
Zetizen.com - Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan mendukung diversifikasi gizi masyarakat, Tim KKN-T IDBU 26 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar program sosialisasi dan pendampingan pembuatan serta manajemen "BUDIKGALON" (Budidaya Ikan dalam Galon) yang dilaksanakan di Balai RT 6 RW 15 Perumahan Puri Delta Asri 5, Desa Kalongan.

Inovasi budidaya akuakultur skala mikro berbasis upcycling ini dirancang sebagai solusi aplikatif bagi masyarakat dalam menyediakan sumber protein hewani dan sayuran secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Program ini mengintegrasikan prinsip akuaponik sederhana dengan memanfaatkan limbah galon air mineral bekas sebagai media budidaya ikan sekaligus wadah tanam dengan sistem hidroponik. Selain menghemat ruang dan efisien dalam penggunaan air, sistem ini menerapkan konsep zero-waste yang ramah lingkungan.
Inisiatif yang diusung oleh mahasiswa KKN-T IDBU UNDIP ini secara nyata berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) dengan meningkatkan ketahanan pangan (household food security) melalui penyediaan pasokan pangan mandiri yang mudah diakses oleh keluarga, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) dengan menerapkan edukasi pengelolaan limbah plastik galon bekas menjadi wadah produktif yang hemat air dan minim limbah, dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) dengan mendukung pemenuhan gizi seimbang untuk mencegah stunting melalui peningkatkan asupan protein harian masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada perakitan sarana budidaya, tim KKN-T IDBU 26 UNDIP juga memberikan edukasi mengenai manajemen pemeliharaan. Warga dibekali pemahaman mendasar terkait pemilihan ukuran benih, bagaimana cara penentuan padat tebar yang dapat digunakan, serta pemahaman terkait konsep integrasi budidaya perikanan dan juga pertanian melalui sistem akuaponik sederhana pada budidaya ikan dalam galon.
Sosialisasi dan demonstrasi dilakukan dengan konsep interaktif dimana para peserta yang hadir dilibatkan dalam beberapa praktik pembuatan agar lebih memahami konsep budidaya yang dipaparkan.

Sosialisasi pembuatan dan manajemen budidaya ikan dalam galon (BUDIKGALON)
Antusiasme warga Desa Kalongan terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Ketua RW 15 Perumahan Puri Delta Asri 5 menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan inovasi yang dibawakan oleh mahasiswa KKN UNDIP.
"Inovasi BUDIKGALON ini sangat relevan dengan kebutuhan warga kami. Selain memanfaatkan galon bekas yang ada di lingkungan sekitar, caranya sangat praktis dan tidak memakan tempat. Ini menjadi langkah nyata yang sangat bermanfaat bagi warga RW 15 dalam menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan," ujar Ketua RW 15.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Karang Taruna RW 15 juga menyambut positif kegiatan praktik pembuatan akuaponik mini ini.
"Kegiatan ini sangat mengedukasi dan memberikan ide kegiatan produktif baru bagi pemuda-pemudi Karang Taruna. Konsepnya seru karena memanfaatkan limbah menjadi wadah budidaya yang bernilai.
Harapannya, teman-teman muda bisa ikut menggerakkan dan mendampingi warga dalam menerapkan sistem ini di rumah masing-masing," ungkap Ketua Karang Taruna RW 15.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat mampu mengadopsi dan mereplikasi sistem BUDIKGALON secara mandiri guna memperkuat ketahanan pangan dan gizi keluarga secara berkelanjutan.







