
Respons positif ini memperkuat posisi Monster Pabrik Rambut sebagai film genre yang tidak hanya mengandalkan teror, tetapi juga menawarkan refleksi sosial yang tajam.
Ko-Produksi Lintas Negara
Film ini merupakan hasil kolaborasi internasional antara Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Skenario ditulis oleh Edwin bersama Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga, serta diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy.
Monster Pabrik Rambut masih akan diputar beberapa kali di Berlinale hingga 22 Februari 2026 sebelum melanjutkan perjalanan festivalnya.
Dengan pendekatan genre yang berani dan kritik sosial yang tajam, film ini diharapkan tidak hanya menakutkan, tetapi juga memantik refleksi tentang kehidupan dan sistem yang sering kali terasa lebih mengerikan daripada hantu itu sendiri.





