
Biru Baru dan Eksplorasi Musik yang Terus Berubah
Pada awal perjalanan, Biru Baru membawa karakter ethnic art pop. Mereka mengeksplorasi berbagai unsur musik dan memasukkan elemen tradisional ke dalam karya.
Namun, Biru Baru tidak berhenti pada satu karakter. Perjalanan mereka terus berkembang seiring dengan semakin banyaknya karya yang dirilis.
Salah satu contohnya terlihat dalam “Semua Telah Terjadi” yang melibatkan Iga Massardi. Lagu tersebut menghadirkan warna musik yang lebih kuat dan menjadi salah satu bentuk eksplorasi baru bagi Biru Baru.
Karya tersebut kemudian menjadi bagian dari album Rasa & Manusia yang dirilis pada 2022. Album ini memperlihatkan bagaimana Biru Baru terus mencari bentuk musik yang sesuai dengan cerita yang ingin mereka sampaikan.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa eksplorasi menjadi bagian penting dalam perjalanan Biru Baru. Mereka tidak terpaku pada satu bentuk musik, tetapi terus mencari cara untuk menyampaikan pengalaman melalui karya.
Ketika Pengalaman Sederhana Menjadi Lagu
Salah satu karya yang memperlihatkan sisi personal Biru Baru adalah “Terbenam”.
Lagu tersebut berangkat dari pengalaman Tata ketika berada di dalam pesawat. Sebuah momen sederhana ketika melihat langit sore dan seseorang yang sedang beribadah kemudian menjadi inspirasi untuk dikembangkan bersama Goldan menjadi sebuah lagu.
“Terbenam” menjadi salah satu karya penting dalam perjalanan Biru Baru. Lagu tersebut membawa pesan tentang mensyukuri hidup dan mengingat kembali hal-hal kecil yang sering terlewat ketika seseorang sedang menghadapi masalah.
Biru Baru menunjukkan bahwa sebuah lagu tidak selalu harus lahir dari pengalaman besar. Momen sederhana yang meninggalkan kesan juga dapat berkembang menjadi cerita ketika diterjemahkan melalui musik.
Di titik tersebut, terlihat salah satu kekuatan Biru Baru. Mereka mampu mengambil pengalaman sehari-hari dan mengubahnya menjadi karya yang memiliki ruang interpretasi bagi pendengar.
Keresahan Tidak Selalu Harus Disembunyikan
Sisi personal dalam karya Biru Baru juga terlihat dari cara Tata berbicara mengenai dirinya sendiri. Dalam wawancara dengan Pophariini pada 2021, ia mengungkapkan bahwa salah satu hal yang cukup berat dalam menghadapi diri sendiri adalah ketika muncul perasaan kurang.
Perasaan tersebut dapat muncul ketika seseorang merasa belum melakukan sesuatu dengan maksimal atau membandingkan dirinya dengan pencapaian yang ingin diraih.
Namun, Tata memiliki cara untuk menghadapi fase tersebut. Ia mencoba kembali mengingat berbagai hal yang sudah dicapai dan belajar untuk lebih menghargai proses yang telah dilalui.







