Zetizen
Advertisement

Fenerbahce vs Liverpool 3-2, Lini Pertahanan The Reds Rapuh dan Gagal Mempertahankan Keunggulan

N
Penulis:Najmi Raihan
Kamis, 5 Nov 2026•29 Menit Lalu
Fenerbahce vs Liverpool 3-2, Lini Pertahanan The Reds Rapuh dan Gagal Mempertahankan Keunggulan
Para pemain Fenerbahce merayakan gol kemenangan yang di cetak MuriqiSumber: Instagram @fenerbahce
Advertisement

Zetizen.com - Liverpool harus menelan kekalahan menyakitkan saat bertandang ke markas Fenerbahce dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Sempat dua kali unggul melalui gol Trey Nyoni dan Alexander Isak, The Reds justru gagal mempertahankan keunggulan hingga akhirnya takluk dengan skor 2-3 di Chobani Stadium, Istanbul.

Kekalahan ini memperlihatkan persoalan serius di lini pertahanan Liverpool. Ketiga gol Fenerbahce tercipta melalui situasi bola mati, mulai dari tendangan bebas, sepak pojok, hingga lemparan ke dalam. Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Andoni Iraola jika ingin membawa The Reds bersaing lebih jauh di kompetisi Eropa.

Liverpool Sempat Unggul, tetapi Pertahanan Kembali Menjadi Masalah

Pertandingan sebenarnya dimulai dengan cukup menjanjikan bagi Liverpool. Tim tamu mampu mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali memberikan ancaman ke pertahanan Fenerbahce.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Trey Nyoni berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola liar di sekitar kotak penalti. Gol tersebut sekaligus menjadi gol profesional pertamanya untuk tim senior Liverpool.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Hanya berselang empat menit, Mason Greenwood berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas yang berubah arah setelah membentur Jeremy Jacquet.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa Liverpool masih memiliki persoalan dalam mengantisipasi bola mati. Alisson tidak mampu mengantisipasi perubahan arah bola dan harus melihat gawangnya kebobolan. Fenerbahce pun berhasil mendapatkan momentum untuk mengimbangi permainan Liverpool.

Dua Kali Unggul, Dua Kali Pula Liverpool Gagal Menjaga Keunggulan

Memasuki babak kedua, Liverpool masih berusaha menguasai jalannya pertandingan. Beberapa peluang berhasil diciptakan melalui Bradley Barcola dan Virgil van Dijk, tetapi belum menghasilkan gol tambahan.

Andoni Iraola kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Alexander Isak, Cody Gakpo, dan Florian Wirtz. Keputusan tersebut langsung memberikan dampak positif bagi permainan Liverpool. Pada menit ke-69, kombinasi Gakpo dan Isak berhasil membawa Liverpool kembali unggul melalui sundulan Isak yang menyambut umpan silang dari sisi kiri.

Liverpool kembali memimpin dengan skor 2-1. Namun, situasi yang terjadi pada babak pertama kembali terulang. Hanya empat menit berselang, Archie Brown berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui situasi yang berawal dari sepak pojok dan menghasilkan umpan N'Golo Kante ke area berbahaya.

Koordinasi antara Gakpo dan Alisson tidak berjalan baik ketika berusaha mengantisipasi bola. Gakpo gagal menyapu bola dengan sempurna sehingga bola justru mengarah ke area yang bisa dimanfaatkan Brown untuk mencetak gol. Kesalahan tersebut memperlihatkan bahwa Liverpool masih kesulitan menjaga komunikasi dan koordinasi ketika menghadapi situasi berbahaya di kotak penalti.

Gol Vedat Muriqi Membongkar Rapuhnya Pertahanan Liverpool

Jika dua gol sebelumnya belum cukup menjadi peringatan, gol Vedat Muriqi pada menit ke-79 menjadi bukti lain rapuhnya pertahanan Liverpool. Berawal dari situasi lemparan ke dalam, Archie Brown berhasil mengirimkan bola ke depan gawang.

Muriqi yang berada di tengah kotak penalti kemudian memenangkan duel udara melawan tiga pemain Liverpool sekaligus. Sundulannya mengarah ke sudut kiri gawang Alisson dan mengubah kedudukan menjadi 3-2 untuk keunggulan tuan rumah.

Dalam situasi tersebut, para pemain belakang Liverpool terlihat kesulitan mengantisipasi pergerakan Muriqi. Padahal, mereka memiliki jumlah pemain yang cukup untuk mengawal penyerang Fenerbahce tersebut.

Liverpool yang sebelumnya dua kali memimpin kini harus berada dalam posisi tertinggal ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir. The Reds mencoba mencari gol penyeimbang, tetapi sejumlah peluang yang didapatkan tidak mampu mengubah keadaan. Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan Fenerbahce di hadapan pendukungnya sendiri.

Tiga Gol dari Bola Mati, Alarm Serius untuk Andoni Iraola

Hal paling mengkhawatirkan dari kekalahan Liverpool bukan hanya jumlah gol yang mereka terima, melainkan cara gol-gol tersebut tercipta. Ketiga gol Fenerbahce sama-sama berasal dari situasi bola mati. Mason Greenwood mencetak gol melalui tendangan bebas, Archie Brown memanfaatkan situasi sepak pojok, sedangkan Muriqi mencetak gol melalui skema lemparan ke dalam.

Artinya, Liverpool memiliki persoalan serius dalam mengantisipasi berbagai variasi bola mati. Situasi seperti ini membutuhkan koordinasi, komunikasi, dan konsentrasi dari seluruh pemain yang berada di area pertahanan.

Liverpool juga telah kebobolan 10 gol dalam empat pertandingan Liga Champions musim ini. Bahkan, mereka menjadi tim yang kebobolan setidaknya tiga gol dalam tiga pertandingan kompetisi Eropa secara beruntun untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Catatan tersebut menjadi sinyal yang tidak bisa diabaikan. Liverpool bukan hanya kehilangan poin akibat kekalahan di Istanbul, tetapi juga memperlihatkan kelemahan yang berpotensi dimanfaatkan lawan-lawan berikutnya. Andoni Iraola perlu segera menemukan solusi, terutama dalam memperbaiki koordinasi lini belakang dan mengantisipasi bola mati.

Kekalahan dari Fenerbahce menjadi peringatan bagi Liverpool bahwa keunggulan di papan skor tidak menjamin kemenangan. Persoalan dalam mengantisipasi bola mati harus segera dibenahi jika The Reds ingin kembali tampil konsisten di kompetisi Eropa. Ikuti terus perkembangan Liga Champions dan berita sepak bola terbaru hanya di Zetizen.com!

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement