Zetizen
Advertisement

Niko Kovač Melupakan Masa Lalu Bayern Munich, Kini Pimpin Dortmund untuk Menjatuhkan Mantan Klubnya

N
Penulis:Najmi Raihan
Senin, 2 Nov 2026•1 Jam Lalu
 Niko Kovač Melupakan Masa Lalu Bayern Munich, Kini Pimpin Dortmund untuk Menjatuhkan Mantan Klubnya
Niko Kovač saat masih bermain untuk Bayern MunichSumber: Bundesliga
Advertisement

Zetizen.com - Der Klassiker selalu menghadirkan cerita menarik, terutama ketika dua rival besar Bundesliga, Bayern Munich dan Borussia Dortmund, kembali bertemu. Pada pertemuan 1 November 2026, salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Niko Kovač. Pelatih asal Kroasia tersebut pernah menjadi bagian dari Bayern, baik sebagai pemain maupun pelatih, tetapi kini justru memiliki misi membawa Borussia Dortmund mengalahkan mantan klubnya.

Perjalanan Kovač bersama Dortmund juga tidak bisa dianggap sebelah mata. Ia datang ketika tim sedang mengalami masa sulit dan perlahan berhasil mengembalikan posisi klub sebagai salah satu pesaing utama di Bundesliga. Menjelang pertemuan dengan Bayern, rekam jejak tersebut membuat kisah Kovač semakin menarik untuk diperhatikan.

Dari Pemain hingga Pelatih, Niko Kovač Pernah Menjadi Bagian Bayern Munich

Sebelum dikenal sebagai pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovač memiliki hubungan panjang dengan Bayern Munich.

Kovač bergabung dengan Bayern sebagai pemain pada 2001 setelah sebelumnya memperkuat Hamburger SV. Selama dua musim, ia menjadi bagian dari skuad yang berhasil memenangkan gelar Bundesliga dan DFB Pokal pada 2003.

Pengalamannya bersama Bayern tidak berhenti ketika ia memutuskan pensiun sebagai pemain. Pada 2018, Kovač kembali ke Allianz Arena dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar, yakni menggantikan Jupp Heynckes sebagai pelatih kepala.

Keputusan Bayern menunjuk Kovač bukan tanpa alasan. Ia sebelumnya berhasil membawa Eintracht Frankfurt menjuarai DFB Pokal 2018 setelah mengalahkan Bayern di partai final.

Bersama Bayern, Kovač berhasil mempersembahkan gelar Bundesliga dan DFB Pokal pada musim 2018/2019. Namun, perjalanannya tidak berlangsung lama karena ia meninggalkan klub pada November 2019.

Dengan pengalaman tersebut, Kovač memahami bagaimana Bayern bekerja, mulai dari tekanan untuk memenangkan pertandingan hingga ekspektasi besar para pendukungnya.

Meninggalkan Bayern, Kini Kovač Memiliki Misi Bersama Dortmund

Perjalanan Kovač setelah meninggalkan Bayern membawanya ke AS Monaco dan VfL Wolfsburg sebelum akhirnya menerima pekerjaan sebagai pelatih Borussia Dortmund pada Februari 2025.

Kedatangannya bukan dalam situasi ideal. Dortmund saat itu berada di peringkat ke-11 Bundesliga setelah melalui periode sulit bersama pelatih sebelumnya, Nuri Şahin.

Tugas Kovač cukup berat karena ia harus mengembalikan kepercayaan diri pemain sekaligus membawa Dortmund kembali bersaing di papan atas.

Namun, perlahan ia berhasil mengubah situasi. Dortmund akhirnya mengamankan tiket Liga Champions pada akhir musim 2024/2025.

Perkembangan tersebut berlanjut pada musim berikutnya. Kovač membawa Dortmund finis sebagai runner-up Bundesliga 2025/2026 dengan koleksi 73 poin. Catatan tersebut menjadi salah satu pencapaian poin terbaik dalam sejarah klub.

