Zetizen
Advertisement

7 Fun Fact Olahraga Basket yang Jarang Diketahui, Ternyata Papan Pantul Punya Sejarah Unik

N
Penulis:Najmi Raihan
Jumat, 30 Okt 2026•11 Jam Lalu
7 Fun Fact Olahraga Basket yang Jarang Diketahui, Ternyata Papan Pantul Punya Sejarah Unik
James Naismith, pencipta olahraga basketSumber: Wikimedia Commons
Advertisement

Zetizen.com - Pernahkah kamu bertanya mengapa ring basket dilengkapi papan pantul atau mengapa setiap tim hanya memiliki waktu 24 detik untuk melakukan tembakan? Di balik aksi slam dunk, tembakan tiga angka, dan persaingan sengit di lapangan, olahraga basket menyimpan berbagai fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Beberapa aturan dan perlengkapan yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari permainan ternyata memiliki cerita unik di balik kemunculannya.

Sejak diciptakan lebih dari satu abad lalu, basket telah mengalami berbagai perubahan yang membuat permainannya semakin cepat dan kompetitif. Menariknya, sejumlah aturan tersebut lahir sebagai solusi atas masalah yang pernah terjadi dalam pertandingan. Yuk, simak tujuh fun fact olahraga basket yang mungkin belum kamu ketahui!

1. Papan Pantul Basket Awalnya Dibuat untuk Menghalangi Penonton

mungkin menganggap papan pantul atau backboard hanya berfungsi membantu pemain memasukkan bola ke ring. Namun, siapa sangka perlengkapan tersebut awalnya justru dibuat untuk mengatasi gangguan penonton.

Ketika James Naismith menciptakan basket pada 1891, keranjang buah persik yang digunakan sebagai ring dipasang di bagian balkon gedung olahraga. Posisi tersebut membuat penonton yang berada di balkon berpotensi mengganggu jalannya permainan, termasuk menghalangi bola yang mengarah ke keranjang.

Akhirnya, papan pantul diperkenalkan untuk memisahkan area penonton dengan sasaran tembakan. Seiring perkembangan permainan, backboard justru menjadi bagian penting dari strategi basket modern.

2. Pertandingan Basket Pertama Menggunakan Bola Sepak Bola

Saat ini, bola basket memiliki desain khusus dengan tekstur dan ukuran yang disesuaikan untuk permainan. Namun, pada pertandingan pertamanya, James Naismith justru menggunakan bola sepak bola.

Hal ini terjadi karena basket awalnya diciptakan sebagai olahraga dalam ruangan untuk menjaga para siswa tetap aktif selama musim dingin di Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat.

Bola sepak bola dianggap cocok untuk permainan baru tersebut karena mudah ditemukan dan dapat dilempar menggunakan tangan. Dari eksperimen sederhana itu, basket kemudian berkembang menjadi olahraga dengan bola khusus yang kita kenal sekarang.

3. Basket Pernah Dimainkan dengan Sembilan Pemain dalam Satu Tim

Sulit membayangkan pertandingan basket modern dengan sembilan pemain dalam satu tim. Namun, itulah format yang digunakan ketika olahraga ini pertama kali diperkenalkan.

Pada pertandingan pertama yang berlangsung pada 21 Desember 1891, masing-masing tim terdiri dari sembilan pemain. Jumlah tersebut berbeda jauh dengan format basket modern yang hanya menggunakan lima pemain di lapangan untuk setiap tim.

Perubahan jumlah pemain menjadi lima dilakukan seiring perkembangan aturan dan kebutuhan permainan agar pertandingan lebih dinamis. Kini, jumlah pemain yang lebih sedikit justru membuat ruang gerak, strategi, dan kemampuan individu menjadi semakin penting.

4. Dribbling Ternyata Tidak Ada dalam Aturan Basket Pertama

Salah satu kemampuan paling mendasar dalam basket adalah dribbling atau menggiring bola. Namun, menariknya, teknik tersebut tidak termasuk dalam 13 aturan asli yang dibuat James Naismith.

Pada awal kemunculannya, pemain hanya diperbolehkan melempar atau mengoper bola dari posisi tempat mereka menangkapnya. Artinya, pemain tidak bisa bebas menggiring bola sambil bergerak seperti yang kita lihat sekarang.

Seiring waktu, aturan tersebut mengalami perubahan. Pada 1901, pemain mulai diperbolehkan melakukan satu kali dribble, meskipun belum boleh langsung melakukan tembakan setelahnya. Kemudian, pada 1909, dribbling tanpa batas mulai diperbolehkan.

