TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di IndonesiaLagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia

Lafa Pratomo, Bilal Indrajaya, dan The Jansen Kolaborasi di Single terabas

m
Jumat, 18 Sep 20263 Hari Lalu
Lafa Pratomo, Bilal Indrajaya, dan The Jansen Kolaborasi di Single terabas
Lafa Pratomo, Bilal Indrajaya, dan The Jansen. Sumber: Instagram @lafapratomoFoto: muhammad rizki akbar / Zetizen Media

Dunia musik Indonesia kembali menghadirkan kolaborasi lintas warna. Produser sekaligus komposer Lafa Pratomo mempertemukan penyanyi Bilal Indrajaya dengan band punk asal Bogor, The Jansen, melalui single terbaru berjudul “terabas”. Lagu ini menjadi bagian dari proyek Extended Play (EP) Garis Tegak yang menghadirkan pertemuan sejumlah musisi dengan karakter musik berbeda.

“terabas” resmi dirilis pada 15 September 2026 dan sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital. Kolaborasi ini menarik perhatian karena mempertemukan nuansa pop personal Bilal dengan energi punk dan indie-rock khas The Jansen, sementara Lafa Pratomo berperan menyatukan dua karakter musik tersebut menjadi satu karya.

Lafa Pratomo Pertemukan Dua Warna Musik Berbeda

Ide mempertemukan Bilal Indrajaya dan The Jansen datang dari Lafa Pratomo. Ia mengaku sudah lama mengagumi The Jansen dan kemudian memiliki gagasan untuk menggabungkan karakter mereka dengan Bilal.

Menurut Lafa, perbedaan genre justru menjadi alasan utama dirinya memilih kedua musisi tersebut. Jika musisi yang memiliki karakter musik serupa dipertemukan, hasilnya dianggap lebih mudah ditebak. Sebaliknya, perbedaan warna musik memberikan ruang untuk bereksperimen dan menghasilkan sesuatu yang lebih segar.

Proses kreatif mereka pun dimulai dari pertemuan di studio tanpa membawa lagu yang sudah jadi. Bilal dan The Jansen kemudian saling bertukar referensi, memainkan ide musik, hingga menemukan bentuk lagu secara bersama-sama.

“terabas” Lahir dari Proses Kreatif di Studio

Menariknya, proses pembuatan “terabas” berlangsung cukup cepat. Dalam satu hari, mereka berhasil menghasilkan draft lagu secara utuh. Pertemuan berikutnya digunakan untuk merekam instrumen dan vokal, sementara keseluruhan proses kreatif mereka berlangsung dalam tiga kali pertemuan.

Bilal juga mengungkapkan bahwa perbedaan karakter musik ternyata tidak menjadi hambatan. Ketika mulai bermain bersama, mereka justru menemukan benang merah dari berbagai referensi musik yang dimiliki.

Salah satu referensi yang mempertemukan Bilal dan The Jansen adalah The Beatles. Dalam proses di studio, Bilal sempat memainkan bagian intro “I Want You (She's So Heavy)” yang kemudian menjadi salah satu pemicu ide musikal dalam lagu tersebut.

Bukan Sekadar Crossover Genre

“terabas” tidak hanya mempertemukan tiga nama dengan latar musik berbeda, tetapi juga menjadi eksperimen untuk mempertahankan identitas masing-masing. Bilal tetap membawa karakter vokal dan nuansa musiknya, sementara The Jansen mempertahankan energi khas mereka.

Lafa kemudian menjahit berbagai elemen tersebut menjadi satu lagu. Hasilnya menjadi pertemuan antara musik pop, punk, dan indie-rock yang tidak mengharuskan salah satu pihak meninggalkan karakter musikalnya.

Kolaborasi ini sebelumnya juga digambarkan Bilal seperti sebuah “crossover anime”, karena mempertemukan dua dunia yang terlihat berbeda dalam satu proyek musik. Bagi Bilal dan The Jansen, proses tersebut justru menjadi pengalaman baru yang menyenangkan.

Makna “terabas” dan Kekuatan Doa Ibu

Selain menghadirkan eksperimen musikal, “terabas” juga membawa pesan tentang keberanian menghadapi berbagai rintangan hidup. Judul lagu tersebut merupakan ide dari Bilal yang kemudian disepakati oleh Lafa serta anggota The Jansen.

Kata “terabas” menggambarkan sikap untuk terus melangkah dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Ide tersebut juga berkaitan dengan tema resiliensi yang menjadi salah satu gagasan besar dalam proyek Garis Tegak. Dalam prosesnya, tema tersebut dikembangkan bersama gagasan mengenai kekuatan doa ibu.


Bagian dari EP Garis Tegak


“terabas” menjadi lagu ketiga dari proyek Garis Tegak milik Lafa Pratomo. EP tersebut dirancang sebagai proyek kolaborasi lintas genre yang mempertemukan sejumlah musisi Indonesia dengan kombinasi karakter musik yang berbeda.

Selain Bilal Indrajaya dan The Jansen, proyek ini juga melibatkan sejumlah kolaborasi lain, seperti Feby Putri bersama Matter Mos, Nadhif Basalamah bersama Hursa, Ari Lesmana bersama White Chorus, Isyana Sarasvati bersama Jason Ranti, hingga Hindia bersama Banda Neira.

Dengan mempertemukan Bilal Indrajaya dan The Jansen, Lafa Pratomo membuktikan bahwa perbedaan karakter musik dapat menjadi ruang untuk bereksperimen. “terabas” pun menjadi salah satu karya menarik dari rangkaian Garis Tegak yang menunjukkan bagaimana musisi dengan latar berbeda dapat menciptakan warna baru.

Bagi Anda yang penasaran dengan kolaborasi tiga dunia musik dalam “terabas”, lagu ini sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital. Simak terus informasi musik terbaru dan rekomendasi lagu menarik lainnya hanya di Zetizen.

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →