
Zetizen - Film horor Indonesia Dia Bukan Ibu kembali menarik perhatian publik setelah masuk jajaran Top 10 film Netflix Indonesia pada pekan ini. Tidak hanya menawarkan teror supranatural, film ini juga menyoroti tekanan psikologis seorang ibu tunggal yang terhimpit oleh luka batin, kelelahan, dan rasa putus asa.
Disutradarai oleh Randolph Zaini dan diproduksi oleh MVP Pictures, Dia Bukan Ibu resmi tayang di Netflix pada 5 Februari 2026 setelah sebelumnya diputar di bioskop pada September 2025 dan masuk kategori Pilihan Penonton di Festival Film Indonesia 2025.
Sinopsis Singkat Film Dia Bukan Ibu
Cerita berpusat pada Vira (Aurora Ribero), seorang remaja yang tinggal bersama ibu dan adiknya, Dino (Ali Fikry), dua tahun setelah perceraian orang tuanya. Sang ibu, Yanti (Artika Sari Devi), sebelumnya digambarkan sebagai perempuan yang hancur setelah ditinggal suami. Ia mengalami fase keterpurukan yang cukup dalam, hingga harus memikul tanggung jawab besar sebagai ibu tunggal bagi dua anaknya.
Seiring waktu, Yanti tampak bangkit. Ia berubah menjadi sosok yang lebih ceria, percaya diri, bahkan terlihat sukses secara ekonomi. Yanti mampu membeli rumah baru dan membuka salon kecantikan yang selalu ramai pengunjung, meski lokasinya tidak terlalu strategis. Dari luar, kehidupan keluarga kecil ini terlihat mulai stabil dan menjanjikan.
Namun, perubahan itu justru memunculkan keganjilan. Vira mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres pada ibunya. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang dulu dikenalnya perlahan menghilang. Sikap Yanti menjadi asing, dingin, dan kerap sulit dijelaskan secara logis. Kejadian janggal mulai muncul, mulai dari perilaku agresif sang ibu terhadap orang lain hingga tindakan yang mengancam keselamatan Dino.
Yang membuat situasi semakin menekan, Yanti kerap kembali bersikap normal keesokan harinya, seolah tidak pernah terjadi apa pun. Hal ini membuat Vira terjebak dalam kebingungan antara rasa takut, rindu, dan harapan bahwa ibunya masih sosok yang sama. Dari titik inilah teror psikologis film ini berkembang, bukan melalui makhluk gaib yang jelas, tetapi melalui rasa kehilangan terhadap sosok ibu itu sendiri.
Terinspirasi Urban Legend Digital
Dia Bukan Ibu diketahui terinspirasi dari sebuah thread horor viral di platform X yang diunggah akun Jeropoint pada 2021. Kisah tersebut bercerita tentang seorang anak yang meyakini bahwa ibunya telah “digantikan” oleh sosok lain. Meski kebenarannya sulit diverifikasi, cerita ini sempat menjadi urban legend digital yang dibicarakan luas dan membekas di benak pembacanya.
Film ini tidak menyalin cerita tersebut secara mentah, melainkan mengolahnya menjadi narasi yang lebih emosional dan manusiawi, dengan fokus pada relasi ibu dan anak serta dampak psikologis yang menyertainya.
Horor yang Menyentuh Luka Psikologis
Sebagai penonton, daya tarik utama film ini bukan terletak pada rasa takut semata, melainkan pada bagaimana film ini menggambarkan kebingungan dan frustrasi seorang perempuan yang ditinggal oleh suaminya. Yanti tidak hanya digambarkan sebagai sosok “menyeramkan”, tetapi sebagai perempuan yang lelah, tertekan, marah, dan kecewa terhadap hidupnya sendiri.
Film ini terasa kuat karena memberi ruang pada emosi tersebut. Penonton tidak hanya diajak takut, tetapi juga diajak memahami betapa beratnya tekanan psikologis yang dialami seorang ibu tunggal yang harus bertahan demi anak-anaknya. Rasa marah, keputusasaan, dan kelelahan batin menjadi bagian penting dari horor yang dibangun, membuat film ini terasa lebih dekat dan realistis.
Di titik tertentu, horor dalam film Dia Bukan Ibu justru terasa menyedihkan. Ketakutan tidak datang dari sosok ibu semata, tetapi dari kenyataan bahwa seseorang bisa berubah ketika tekanan hidup terus menumpuk tanpa ruang untuk pulih.