Perubahan ini menjadi salah satu titik penting yang membuat basket berkembang menjadi olahraga cepat dengan berbagai teknik individu seperti crossover, behind the back, dan spin move.

5. Ring Basket Dahulu Tidak Memiliki Lubang di Bagian Bawah

Pernah membayangkan setiap kali pemain mencetak angka, pertandingan harus dihentikan hanya untuk mengambil bola dari dalam keranjang?

Situasi tersebut benar-benar terjadi pada masa awal olahraga basket. Keranjang buah persik yang digunakan James Naismith memiliki bagian bawah yang tertutup. Akibatnya, setiap bola yang berhasil masuk harus dikeluarkan secara manual sebelum permainan dilanjutkan.

Seiring waktu, bagian bawah keranjang kemudian dibuat terbuka agar bola bisa langsung jatuh setelah masuk. Penggunaan jaring menggantikan keranjang buah persik juga membuat permainan menjadi lebih praktis. Perubahan sederhana ini mungkin terlihat sepele, tetapi sangat berpengaruh terhadap kelancaran pertandingan basket.

6. Shot Clock 24 Detik Lahir karena Pertandingan Basket Terlalu Membosankan

Salah satu elemen yang membuat basket menarik adalah tempo permainan yang cepat. Namun, kondisi tersebut tidak selalu terjadi dalam sejarah olahraga ini.

Pada awal 1950-an, tim yang sudah unggul terkadang memilih mempertahankan penguasaan bola selama mungkin tanpa melakukan tembakan. Strategi tersebut membuat pertandingan berjalan lambat dan kurang menarik untuk ditonton.

Situasi ini mendorong pemilik Syracuse Nationals, Danny Biasone, bersama manajer Leo Ferris, mengembangkan gagasan shot clock. Pada musim 1954-1955, NBA akhirnya menerapkan batas waktu 24 detik bagi tim untuk melakukan percobaan tembakan.

Angka 24 detik sendiri dipilih berdasarkan perhitungan sederhana. Dalam pertandingan selama 48 menit atau 2.880 detik, terdapat perkiraan 120 percobaan tembakan dari kedua tim. Hasil pembagian tersebut menghasilkan angka 24 detik untuk setiap kesempatan menyerang.

Kini, shot clock menjadi salah satu elemen yang membuat pertandingan basket semakin menegangkan. Setiap detik memiliki arti, terutama ketika pertandingan memasuki menit-menit terakhir.

7. Tinggi Ring Basket Masih Sama Sejak Olahraga Ini Diciptakan

Di tengah berbagai perubahan aturan, perlengkapan, dan strategi permainan, ada satu hal yang tetap bertahan sejak awal kemunculan basket, yaitu tinggi ring.

Sejak James Naismith memasang keranjang buah persik di balkon gedung olahraga pada 1891, posisi sasaran tersebut berada sekitar 10 kaki atau 3,05 meter dari permukaan lantai.

Menariknya, ukuran tersebut masih menjadi standar tinggi ring dalam permainan basket modern. Artinya, meskipun kemampuan atlet semakin berkembang dan pemain kini mampu melakukan dunk dengan berbagai gaya, mereka tetap harus menghadapi tantangan tinggi ring yang sama seperti generasi pertama pemain basket.

Basket Berkembang dari Permainan Sederhana Menjadi Olahraga Global

Berbagai fakta tersebut menunjukkan bahwa basket tidak langsung menjadi olahraga spektakuler seperti yang kita kenal sekarang. Ada banyak eksperimen, perubahan aturan, hingga masalah yang harus diselesaikan sebelum permainan ini berkembang menjadi olahraga profesional.

Mulai dari penggunaan bola sepak bola, keranjang buah persik, hingga lahirnya shot clock 24 detik, setiap perubahan memiliki cerita tersendiri. Bahkan, beberapa perlengkapan yang sekarang dianggap sebagai bagian wajib pertandingan ternyata berasal dari kebutuhan sederhana pada masa lalu.

Pada akhirnya, hal menarik dari olahraga basket bukan hanya aksi para pemain ketika mencetak angka. Sejarah di balik setiap aturan dan perlengkapannya juga menyimpan cerita yang membuat olahraga ini semakin menarik untuk dipahami.

Penasaran dengan fakta unik lainnya di balik olahraga favoritmu? Temukan berbagai cerita menarik, sejarah, dan informasi seputar dunia olahraga hanya di Zetizen.com!

Editor:medita restu
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement