Zetizen.com - Memasuki usia 30 tahun, Erajaya Group telah berkembang dari distributor perangkat telekomunikasi menjadi smart lifestyle retailer dengan lebih dari 2.500 gerai di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Perubahan tersebut berjalan seiring dengan perluasan bisnis Erajaya ke sejumlah kategori di luar perangkat digital, mulai dari olahraga, fashion, kendaraan listrik hingga makanan dan minuman. Hingga Semester I 2026, Erajaya juga memiliki lebih dari 22.000 karyawan dan ekosistem 18,4 juta anggota MyEraspace.
Sepanjang Semester I 2026, Erajaya menambah 173 gerai baru. Dari total jaringan tersebut, Erajaya Digital mengoperasikan 1.920 gerai, Erajaya Active Lifestyle 256 gerai, dan Erajaya Food & Nourishment 90 gerai, sementara jaringan di Singapura dan Malaysia mencakup 240 gerai.
Dari Teknologi ke Lifestyle
Perluasan bisnis menjadi bagian dari strategi Erajaya untuk mengikuti perubahan kebutuhan konsumen. Kontribusi bisnis di luar kategori digital mencapai sekitar 12 persen dari total penjualan Group pada Semester I 2026.
Pada FY2025, Erajaya mencatat penjualan tahunan sebesar Rp76 triliun. President Director & Group CEO Erajaya, Budiarto Halim, menyebut diversifikasi dilakukan untuk membawa bisnis lebih dekat dengan kebutuhan dan pengalaman lifestyle konsumen.
Perubahan tersebut terlihat dari sejumlah kemitraan yang dikembangkan Erajaya. Di kategori kendaraan listrik, misalnya, perusahaan menghadirkan XPENG, sementara lini fashion diisi GENTLEWOMAN dan kategori olahraga mencakup ANTA, Under Armour, serta Wilson.
Untuk bisnis Food & Nourishment, Erajaya menghadirkan CHAGEE sekaligus mempersiapkan kehadiran I'm donut? dan Oriental Kopi di Indonesia.
Menghubungkan Gerai Fisik dan Digital
Ekspansi kategori tersebut ditopang ekosistem omnichannel Erajaya yang menghubungkan jaringan gerai fisik, platform digital, dan ekosistem loyalitas Eraspace.
Melalui sistem tersebut, konsumen dapat mengenal dan mencoba produk secara langsung di toko, kemudian mencari informasi, membandingkan pilihan, hingga melakukan transaksi melalui kanal digital.
Pendekatan ini menjadi bagian dari perubahan posisi Erajaya, dari perusahaan yang sebelumnya dikenal melalui distribusi perangkat telekomunikasi menjadi retailer dengan portofolio yang lebih luas.
30 Tahun Bisnis, Ada Fokus pada Keberlanjutan
Pertumbuhan bisnis juga dibarengi sejumlah program keberlanjutan. Erajaya menjalankan Wana Erajaya, sebuah inisiatif konservasi dan carbon offsetting yang berfokus pada restorasi ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, serta reforestasi.
Program tersebut berpotensi memberikan kontribusi carbon emissions offset sekitar 1.922 tCO2e. Di bidang pendidikan, Program Penguatan & Kerjasama Vokasi Erajaya telah menjangkau lebih dari 3.000 siswa dan membangun kemitraan dengan 221 sekolah di 29 provinsi sejak 2019.
Sementara melalui Erajaya Sustainable Gadget, perusahaan mendorong pengelolaan limbah elektronik. Sejak diluncurkan pada 2024, sebanyak 4.238 gadget rusak atau tidak digunakan telah didaur ulang oleh mitra daur ulang.
Menuju Dekade Berikutnya
Memperingati 30 tahun perjalanan, Erajaya mengusung tema “Towards the Next Era – A Legacy of Innovation, a Future of Possibilities.”
Memasuki dekade berikutnya, perusahaan menyatakan akan mempertahankan fondasi bisnis inti sekaligus mengeksplorasi peluang pertumbuhan di berbagai segmen lifestyle. Ekspansi disebut akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan peluang pasar, keselarasan strategis, potensi pertumbuhan, serta kapabilitas perusahaan.
Selain perjalanan bisnis, Erajaya juga menghadirkan berbagai program promosi dan penawaran spesial hingga akhir 2026 sebagai bagian dari perayaan 30 tahun perusahaan.
Dengan perjalanan tersebut, tiga dekade Erajaya bukan hanya mencatat pertumbuhan jaringan ritel, tetapi juga perubahan cakupan bisnis dari perangkat telekomunikasi menuju ekosistem yang mencakup teknologi dan berbagai kebutuhan lifestyle konsumen.




