Zetizen.com - Sekilas, bentuknya mungkin lebih mirip sandal dengan bagian depan menyerupai kuku yang terbelah daripada sneakers pada umumnya. Namun, Nike Air Rift justru kembali mencuri perhatian di tengah tren weird footwear yang ramai diperbincangkan di media sosial. Menariknya, desain unik ini bukan produk eksperimen baru karena sudah diperkenalkan sejak 1996.
Kembalinya Air Rift terasa relevan ketika standar sepatu keren mulai semakin beragam. Tabi, FiveFingers, hingga Air Rift menjadi bagian dari tren alas kaki dengan bentuk tidak konvensional. Sepatu yang awalnya terlihat aneh justru mulai mendapatkan tempat tersendiri di dunia fashion, terutama di kalangan anak muda yang gemar bereksperimen dengan penampilan.
1. Kenapa Nike Air Rift Dibuat Terbelah?
Kalau ada satu bagian yang langsung menarik perhatian dari Air Rift, jawabannya ada di ujung kaki. Ibu jari dipisahkan dari empat jari lainnya sehingga menciptakan bentuk split-toe yang sekilas menyerupai kuku.
Namun, bentuk tersebut bukan sekadar dibuat agar terlihat berbeda. Nike mengembangkan pemisah tersebut untuk memberikan ruang gerak antara ibu jari dan jari lainnya sehingga mendukung gerakan kaki yang lebih natural saat melangkah.
Detail tersebut membuat tampilannya sulit dimasukkan ke kategori sneakers biasa. Ada strap, sol yang relatif tipis, serta bagian depan yang terbelah sehingga siluetnya terasa berada di antara sneakers dan sandal.
Menariknya, bagian yang awalnya dirancang untuk mendukung pergerakan kaki justru menjadi ciri paling mudah dikenali sekarang. Fungsinya tetap menjadi bagian dari desain, tetapi cara orang memandangnya telah berubah menjadi daya tarik fashion tersendiri.
2. Dikira Tren TikTok, Ternyata Sudah Ada Sejak 1996
Melihat bentuknya sekarang, Air Rift mudah disangka sebagai eksperimen baru yang sengaja dibuat agar menarik perhatian di media sosial. Apalagi, TikTok semakin akrab dengan tren sepatu unik, mulai dari Tabi hingga FiveFingers.
Faktanya, Air Rift pertama kali dirilis pada 1996. Artinya, pada 2026 desain ini sudah berusia sekitar 30 tahun, jauh sebelum istilah ugly shoes dan weird footwear ramai digunakan dalam percakapan fashion.
Usianya justru membuat kembalinya Air Rift terasa menarik. Desain yang sama bisa terlihat aneh pada satu era, kemudian kembali relevan ketika selera fashion mengalami perubahan.
Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa Gen Z tidak selalu membutuhkan sesuatu yang benar-benar baru. Terkadang, desain lama yang memiliki karakter unik justru terasa menarik ketika ditemukan kembali oleh generasi berbeda.
3. Bentuk Nike Air Rift Punya Cerita dari Kenya
Di balik bentuknya yang futuristis, inspirasi Air Rift justru berasal dari dunia lari. Pengembangannya melibatkan masukan dari pelari jarak jauh Kenya yang terbiasa berlari tanpa alas kaki.
Pendekatan tersebut ikut membentuk konsep natural motion pada sepatu ini. Bagian depan yang terpisah dirancang untuk memberikan ruang gerak dan artikulasi pada jari kaki ketika digunakan berlari.
Nama "Rift" juga bukan dipilih secara acak. Nama tersebut terinspirasi dari Great Rift Valley di Kenya, sementara garis patahan kawasan tersebut turut menjadi referensi visual untuk bagian depan sepatu yang terbelah.
Jadi, bentuk yang sekarang mungkin terlihat seperti eksperimen fashion sebenarnya memiliki latar belakang yang lebih fungsional. Di sinilah Air Rift terasa lebih menarik daripada sekadar sepatu dengan desain yang dianggap aneh.
4. Kenapa Sepatu Aneh Justru Nyambung dengan Gen Z?
Kalau dulu sepatu dengan bentuk tidak biasa mungkin langsung dianggap sulit dipakai, media sosial seperti TikTok kini memberikan ruang bagi estetika tersebut. Berbagai model weird footwear, mulai dari Tabi, Vibram FiveFingers, hingga Air Rift, ikut menarik perhatian karena memiliki desain yang berbeda dari sneakers konvensional.
Tren sneakers 2026 juga tidak bergerak ke satu arah. Ada yang kembali memilih canvas sneakers sederhana, tetapi di sisi lain desain split-toe tetap muncul sebagai salah satu pilihan alas kaki yang lebih eksperimental.
Kontras tersebut menunjukkan bahwa Gen Z tidak harus sepakat bahwa sebuah sepatu terlihat cantik untuk menganggapnya menarik.
Terkadang, perdebatan antara "keren banget" dan "ini sepatu apaan?" justru membuat sebuah desain memiliki identitas tersendiri. Air Rift berada tepat di wilayah abu-abu tersebut, ketika bentuk yang tidak biasa justru menjadi daya tarik utamanya.
5. Air Rift Malah Dibikin Lebih Aneh di 2026
Kalau desain originalnya belum cukup membuat orang menoleh dua kali, perkembangan terbaru Air Rift membawa tampilannya ke arah yang lebih ekstrem. Pada Oktober 2026, desainer Melitta Baumeister memperkenalkan interpretasi bernama Rift Rocker dengan bentuk yang jauh lebih eksperimental.
Ciri split-toe masih dipertahankan, tetapi proporsinya berubah drastis melalui penggunaan sol besar dan melengkung. British GQ bahkan menggambarkan perkembangan tersebut sebagai versi Air Rift dengan desain yang semakin sulit dijelaskan.
Menariknya, Baumeister memulai proses pembentukan sol tersebut secara manual menggunakan tanah liat. Pendekatan ini membuat siluetnya terasa lebih dekat dengan sebuah objek pahatan sebelum akhirnya diterjemahkan menjadi desain alas kaki.
Perkembangan ini seolah membawa Air Rift kembali ke karakter awalnya. Tiga dekade lalu, desainnya sudah berani keluar dari bentuk sneakers konvensional. Pada 2026, keunikan tersebut justru semakin ditonjolkan melalui interpretasi yang lebih ekstrem.
Dari "Kok Terbelah?" Jadi Bagian dari Tren Weird Footwear
Perjalanan Nike Air Rift menunjukkan bagaimana definisi keren dalam dunia fashion bisa berubah seiring waktu. Sepatu lari eksperimental yang diperkenalkan pada 1996 kini kembali mendapat perhatian sebagai bagian dari tren weird footwear yang semakin dikenal generasi muda.
Menariknya, bukan bentuk dasar Air Rift yang banyak berubah, melainkan cara orang memandang desain tersebut. Kehadiran Tabi, FiveFingers, ballet sneakers, dan berbagai siluet tidak konvensional lainnya membuat masyarakat semakin terbiasa dengan bentuk alas kaki yang berbeda dari biasanya.
Pada akhirnya, Nike Air Rift membuktikan bahwa desain unik tidak selalu harus mengikuti standar sneakers pada umumnya. Justru, karakter yang berbeda bisa menjadi alasan sebuah produk kembali diperhatikan setelah puluhan tahun berlalu.
Kalau melihat desainnya sekarang, menurutmu Nike Air Rift termasuk sneakers yang unik dan menarik atau masih terlalu aneh untuk dipakai sehari-hari? Bagikan pendapatmu dan temukan pembahasan tren fashion lainnya hanya di Zetizen.com!





