
Menu seperti Strawberry Matcha, Dirty Matcha, hingga Matcha Cream menjadi beberapa minuman yang paling sering muncul dalam unggahan media sosial. Warna hijau cerah berpadu dengan lapisan susu dan stroberi menciptakan tampilan yang menarik sekaligus rasa yang seimbang.
Meski tampil lebih modern, kualitas bubuk matcha tetap menjadi perhatian utama. Itulah sebabnya banyak pelanggan datang kembali bukan hanya untuk berfoto, tetapi juga menikmati rasa yang konsisten.
Perkiraan harga: Rp40.000 – Rp65.000.
3. Feel Matcha, Bukti Bahwa Matcha Premium Tidak Selalu Harus Mahal

Aneka minuman matcha premium di Feel Matcha yang dikenal ramah di kantong tanpa mengurangi kualitas rasa.sumber: Instagram @feelmatcha
Di tengah menjamurnya specialty matcha cafe, Feel Matcha menawarkan pilihan yang lebih ramah di kantong tanpa mengorbankan kualitas. Nama cafe ini cukup sering muncul dalam rekomendasi komunitas pecinta matcha karena dinilai memiliki rasa yang seimbang dan tidak terlalu pahit.
Selain latte, berbagai dessert berbahan matcha seperti soft serve, pudding, dan pastry juga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung memilih menikmati minuman bersama dessert agar karakter rasa teh hijaunya terasa semakin lengkap.
Yang membuat Feel Matcha menarik bukan hanya menunya, tetapi juga suasana yang santai. Banyak pelanggan datang untuk bekerja, membaca buku, atau sekadar berbincang tanpa terburu-buru. Hal itu membuat cafe ini memiliki karakter berbeda dibanding tempat yang lebih ramai oleh antrean pembeli.
Perkiraan harga: Rp25.000 - 50.000
4. HAKŪJI Tearoom, Tempat Menikmati Matcha dengan Suasana yang Lebih Tenang

Suasana penyajian matcha di HAKŪJI Tearoom menghadirkan pengalaman minum teh bergaya Jepang yang tenang.sumber: Instagram @hakuji__tearoom
Tidak semua orang datang ke specialty matcha cafe untuk mengikuti tren. Sebagian justru mencari tempat yang lebih tenang untuk menikmati secangkir teh tanpa terburu-buru. Suasana seperti itulah yang ditawarkan HAKŪJI Tearoom.
Begitu memasuki ruangan, nuansa Jepang langsung terasa melalui dominasi material kayu, pencahayaan hangat, dan tata ruang yang sederhana. Tidak banyak dekorasi berlebihan sehingga perhatian pengunjung lebih tertuju pada proses penyajian minuman.