Keberhasilan itu membuat Dortmund semakin percaya terhadap proyek yang sedang dibangun Kovač. Pada 13 Oktober 2026, klub resmi memperpanjang kontraknya hingga Juni 2029.

Der Klassiker, Ujian Profesionalitas Menghadapi Mantan Klub

Pertemuan Bayern Munich dan Borussia Dortmund kali ini memiliki cerita tersendiri bagi Kovač.

Di satu sisi, Bayern merupakan klub yang pernah membesarkan namanya sebagai pemain dan memberinya kesempatan meraih kesuksesan sebagai pelatih. Di sisi lain, Dortmund kini menjadi tempat ia membangun reputasi baru.

Situasi tersebut menghadirkan pertanyaan menarik. Mampukah Kovač membawa Dortmund mengalahkan klub yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya?

Secara profesional, Kovač tentu memiliki kepentingan yang berbeda sekarang. Ia tidak lagi bertanggung jawab terhadap Bayern, melainkan harus memastikan Dortmund mampu bersaing dan meraih hasil maksimal.

Menjelang pertandingan, Kovač bahkan menyebut Bayern sebagai tolok ukur sepak bola di Jerman maupun Eropa. Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa Dortmund datang dengan ambisi membawa pulang hasil positif.

Pernyataan tersebut memperlihatkan rasa hormatnya terhadap mantan klub, tetapi bukan berarti ia datang tanpa keinginan untuk mengalahkan mereka.

Kovač Tidak Lagi Berada di Bawah Bayang-Bayang Bayern

Salah satu hal menarik dari perjalanan Kovač adalah bagaimana ia perlahan membangun identitasnya sendiri di Dortmund.

Ketika pertama kali datang, ia harus menghadapi keraguan karena rekam jejaknya bersama Bayern tidak sepenuhnya berjalan mulus. Namun, keberhasilannya membawa Dortmund kembali ke Liga Champions dan finis sebagai runner-up Bundesliga menjadi jawaban atas berbagai keraguan tersebut.

Hingga Oktober 2026, Kovač telah memimpin Dortmund dalam 53 pertandingan Bundesliga dengan rata-rata 2,15 poin per pertandingan. Catatan itu menjadi rata-rata poin terbaik bagi seorang pelatih dalam sejarah klub di kompetisi tersebut.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa Kovač bukan sekadar mantan pelatih Bayern yang kini bekerja untuk Dortmund. Ia sudah menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Die Borussen.

Kini, Der Klassiker menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana perkembangan timnya ketika harus menghadapi salah satu kekuatan terbesar di Jerman.

Bukan Tentang Masa Lalu, Melainkan Siapa yang Lebih Kuat Hari Ini

Rivalitas Bayern Munich dan Borussia Dortmund memang tidak pernah sederhana. Ada sejarah panjang, persaingan gelar, hingga perpindahan pemain dan pelatih yang membuat hubungan kedua klub semakin menarik.

Namun, perjalanan Niko Kovač memberikan perspektif berbeda. Ia pernah menjadi bagian dari Bayern, tetapi sekarang memiliki tanggung jawab untuk membawa Dortmund menantang mantan klubnya.

Pengalaman bersama Die Roten menjadi bagian dari perjalanan kariernya, sementara Dortmund adalah tempat ia membangun babak baru sebagai pelatih. Der Klassiker pun menjadi salah satu ujian penting bagi Kovač untuk menunjukkan perkembangan tim yang sedang ia tangani.

Pada akhirnya, Der Klassiker bukan hanya tentang pertemuan dua rival Bundesliga, tetapi juga menjadi ujian bagi Niko Kovač untuk membuktikan kemampuannya bersama Borussia Dortmund. Mampukah ia membawa Die Borussen mengalahkan mantan klubnya? Ikuti terus perkembangan Bundesliga dan berita sepak bola terbaru lainnya hanya di Zetizen!

Editor:reno oktabrian ramadhan
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement