Zetizen.com - Cristiano Ronaldo telah meraih berbagai gelar bergengsi dan mencatatkan rekor individu sepanjang kariernya. Namun, ada satu trofi yang selalu berada di luar jangkauannya, yaitu Piala Dunia. Kini, setelah mengumumkan pensiun dari tim nasional Portugal pada 5 November 2026, kesempatan Ronaldo untuk mengangkat trofi paling prestisius dalam sepak bola internasional dipastikan tidak akan terwujud.
Keputusan tersebut sekaligus menutup perjalanan panjang seorang pemain yang telah mengabdikan lebih dari dua dekade untuk negaranya. Ronaldo masih akan melanjutkan karier profesional bersama Al Nassr, tetapi ambisinya untuk menjadi juara dunia bersama Portugal kini menjadi bagian dari sejarah yang tidak pernah tercapai.
Piala Dunia, Satu-Satunya Gelar yang Belum Berhasil Diraih Ronaldo
Bagi Ronaldo, Piala Dunia bukan sekadar turnamen empat tahunan. Kompetisi tersebut merupakan panggung yang selalu memberinya kesempatan untuk membuktikan diri sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Perjalanannya dimulai pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Saat itu, Ronaldo masih berusia 21 tahun dan berhasil membawa Portugal melangkah hingga semifinal. Portugal akhirnya finis di posisi keempat setelah kalah dari Jerman dalam perebutan tempat ketiga.
Sejak saat itu, Ronaldo terus kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia. Ia tampil di Afrika Selatan 2010, Brasil 2014, Rusia 2018, Qatar 2022, hingga Amerika Utara 2026.
Enam edisi Piala Dunia menjadi bukti panjangnya perjalanan Ronaldo. Bahkan, ia berhasil mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi berbeda. Total, Ronaldo mengoleksi 11 gol sepanjang keikutsertaannya dalam turnamen tersebut.
Namun, ada perbedaan besar antara menciptakan sejarah dan memenangkan trofi. Ronaldo berhasil melakukan yang pertama, tetapi tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk melakukan yang kedua.
Euro 2016 Pernah Membawa Portugal ke Puncak, tetapi Bukan Piala Dunia
Jika membicarakan perjalanan Ronaldo bersama Portugal, rasanya tidak lengkap tanpa mengingat keberhasilan mereka di Euro 2016. Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Portugal sekaligus momen penting dalam karier internasional sang megabintang.
Portugal berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Prancis dengan skor 1-0 melalui gol Éder pada babak tambahan. Menariknya, Ronaldo justru tidak mampu menyelesaikan pertandingan karena mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Meski tidak berada di lapangan hingga pertandingan berakhir, Ronaldo tetap menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut. Ia bahkan terlihat memberikan dukungan dan arahan kepada rekan-rekannya dari pinggir lapangan.
Setelah itu, Portugal kembali meraih gelar UEFA Nations League pada 2019 dan 2025. Tiga gelar bersama tim nasional tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian Ronaldo tidak berakhir dengan tangan kosong.
Dalam pernyataannya setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo juga menyebut keberhasilan Portugal di Euro 2016 memiliki arti yang sangat besar baginya, bahkan ia menganggapnya setara dengan Piala Dunia. Namun, tetap ada perbedaan antara menjadi juara Eropa dan menjadi juara dunia. Piala Dunia memiliki panggung, persaingan, dan sejarah tersendiri yang belum pernah berhasil ditaklukkannya.
Piala Dunia 2026 Menjadi Kesempatan Terakhir yang Terlewatkan
Harapan terakhir Ronaldo untuk mengangkat trofi Piala Dunia hadir pada edisi 2026. Di usia 41 tahun, ia masih berusaha membawa Portugal melangkah sejauh mungkin di tengah persaingan dengan generasi pemain yang lebih muda.
Sebelum turnamen berlangsung, Ronaldo sudah memberikan sinyal bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan terakhirnya. Pernyataan tersebut membuat setiap pertandingan Portugal terasa semakin berarti bagi para pendukungnya.
Sayangnya, perjalanan Portugal harus berhenti pada babak 16 besar. Mereka kalah 0-1 dari Spanyol dalam pertandingan yang berlangsung di Dallas pada 6 Juli 2026.
Hasil tersebut menjadi pukulan besar karena Portugal harus mengubur harapan untuk melanjutkan perjalanan menuju perempat final. Bagi Ronaldo, kekalahan itu sekaligus menutup kesempatan terakhirnya untuk menjadi juara dunia sebagai pemain.
Setelah pertandingan, Ronaldo mengakui bahwa dirinya sedih harus meninggalkan Piala Dunia dengan hasil tersebut. Namun, ia juga mengatakan telah memberikan segalanya dan bisa meninggalkan turnamen dengan hati nurani yang bersih. Momen tersebut memperlihatkan sisi lain seorang pemain yang harus menerima bahwa tidak semua ambisi bisa diwujudkan.
Pensiun dari Portugal, tetapi Bukan dari Sepak Bola
Pada 5 November 2026, Ronaldo akhirnya mengumumkan keputusan untuk mengakhiri perjalanan internasionalnya bersama Portugal. Melalui video yang diunggah di media sosial, ia menyampaikan bahwa sudah waktunya mengembalikan nomor punggung tujuh kepada generasi berikutnya.
Keputusan tersebut menutup perjalanan yang dimulai pada Agustus 2003. Selama 23 tahun, Ronaldo telah mencatatkan 234 penampilan dan 146 gol bersama Portugal. Kedua angka tersebut menjadi rekor dunia untuk kategori pemain putra di level internasional.
Ada satu bagian dari perpisahannya yang terasa emosional. Ronaldo menyampaikan bahwa nomor tujuh bukan semata-mata miliknya, melainkan sesuatu yang selama ini ia dapatkan sebagai sebuah kehormatan dan tanggung jawab.
Meski demikian, pengumuman tersebut bukan berarti Ronaldo langsung mengakhiri karier sebagai pesepak bola profesional. Ia masih memiliki perjalanan bersama Al Nassr dan tetap bisa menambah pencapaian di level klub. Akan tetapi, cerita Ronaldo bersama Portugal sudah mencapai halaman terakhirnya. Tidak akan ada lagi kesempatan baginya untuk mengenakan seragam Seleção das Quinas dalam perjuangan menuju Piala Dunia berikutnya.
Perjalanan Ronaldo memperlihatkan bahwa sepak bola tidak selalu memberikan akhir yang sempurna. Ia pernah mengangkat trofi Euro, memenangkan Nations League, mencetak ratusan gol, dan menciptakan rekor yang mungkin sulit disamai. Namun, satu impian tetap tidak berhasil digenggamnya: menjadi juara Piala Dunia.
Meski gagal meraih trofi tersebut, Cristiano Ronaldo akan tetap dikenang sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola. Kisahnya menjadi pengingat bahwa bahkan seorang legenda dengan ambisi dan pencapaian luar biasa tidak selalu bisa mendapatkan semua yang diimpikan. Ikuti terus perjalanan legenda sepak bola dunia dan berita olahraga terbaru lainnya hanya di Zetizen.com!





