Zetizen
Advertisement

RC Lens vs Como 1-9, Tim Debutan Liga Champions yang Justru Berkuasa di Kandang Lawan

N
Penulis:Najmi Raihan
Kamis, 5 Nov 2026•2 Jam Lalu
RC Lens vs Como 1-9, Tim Debutan Liga Champions yang Justru Berkuasa di Kandang Lawan
Kegembiraan pemain como saat memalukan tuan rumahSumber: Instagram @comofootball
Advertisement

Zetizen.com - Como membuat kejutan besar di Liga Champions 2026/2027 setelah menghancurkan RC Lens dengan skor telak 9-1 pada matchday keempat. Bermain di hadapan pendukung lawan, klub asal Italia tersebut justru tampil dominan dan mengendalikan pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB.

Hasil ini terasa semakin istimewa karena Como merupakan tim debutan di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut. Namun, status pendatang baru seolah tidak menjadi beban bagi anak asuh Cesc Fabregas. Mereka justru memperlihatkan permainan agresif dan penuh percaya diri hingga berhasil mencetak sembilan gol ke gawang tuan rumah.

RC Lens vs Como, Tamu yang Justru Menguasai Pertandingan

Bermain di Stade Bollaert-Delelis seharusnya menjadi keuntungan bagi RC Lens. Dukungan suporter sendiri biasanya menjadi tambahan energi bagi sebuah tim untuk menekan lawan sejak menit pertama.

Namun, situasi justru berjalan sebaliknya. Como mengambil inisiatif permainan dan langsung memberikan tekanan kepada pertahanan tuan rumah. Bahkan, mereka hanya membutuhkan tujuh menit untuk membuka keunggulan melalui Anastasios Douvikas.

Keunggulan tersebut membuat Como semakin leluasa memainkan strategi. Douvikas kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-32, sebelum Nico Paz menambah gol ketiga pada menit ke-40.

Menutup babak pertama, Lens sudah tertinggal tiga gol tanpa mampu memberikan respons yang sepadan. Keadaan tersebut memperlihatkan bahwa Como tidak datang ke Prancis hanya untuk bertahan dan mencari hasil imbang.

Dominasi Como Terlihat dari Penguasaan Bola dan Intensitas Serangan

Jika melihat statistik pertandingan, penampilan Como memang pantas disebut sebagai dominasi tim tamu. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 57,4 persen, melepaskan 18 tembakan dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang.

Sebaliknya, Lens hanya mampu menghasilkan 11 tembakan dan tiga yang tepat sasaran. Perbedaan tersebut memperlihatkan bagaimana Como lebih efektif dalam membangun serangan dan menciptakan ancaman di area pertahanan lawan.

Hal menarik lainnya adalah kemampuan Como mempertahankan intensitas permainan meskipun sudah unggul jauh. Mereka tidak memilih menurunkan tempo atau sekadar mengamankan keunggulan.

Setelah turun minum, Lucas Da Cunha langsung mencetak gol keempat pada menit ke-47. Marc Oliver Kempf kemudian memperlebar jarak pada menit ke-53, sebelum Douvikas melengkapi hattrick-nya empat menit berselang.

Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli turut menyumbangkan gol. Sementara itu, Lens hanya mampu membalas melalui Ruben Aguilar pada menit ke-65.

Status Debutan Tidak Membuat Como Kehilangan Kepercayaan Diri

Hal yang membuat kemenangan ini semakin menarik adalah posisi Como sebagai pendatang baru di Liga Champions. Mereka bukan klub yang memiliki sejarah panjang dalam persaingan kompetisi elite Eropa seperti Real Madrid, Bayern Munich, atau Liverpool.

Namun, perjalanan Como pada musim 2026/2027 memperlihatkan bahwa pengalaman bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan sebuah tim untuk bersaing di level tertinggi.

Di bawah arahan Cesc Fabregas, Como memperlihatkan keberanian memainkan sepak bola menyerang, bahkan ketika menghadapi lawan yang bermain di kandangnya sendiri.

Kemenangan 9-1 atas Lens juga bukan satu-satunya kejutan yang mereka buat. Sebelumnya, Como berhasil mengalahkan RB Leipzig dan Manchester United dengan skor 4-1. Artinya, mereka sudah menunjukkan kemampuan menghadapi sejumlah lawan dengan karakter permainan berbeda.

Hasil melawan Lens menjadi kemenangan ketiga Como dari empat pertandingan fase liga. Mereka kini mengoleksi sembilan poin dan menempati posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 19 gol.

Catatan tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi klub yang baru menjalani pengalaman pertamanya di Liga Champions.

Matteo Papaccioli Menjadi Penutup Sempurna Malam Bersejarah Como

Di antara sembilan gol yang tercipta, ada satu momen yang memberikan cerita tersendiri bagi perjalanan Como. Matteo Papaccioli, gelandang berusia 18 tahun yang merupakan produk akademi klub, mendapatkan kesempatan menjalani debut Eropa pada menit ke-62.

Kesempatan tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman bermain semata. Pada menit ke-90+1, Papaccioli justru berhasil mencetak gol kesembilan Como melalui penyelesaian kaki kiri setelah menerima umpan dari Mattia Liberali.

Gol tersebut menjadi penutup sempurna bagi malam yang berkesan bagi Como. Seorang pemain muda yang baru mendapatkan kesempatan debut di kompetisi Eropa langsung mampu mencatatkan namanya di papan skor.

Kisah Papaccioli juga memperlihatkan bahwa keberhasilan Como tidak hanya bergantung pada pemain-pemain yang sudah memiliki nama besar. Klub ini turut memberikan ruang bagi talenta muda untuk merasakan atmosfer pertandingan di level tertinggi.

Como Hancurkan Lens 9-1, Kirim Pesan kepada Peserta Liga Champions

Kemenangan 9-1 atas RC Lens menjadi salah satu hasil paling mencolok bagi Como dalam perjalanan mereka di Liga Champions 2026/2027. Status sebagai tim debutan tidak menghalangi mereka untuk tampil dominan dan bersaing dengan klub-klub yang lebih berpengalaman.

Di bawah arahan Cesc Fabregas, Como memperlihatkan permainan menyerang yang efektif sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain muda seperti Matteo Papaccioli untuk menunjukkan kemampuannya.

Hasil ini juga menjadi bukti bahwa Como bukan sekadar pelengkap dalam kompetisi musim ini. Dengan sembilan gol dan tiga poin tambahan, mereka semakin menunjukkan bahwa kehadirannya patut diperhitungkan.

Ikuti terus perkembangan Como di Liga Champions 2026/2027 dan berita sepak bola terbaru lainnya hanya di Zetizen.com!

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement