zetizen

Paparan Radioaktif di Cikande: Bahaya Sunyi bagi Lingkungan dan Kesehatan

Opini
Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup

Zetizen - Paparan radioaktif adalah ancaman lingkungan yang sering luput dari perhatian publik. Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menimbulkan efek instan yang kasat mata, radiasi menjadi bahaya sunyi dengan dampak jangka panjang.

Kasus paparan radioaktif di kawasan Cikande pada tahun 2025 menjadi pengingat nyata bahwa risiko lingkungan tidak selalu terlihat.

Temuan sumber radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Cikande menimbulkan kekhawatiran karena lokasi tersebut berdekatan dengan permukiman padat.

Cs-137 merupakan zat radioaktif buatan yang banyak digunakan dalam industri dan medis, namun memiliki tingkat radiasi tinggi bila tidak dikelola dengan baik. Paparan zat ini dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari gangguan kesehatan hingga pencemaran lingkungan.

Paparan ini berlangsung tanpa disadari masyarakat, menunjukkan bahwa risiko radiasi dapat hadir secara diam-diam. Paparan radiasi pengion diketahui meningkatkan risiko kerusakan sel dan gangguan kesehatan kronis apabila terjadi berulang atau berkepanjangan.

Dampaknya tidak langsung terasa, namun akumulasi paparan dapat menjadi ancaman serius bagi kualitas hidup, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Selain manusia, lingkungan juga terdampak. Radiasi dapat mencemari tanah, air, dan udara, yang bila tidak ditangani berpotensi mengganggu ekosistem dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kasus Cikande menegaskan pentingnya sistem deteksi dini dan pengelolaan bahan radioaktif secara ketat. Standar keselamatan harus diterapkan secara konsisten agar risiko dapat diminimalkan.

Peningkatan literasi publik tentang bahaya radioaktif menjadi langkah penting. Masyarakat perlu dibekali pemahaman dasar tentang risiko radiasi, tanda-tanda bahaya, dan langkah preventif jika terjadi paparan. Informasi yang jelas dan transparan membantu mengurangi kepanikan sekaligus meningkatkan kewaspadaan kolektif.

Upaya pencegahan juga perlu didukung oleh kesiapsiagaan penanganan darurat, keterlibatan tenaga ahli, dan koordinasi antar pihak. Penanganan tepat tidak hanya melindungi masyarakat, tetapi juga mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Kasus paparan radioaktif di Cikande menegaskan bahwa radiasi adalah ancaman senyap yang menuntut kesadaran, kehati-hatian, dan tanggung jawab bersama.

Dengan pengelolaan yang tepat, edukasi memadai, serta peningkatan sistem keselamatan, risiko paparan dapat ditekan demi melindungi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Bahaya sunyi ini mungkin tak terlihat sehari-hari, tetapi kesadaran dan kewaspadaan kita hari ini menjadi benteng utama bagi generasi yang akan datang. Lingkungan yang aman dan masyarakat yang sehat bukan sekadar harapan, melainkan tanggung jawab yang harus dijaga bersama.