TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di IndonesiaLagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia

Kontroversi Film Death Note Versi Amerika Produksi Netflix

n
Penulis:nena zakiah
Jumat, 24 Mar 201724 Mar 2017
Kontroversi Film Death Note Versi Amerika Produksi Netflix
Default CaptionFoto: nena zakiah / Zetizen Media

Zetizen.com – Salah satu penyedia layanan streaming terbesar, Netflix, baru saja merilis trailer film terbarunya, Death Note. Diadaptasi dari manga Jepang fenomenal karya Tsugami Ohba, sutradara Adam Wingard menggandeng Nat Wolff, Margaret Qualley, Keith Stanfield, dan Willem Dafoe. Rencananya, Death Note versi Netflix ini akan dirilis pada 25 Agustus 2017. Bagaimana reaksi yang didapat?

Pembuatan versi Amerika dari kisah-kisah Asia nggak pernah lepas dari kontroversi. Sebab, sebagian besar pasti menggandeng pemain yang bukan keturunan Asia atau biasa disebut whitewashing. Bagi pecinta versi aslinya, tentu ini jadi masalah besar. Meski whitewashing biasa terjadi (baru-baru ini terjadi pada film Ghost in the Shell yang dimainkan Scarlett Johansson), Death Note dari Netflix lebih dikecam karena sampai mengganti nama karakter! Yap, Light Yagami diubah jadi Light Turner dan Misa Amane jadi Mia Sutton.

Light Turner vs Light Yagami

Meski begitu, thankfully Netflix tetap mempertahankan cerita dari manga-nya. Seorang pemuda bernama Light Turner (Nat Wolff) menemukan buku catatan bertuliskan Death Note. Tidak seperti buku biasa, Death Note punya kekuatan gelap dimana siapapun yang namanya tertulis di sana akan mati. Light pun menuliskan nama-nama pelaku kriminal. Dia punya misi untuk membersihkan bumi dari orang-orang jahat. Berhasilkah Light membasmi mereka? Apakah bumi menjadi lebih baik atau justru makin kacau?

Manga Death Note pertama kali muncul sebagai di majalah Weekly Shonen Jump. Sejak Desember 2003 sampai Mei 2006, Death Note mempunyai 108 chapter. Versi animenya tayang di Jepang mulai Oktober 2006 sampai Juni 2007. Selain itu, ada juga versi novel yang terbit pada 2006, versi video game Nintendo DS, dan empat film live-action.

Well, di balik kontroversi, ada yang mengapresiasi film Death Note dari Netflix ini. Sebagian menganggap Neflix’s Death Note jauh lebih keren. Terlebih dari segi sinematografi dan pemain ternama Hollywood yang terlibat.

Kontra:

Kalau menurutmu bagaimana?

Source: USAToday | Editor: Ratri Anugrah

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →