zetizen

Sinopsis Marty Supreme: Film Timothée Chalamet Peraih 9 Nominasi Oscar 2026

Movie
Timothée Chalamet dan director Josh Safdie

Zetizen - Film peraih sembilan nominasi Academy Awards 2026, Marty Supreme, segera hadir di bioskop Indonesia mulai 25 Februari 2026. Film ini diboyong oleh KlikFilm dan menjadi salah satu rilisan internasional paling bergengsi di awal tahun.

Dibintangi Timothée Chalamet, film ini tak hanya menjadi sorotan karena pencapaian Oscar-nya, tetapi juga karena kemenangan sang aktor di ajang Golden Globe dan Critics Choice Awards 2026 untuk kategori Aktor Terbaik

Terinspirasi Legenda Tenis Meja Amerika

Marty Supreme berlatar New York era 1950-an dan mengikuti perjalanan Marty Mauser, seorang pemuda ambisius yang bercita-cita menjadi juara dunia tenis meja.

Menariknya, karakter Marty terinspirasi dari legenda tenis meja Amerika, Marty Reisman. Reisman dikenal sebagai pemain eksentrik yang kerap melakukan hustling, yakni strategi tipu daya dalam pertandingan untuk mendapatkan uang, ini merupakan elemen yang juga menjadi bagian penting dalam alur film.

Dalam cerita, Marty bekerja di toko sepatu sambil memupuk ambisi besar menjadi pemain pingpong kelas dunia. Obsesi terhadap kemenangan membuatnya rela menempuh berbagai cara, termasuk manipulasi pertandingan demi membangun reputasi dan finansialnya.

Ambisinya membawa Marty berkeliling dunia, berhadapan dengan sorotan media, hingga terjerat hubungan asmara kompleks dengan seorang sosialita kaya.

Potret Ambisi dan Harga Moral

Disutradarai oleh Josh Safdie dan ditulis bersama Ronald Bronstein, film ini menghadirkan studi karakter yang intens tentang obsesi dan konsekuensi moral.

Seiring cerita berjalan, Marty semakin mendorong dirinya melampaui batas etika. Kegagalan demi kegagalan tidak menghentikannya, justru memperkuat sisi gelap dalam dirinya. Film ini menyoroti bagaimana garis tipis antara ambisi sehat dan obsesi destruktif bisa dengan mudah terlewati.

Menurut Direktur KlikFilm, Frederica, film ini relevan dengan kehidupan modern.

“Film ini bukan hanya prestasi sinematik yang luar biasa, tetapi juga kisah yang sangat relevan tentang ambisi, mimpi, dan konsekuensi pilihan hidup,” ujarnya.

Timothée Chalamet dan Puncak Kariernya

Timothée Hal Chalamet lahir di New York pada 27 Desember 1995 dan memulai karier dari panggung teater sebelum namanya melesat lewat film Call Me By Your Name (2017) karya Luca Guadagnino.

Dalam film tersebut, ia menjadi salah satu nominasi Aktor Terbaik Oscar termuda saat berusia 22 tahun.

Kariernya terus menanjak lewat film-film seperti Lady Bird, Little Women, hingga blockbuster global Dune dan Wonka.

Puncaknya terjadi pada musim penghargaan 2026. Lewat Marty Supreme, Chalamet memenangkan Golden Globe dan Critics Choice Awards sebelum akhirnya membawa pulang Oscar. Pencapaian ini menegaskan posisinya sebagai salah satu aktor generasi paling berpengaruh saat ini.

Didukung Deretan Bintang Papan Atas

Selain Chalamet, film ini juga diperkuat oleh:

Halaman: