zetizen

Pantangan Orang Jawa: Mitos atau Fakta yang Masih Dipercaya Sampai Sekarang

Dear You
Para Wanita jawa Berkebaya By Cez Kempitz Source Pinterest

Zetizen - Kalau kamu tumbuh di keluarga Jawa atau pernah main ke rumah teman yang masih memegang teguh adatnya, pasti pernah dengar nasihat-nasihat yang terdengar aneh tapi bikin penasaran.

Misalnya, jangan duduk di depan pintu nanti jodoh seret, jangan nyapu malam hari biar rezeki nggak kabur. Larangan-larangan ini dikenal dengan istilah pantangan, sebuah tradisi turun-temurun yang masih sering terdengar sampai sekarang.

Faktanya, sebagian besar pantangan orang Jawa punya dasar logis yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, larangan nyapu malam sebenarnya berhubungan dengan kondisi rumah pada masa lalu yang masih minim penerangan. Larangan tidur saat Magrib ternyata ada hubungannya dengan kesehatan tubuh dan ibadah.

Uniknya lagi, meskipun generasi muda sekarang lebih rasional, pantangan Jawa tetap eksis dan dipercaya sebagian orang. Kadang bukan karena benar-benar takut akan akibatnya, tapi lebih ke menghormati tradisi dan orang tua

Daripada penasaran, yuk kita bahas beberapa pantangan orang Jawa yang paling terkenal. Sebenarnya ini mitos belaka, atau justru ada logika masuk akalnya?

1. Jangan Duduk di Depan Pintu

Larangan ini termasuk yang paling sering disebut. Menurut orang Jawa, duduk di depan pintu bisa bikin jodoh susah datang. Walaupun kesannya mistis, ada logika yang bisa diterima.

Pintu adalah jalur utama keluar masuk rumah. Kalau seseorang duduk di sana, otomatis menghalangi orang lain yang mau lewat. Dalam budaya Jawa, pintu juga punya simbol khusus sebagai jalan hidup. Jadi, duduk di sana dianggap seperti menghalangi jalan rezeki atau jodoh.

2. Menyapu Malam Hari Bisa Bikin Rezeki Hilang

Pantangan lainnya adalah larangan menyapu di malam hari. Katanya, kalau melakukannya rezeki bisa hilang. Kalau ditelusuri, larangan ini masuk akal karena zaman dulu rumah-rumah masih minim penerangan.

Menyapu malam hanya akan membuat kotoran tetap tertinggal. Dalam kepercayaan tradisional, malam hari juga dianggap waktunya makhluk halus berkeliaran. Jadi, menyapu pada saat itu seakan-akan mengusir keberuntungan.

3. Duduk di Atas Bantal Bisa Bikin Bisulan

Siapa yang sering mager dan duduk di bantal? Kalau kamu hidup di keluarga Jawa, pasti sering ditegur dengan alasan bisa bikin bisulan. Dari sisi logika, larangan ini cukup masuk akal.

Bantal adalah tempat kepala beristirahat. Kalau dipakai duduk, bantal jadi kotor dan penuh kuman. Pada masa lalu, bantal bahkan dianggap benda yang terhormat, jadi duduk di atasnya dipandang tidak sopan

4. Jangan Potong Kuku di Malam Hari

Larangan memotong kuku di malam hari juga masih sering terdengar. Menurut kepercayaan Jawa, hal ini bisa mendatangkan kesialan. Kalau dilihat dari sisi praktis, alasannya jelas. Pada masa lalu, penerangan rumah sangat terbatas. Memotong kuku dalam kondisi gelap bisa berbahaya karena risiko terluka.

Jadi, larangan ini sebenarnya lebih ke arah menjaga keamanan. Kini, dengan lampu listrik, memotong kuku malam hari bukan masalah besar, tapi kebiasaan tersebut tetap dianggap kurang baik oleh sebagian orang tua.

5. Jangan Tidur di Waktu Magrib

Pantangan tidur saat Magrib juga sering ditujukan untuk anak-anak. Katanya bisa bikin malas atau membawa mimpi buruk. Secara medis, tidur sore menjelang malam memang bisa mengganggu pola tidur dan membuat tubuh lemas.

Dalam budaya Jawa, waktu Magrib dianggap sakral karena bertepatan dengan ibadah. Jadi, larangan tidur di jam ini punya pesan moral, jangan lewatkan momen penting untuk beribadah dan biasakan diri menjaga pola hidup sehat.

Halaman: