
Zetizen - Kalau kamu pernah pulang malam dalam keadaan gerah dan ingin banget mandi, mungkin pernah ada momen ragu-ragu karena teringat ucapan orang tua “Jangan mandi malam, nanti rematik!” Ucapan itu terdengar begitu sering, sampai akhirnya jadi aturan tak tertulis di banyak keluarga. Akhirnya, banyak orang memilih menghindari mandi malam meski sebenarnya merasa butuh menyegarkan diri setelah aktivitas seharian.
Tapi, bener nggak sih kalau mandi malam bisa memicu rematik? Atau ini cuma salah satu mitos kesehatan yang telanjur dipercaya karena diwariskan turun-temurun? Supaya nggak bingung lagi, yuk kita bahas asal-usul mitos ini, lalu lihat penjelasan medisnya.
Asal-Usul Mitos Mandi Malam
Mandi malam dianggap berbahaya karena hubungannya dengan rasa dingin yang bikin tubuh menggigil. Dulu, sebelum ada pemanas air, orang yang mandi malam dengan air sumur sering merasa kedinginan, pegal, bahkan masuk angin.
Dari pengalaman itulah muncul anggapan bahwa dinginnya air bisa merusak persendian. Lama-kelamaan, keluhan nyeri atau kaku di badan yang muncul keesokan harinya dihubungkan dengan istilah rematik.
Padahal, apa yang dirasakan setelah mandi malam lebih sering hanyalah reaksi tubuh terhadap suhu dingin, bukan penyakit serius. Sayangnya, persepsi ini terus diwariskan ke generasi berikutnya tanpa dijelaskan lebih lanjut, hingga akhirnya seolah menjadi fakta.
Penjelasan Medis yang Sebenarnya
Dalam dunia medis, rematik bukanlah penyakit yang muncul karena kebiasaan sehari-hari seperti mandi malam. Rematik adalah istilah umum yang mengacu pada penyakit autoimun bernama rheumatoid arthritis. Penyakit ini terjadi ketika sistem imun tubuh justru menyerang jaringan sendi, sehingga menimbulkan peradangan, nyeri, dan kekakuan.
Faktor penyebabnya juga cukup kompleks. Genetik punya peran besar dalam menentukan risiko seseorang terkena rematik. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat, pola makan yang buruk, serta kebiasaan merokok juga bisa meningkatkan peluang terjadinya peradangan. Jadi, hubungan antara mandi malam dan rematik sama sekali tidak ada dasar ilmiahnya.
Bahkan, beberapa dokter menegaskan bahwa mandi malam justru bisa membawa manfaat tertentu. Air hangat misalnya, bisa membantu melancarkan sirkulasi darah dan membuat otot lebih rileks, sehingga tidur jadi lebih nyenyak. Jadi, selama kondisi tubuh sehat dan air yang digunakan bersih, mandi malam bukanlah masalah besar.
Apa yang Sebenarnya Bisa Terjadi Saat Mandi Malam?
Meskipun tidak menyebabkan rematik, mandi malam tetap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada beberapa orang. Suhu air yang terlalu dingin bisa membuat tubuh menggigil, bahkan memicu ketegangan otot sementara. Buat orang yang sedang kelelahan, mandi malam dengan air dingin bisa membuat tubuh terasa kaku, sehingga disalahartikan sebagai gejala rematik.
Selain itu, bagi penderita penyakit tertentu seperti asma atau gangguan pernapasan, mandi malam memang bisa menimbulkan reaksi kurang enak, seperti batuk atau sesak. Hal ini lebih terkait dengan kondisi tubuh yang sensitif terhadap suhu, bukan karena efek mandi malam itu sendiri. Jadi, bukan berarti dilarang total, tapi perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Cara Bijak Menyikapi Kebiasaan Mandi Malam
Kalau kamu tipe orang yang sering beraktivitas sampai larut malam, mandi bisa jadi cara terbaik untuk menyegarkan tubuh. Supaya tetap aman, gunakan air hangat agar tubuh lebih rileks. Air hangat juga bisa membantu melepaskan ketegangan otot setelah seharian beraktivitas, sekaligus mempersiapkan tubuh untuk tidur lebih cepat.
Selain itu, jangan lupa untuk mengeringkan tubuh dengan benar sebelum tidur. Badan yang masih basah bisa bikin rasa dingin berlebihan dan membuat tidur jadi nggak nyaman. Intinya, mandi malam itu sah-sah saja asalkan dilakukan dengan bijak dan sesuai kebutuhan.
Jadi, sudah jelas kan? Mandi malam bukan penyebab rematik. Anggapan itu hanyalah mitos lama yang telanjur dipercaya. Daripada khawatir berlebihan, lebih baik cek fakta medis dan lakukan kebiasaan sehat yang memang terbukti berdampak nyata buat tubuh.



