
Zetizen.com - Motif polkadot adalah salah satu simbol fashion paling tahan lama disertai akar sejarah yang mengawali dari stigma hingga menjadi gaya yang tak lekang oleh waktu atau timeless. Polkadot, motif dengan hiburan visual ini asal katanya datang dari tarian polka pada abad ke-19 yang booming saat itu.
Namun, sebelum mencuri hati dunia fashion motif ini sempat dipandang negatif di Abad Pertengahan. Alasannya karena titik-titik pada kain dianggap menyerupai gejala penyakit sehingga sempat dihindari karena dianggap tidak mencerminkan kebersihan. Melalui perjalanan, pola titik polkadot dapat diterima menjadi motif dengan nilai estetika.
Revolusi Industri dengan Motif Polkadot
Perkembangan motif ini baru mulai terjadi mengikuti hadirnya Revolusi Industri sekitar tahun 1760-an dan hadirnya penemuan mesin jahit pada 1790-an.
Teknologi tersebut memungkinkan penciptaan titik-titik yang bulan sempurna dan lebih tertata rapi, menjadikan motif polkadot lebih indah dan mudah diproduksi secara massal.
Dari Dunia Tari ke Mode Gaya
Ketika tarian polka meledak popularitasnya di antara imigran Eropa di Amerika sekitar tahun 1840 hingga 1890, polkadot jadi ikut melekat sebagai simbol identitas sosial. Wanita-wanita dalam klub polka bahkan mengenakan pakaian bertitik sebagai tanda keanggotaan, variasi warna dot atau titik pun ikut digunakan sebagai penanda klub mereka.
Dinamika Kebangkitan Motif Polkadot
Di dunia fashion tentunya ada strata kasta mana yang menggunakan motif tertentu. Motif yang terlampau banyak memperebutkan pasar satu sama lain.
Seiring waktu, polkadot mulai diadopsi dunia high fashion. Seperti Christian Dior dengan koleksi “New Look yang revolusioner serta Madame Grès tahun 1954 melanjutkan polkadot di Haute Couture.







