
Zetizen - Film Monster Pabrik Rambut produksi Palari Films resmi menggelar world premiere di ajang Berlin International Film Festival atau Berlinale 2026. Penayangan perdana berlangsung pada 14 Februari 2026 dalam program Berlinale Special Midnight di Uber Eats Music Hall, Berlin.
Disutradarai Edwin, film ini mendapat sambutan meriah dari hampir 2.000 penonton internasional. Respons positif tersebut menjadi awal perjalanan global film bergenre horor fantasi ini sebelum direncanakan tayang di bioskop Indonesia sepanjang 2026.
Kombinasi Genre Horor, Body-Horror, dan Komedi Jadi Satu
Monster Pabrik Rambut yang juga dikenal dengan judul internasional Sleep No More menggabungkan horor, body-horror, dark comedy, dan fantasi dalam satu paket cerita yang tidak biasa.
Film ini menghadirkan kisah surealis berlatar pabrik wig bobrok, tempat para buruh dipaksa bekerja lembur di bawah pengawasan atasan yang eksploitatif. Visual mencekam dan teror yang membayangi sepanjang cerita dipadukan dengan satire sosial yang tajam.
Edwin mengaku terinspirasi untuk mengeksplorasi genre horor dengan pendekatan berbeda. Ia ingin menciptakan suasana horor yang tidak bertumpu pada hantu seperti kebanyakan film horor Indonesia, tetapi lewat atmosfer, absurditas, dan sistem yang terasa mengerikan.
Kritik terhadap Budaya Kerja dan Kapitalisme
Di balik terornya, film ini menyimpan kritik sosial kuat tentang eksploitasi tenaga kerja dan budaya workaholic yang sering dinormalisasi.
Edwin menyoroti bagaimana kondisi kerja tidak manusiawi kerap dianggap biasa. Dalam filmnya, pabrik menjadi simbol ekosistem beracun, tempat pekerja terputus dari tujuan utama pekerjaan mereka.
Menurutnya, banyak orang bekerja keras tanpa benar-benar tahu untuk apa. Target demi target dikejar, bahkan hingga memicu kecelakaan, tetapi maknanya hilang.
Pendekatan horor-komedi dipilih karena dianggap sebagai cara efektif untuk membahas realitas yang sudah terasa absurd dalam kehidupan sehari-hari.
Dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Rachel Amanda
Film ini dibintangi sejumlah aktor ternama seperti Iqbaal Ramadhan, Rachel Amanda, Sal Priadi, Luqman Hakim (Kak Kev), Aryani Willems, hingga Lutesha.
Iqbaal mengaku senang melihat respons positif dari audiens internasional di Berlinale. Ia berharap Monster Pabrik Rambut bisa menjadi opsi baru dalam genre horor Indonesia dan tetap dibicarakan penonton bahkan setelah film berakhir.
Dipuji Media Internasional
Film Monster Pabrik Rambut mendapat perhatian dari sejumlah media film internasional usai penayangan perdananya di Berlinale 2026.
Media perfilman Eropa, Cineuropa, menilai film ini bukan sekadar tontonan horor dengan visual ekstrem. Dalam ulasannya, mereka menyebut karya Edwin memiliki lapisan emosional yang tenang namun menyedihkan, sehingga membuat film ini terasa lebih dari sekadar hiburan genre.
Sementara itu, The Hollywood Reporter menyoroti keberanian Edwin memasukkan komedi gelap dan kritik terhadap pemujaan kapitalisme ke dalam balutan horor surealis. Pendekatan tersebut dinilai memberi warna berbeda dibanding film horor konvensional.
Dalam wawancara dengan Variety, Edwin juga menjelaskan bahwa realitas sosial bisa dibicarakan lewat genre apa pun, termasuk horor-komedi. Ia menyebut banyak hal “absurd” dalam kehidupan sehari-hari yang justru terasa relevan jika disampaikan melalui pendekatan satir dan fantasi gelap.





