno dan juga mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Forum Anak Desa khususnya desa Sukoreno berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi anak yang aktif dan kreatif.

Sementara mahasiswa KKN UIN KHAS Jember turut berperan dalam menginspirasi anak-anak untuk terus berani tampil, berpendapat, dan berkontribusi bagi desanya.

Turnamen kasti ini bukan sekadar perlombaan, melainkan simbol kebersamaan dan semangat gotong royong antara mahasiswa, anak-anak, dan masyarakat desa. Dari lapangan sederhana di Dusun Gumuk Baung, Desa Sukoreno, semangat kolaborasi tumbuh dan menjadi bukti bahwa perubahan positif bisa dimulai dari hal kecil dan dilakukan bersama.

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →