Zetizen
Advertisement

Cod Army Bikin The Gunners Terdiam, Kisah Unik Fleetwood vs Arsenal di Highbury

N
Penulis:Najmi Raihan
Jumat, 30 Okt 2026•Baru Saja
Cod Army Bikin The Gunners Terdiam, Kisah Unik Fleetwood vs Arsenal di Highbury
Para pemain Fleetwood merayakan kemenangan melawan arsenalSumber: Instagram @plesbol.inc
Advertisement

Zetizen.com - Ada sesuatu yang terasa unik dari duel Fleetwood Town vs Arsenal. Bukan hanya karena tim League Two berhasil menyingkirkan juara Premier League, tetapi juga karena dua julukan klub tersebut seolah bertemu dalam cerita yang tidak biasa. The Cod Army milik Fleetwood berhasil membuat The Gunners Arsenal pulang lebih awal dari Carabao Cup setelah menang 5-3 lewat adu penalti.

Pertandingan di Highbury Stadium, Selasa malam 27 Oktober 2026 waktu setempat, berakhir 1-1 selama 90 menit. Aaron Loupalo-Bi membawa Fleetwood unggul lebih dahulu sebelum Viktor Gyokeres menyamakan kedudukan untuk Arsenal. Setelah Max Dowman mendapat kartu merah pada menit ke-85, Fleetwood akhirnya menyelesaikan kejutan tersebut lewat drama adu penalti.

Ketika Cod Army Menantang The Gunners

Nama Cod Army bukan sekadar julukan yang terdengar unik. Fleetwood merupakan kota pesisir di Lancashire yang memiliki sejarah kuat dengan industri perikanan, sehingga identitas klub sangat dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Julukan tersebut terasa semakin tepat ketika Fleetwood menghadapi Arsenal. Di sisi lain, Arsenal dikenal dengan julukan The Gunners, yang berkaitan dengan sejarah klub dan asal-usulnya dari pabrik persenjataan Royal Arsenal di Woolwich.

Di atas kertas, pertemuan kedua julukan itu seharusnya menjadi pertarungan yang timpang. Arsenal datang sebagai juara Premier League, sementara Fleetwood berada di League Two dan menghuni papan bawah kompetisi tersebut. Namun sepak bola piala kembali memperlihatkan bahwa nama besar tidak selalu menjadi penentu.

Fleetwood Town dan Malam yang Mengubah Arti Julukannya

Sebelum pertandingan, Fleetwood memang tidak datang dengan status favorit. Bahkan posisi mereka di League Two membuat sebagian besar prediksi lebih mengarah kepada kemenangan Arsenal.

Namun atmosfer di Highbury Stadium perlahan mengubah suasana. Angin kencang dari kawasan pesisir ikut membuat pertandingan terasa berbeda, sementara pendukung tuan rumah terus memberikan energi kepada pemain Fleetwood.

Momen penting datang pada menit ke-21. Aaron Loupalo-Bi berhasil membawa Fleetwood unggul setelah memanfaatkan situasi di lini belakang Arsenal. Gol tersebut membuat stadion semakin bergemuruh dan memberi keyakinan bahwa Cod Army benar-benar punya peluang membuat kejutan.

Bukan Sekadar Bertahan, Fleetwood Berani Melawan

Arsenal kemudian mengambil kendali permainan. Penguasaan bola berada jauh di pihak The Gunners dan tekanan semakin meningkat setelah mereka tertinggal.

Tetapi Fleetwood tidak sekadar menunggu. Pertahanan mereka mampu bertahan dari tekanan Arsenal, sementara Jay Lynch tampil penting di bawah mistar.

Arsenal akhirnya menyamakan skor melalui Gyokeres pada menit ke-50. Gol itu sempat membuat skenario pertandingan kembali terlihat normal, terutama ketika Arsenal mulai memasukkan pemain yang lebih berpengalaman.

Namun Fleetwood tidak runtuh. Mereka terus bertahan hingga peluit panjang dan memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

Highbury yang Bukan Milik Arsenal, Tapi Jadi Mimpi Buruk Arsenal

Ada satu detail lain yang membuat pertandingan ini semakin menarik. Fleetwood memainkan pertandingan kandang di Highbury Stadium.

Bagi Arsenal, nama Highbury tentu memiliki hubungan emosional dengan sejarah klub karena stadion legendaris mereka di London juga bernama Highbury. Tetapi kali ini, The Gunners datang ke Highbury yang berbeda, sekitar 250 mil di barat laut Islington.

Ironisnya, stadion bernama Highbury tersebut justru menjadi tempat Arsenal tersingkir dari Carabao Cup. Bagi Fleetwood, kemenangan itu bahkan menjadi sejarah karena mereka untuk pertama kalinya mencapai perempat final kompetisi tersebut.

Dari Nelayan hingga Menumbangkan Juara Inggris

Kemenangan Fleetwood terasa semakin besar jika melihat perjalanan klub tersebut. Fleetwood pernah mengalami dua kali pembubaran sebelum akhirnya kembali berdiri dengan identitas saat ini pada 1997.

Dalam perjalanan panjangnya, klub dari kota kecil di pesisir Lancashire itu mampu naik melalui berbagai tingkatan sepak bola Inggris. BBC mencatat Fleetwood meraih enam promosi dalam 12 tahun selama perjalanan mereka dari sepak bola non-liga.

Karena itu, kemenangan atas Arsenal bukan hanya cerita tentang satu pertandingan. Ini menjadi gambaran bagaimana klub yang identitasnya lahir dari kota nelayan mampu berdiri sejajar dengan salah satu klub terbesar Inggris selama 90 menit.

Cod Army Menang, The Gunners Harus Pulang

Puncaknya terjadi dalam adu penalti. Setelah kedua tim sama-sama mencetak tiga penalti pertama, Bruno Guimaraes gagal menaklukkan Lynch. Conor Haughey kemudian mengambil kesempatan terakhir Fleetwood dan mengirim bola ke gawang.

Para pemain Fleetwood langsung berlari merayakan kemenangan bersama suporter. Di sisi lain, Arsenal harus menerima kenyataan pahit bahwa status juara Premier League tidak cukup untuk membawa mereka melewati klub yang berada jauh di bawah mereka dalam piramida sepak bola Inggris.

Pada akhirnya, julukan Cod Army dan The Gunners menghadirkan cerita yang lebih menarik daripada sekadar nama. Malam itu, pasukan yang identik dengan ikan kod justru berhasil membuat para “penembak” Arsenal kehilangan sasaran.

Dan mungkin, inilah salah satu alasan mengapa sepak bola Inggris begitu sulit ditebak. Di kompetisi piala, klub kecil tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap. Mereka datang untuk menulis cerita sendiri.

Penasaran dengan kisah unik di balik julukan klub sepak bola dunia dan kejutan lain di lapangan hijau? Temukan berita, fakta menarik, serta cerita sepak bola lainnya hanya di Zetizen.com!

Editor:medita restu
Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement