
Zetizen - Film animasi keluarga Papa Zola The Movie resmi tayang di bioskop Indonesia sejak 23 Januari 2026. Diproduksi oleh Monsta Studios dan disutradarai oleh Nizam Razak, kreator di balik kesuksesan serial animasi populer BoBoiBoy. Film ini memperluas semesta yang sudah dikenal luas di Asia Tenggara.
Sebagai prekuel sekaligus spin-off dari dunia BoBoiBoy, film berdurasi hampir dua jam ini memadukan animasi, aksi, petualangan, komedi, dan fiksi ilmiah. Fokus cerita diarahkan pada karakter Papa Zola, sosok ayah nyentrik yang selama ini dikenal penuh gaya dan kerap membesar-besarkan cerita.
Kisah Masa Lalu Papa Zola dan Dinamika Keluarganya
Berbeda dari penampilannya di serial utama, film ini menggali masa lalu Papa Zola sebelum peristiwa di BoBoiBoy. Di balik kebiasaannya membesar-besarkan cerita, tersimpan sejarah yang jauh lebih kompleks.
Dalam film ini, ia harus menghadapi ancaman besar yang membahayakan putrinya sekaligus dunia. Konflik tersebut membawanya kembali berhadapan dengan musuh misterius yang memiliki kaitan dengan masa lalunya. Di balik tingkah jenaka, film ini menonjolkan perjuangan seorang ayah yang rela berkorban demi keluarga.
Sosok Mama Zila juga menjadi bagian penting dalam dinamika cerita. Dikenal anggun dan tegas, ia merupakan mantan agen P.A.P.A (Protec And Prevent Agency). Dalam dunia simulasi semesta BoBoiBoy, karakter perfeksionisnya divisualisasikan secara ekstrem.
Ketika melihat sesuatu yang berantakan, reaksinya dapat berubah menjadi sosok monster, hal ini menjadi sebuah elemen hiperbolik yang menambah warna komedi sekaligus memperkuat karakterisasi dirinya.
Kehadiran Mama Zila tidak hanya memperkaya aksi, tetapi juga memperdalam tema keluarga yang menjadi inti cerita.
Produksi Besar Libatkan Lebih dari 120 Animator
Nizam Razak mengungkapkan bahwa biaya produksi film ini mencapai sekitar USD 5 juta (sekitar Rp 85 miliar), termasuk biaya pemasaran. Menurutnya, angka tersebut wajar untuk membangun intellectual property (IP) baru dalam format film layar lebar.
Produksi Papa Zola The Movie melibatkan lebih dari 120 animator di bawah naungan Monsta Studios, serta berkolaborasi dengan sejumlah studio animasi, termasuk dari Indonesia.
Keberhasilan film ini dinilai bukan hanya dari angka penonton, tetapi juga dari respons emosional yang diterima. Nizam menyebut, melihat penonton semakin menghargai peran dan perjuangan seorang ayah setelah menonton film ini menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.
Sukses Besar di Malaysia, Tembus RM 68,2 Juta
Sebelum tayang di Indonesia, film ini telah mencetak prestasi impresif di negara asalnya. Papa Zola The Movie meraih lebih dari 3,5 juta penonton dalam tiga pekan penayangan di Malaysia.
Tak hanya dari sisi jumlah penonton, film ini juga mencatat pendapatan lebih dari RM 68,2 juta di Malaysia dan kawasan Asia Tenggara. Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu film animasi Malaysia terlaris sepanjang masa serta memperkuat posisi Monsta Studios di industri animasi regional. Film ini telah mengumpulkan lebih dari 4 juta penonton di Asia Tenggara.
Performa Kuat di Indonesia, Menuju 500 Ribu Penonton
Di Indonesia, sambutan penonton terbilang positif. Hingga 18 Februari 2026, Papa Zola The Movie telah mengumpulkan sekitar 493 ribu penonton dan masih terus bertambah.
Pada akhir pekan pertama penayangan, film ini meraih lebih dari 200 ribu penonton dan menjadi salah satu film baru paling banyak ditonton saat itu. Rating penonton yang mencapai 9,7 juga menunjukkan respons yang sangat baik dari publik.
Film ini hadir di Indonesia melalui kolaborasi Monsta Studios, Astro Shaw, dan MD Pictures, serta didukung jaringan bioskop besar seperti Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis.







