zetizen

4 Manfaat Bawang Putih untuk Jantung yang Jarang Diketahui

Sports And Health
Sumber : iStock

Zetizen - Bawang putih selama ini lebih dikenal sebagai bumbu dapur yang memperkaya cita rasa masakan. Namun, siapa sangka bahwa umbi beraroma tajam ini memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh?

Sejak ribuan tahun lalu, bawang putih telah digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai budaya. Kini, manfaatnya juga telah dibuktikan oleh berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam kaitannya dengan kesehatan jantung.

Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di banyak negara, termasuk Indonesia. Gaya hidup yang tidak sehat, stres, hingga pola makan tinggi lemak jenuh kerap menjadi pemicu utama.

Dalam konteks ini, bawang putih menjadi salah satu bahan alami yang patut dipertimbangkan untuk menjaga kesehatan jantung. Berikut empat manfaat penting bawang putih dalam membantu mencegah serangan penyakit jantung:

1. Menurunkan Tekanan Darah

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition (2016) menyatakan bahwa konsumsi suplemen bawang putih secara teratur dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan, terutama pada individu dengan hipertensi.

Hal ini disebabkan oleh kandungan allicin dalam bawang putih, senyawa aktif yang terbentuk saat bawang putih dihancurkan atau dipotong. Allicin membantu melebarkan pembuluh darah dan melancarkan aliran darah, sehingga tekanan darah pun bisa dikendalikan secara alami.

2. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat (LDL)

Bawang putih diketahui dapat membantu menurunkan kadar LDL tanpa memengaruhi kadar kolesterol HDL (kolesterol “baik”). Sumber : iStock

Kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau yang dikenal sebagai kolesterol “jahat” dapat menumpuk di dinding arteri, menyebabkan penyumbatan dan memperbesar risiko serangan jantung. Bawang putih diketahui dapat membantu menurunkan kadar LDL tanpa memengaruhi kadar kolesterol HDL atau kolesterol “baik”.

Penelitian yang dilakukan oleh The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak bawang putih selama lebih dari dua bulan mampu menurunkan kadar kolesterol total dan LDL secara signifikan. Efek ini terutama didukung oleh sifat antioksidan dan antiinflamasi dari bawang putih.

3. Mengurangi Pembentukan Plak di Arteri

Aterosklerosis adalah kondisi di mana terjadi penumpukan plak (lemak dan zat lainnya) di dalam pembuluh darah, menyebabkan penyempitan yang bisa mengarah ke serangan jantung.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition (2007) menyebutkan bahwa bawang putih, khususnya dalam bentuk aged garlic extract (AGE), dapat memperlambat pembentukan plak arteri pada pasien dengan risiko penyakit jantung.

Kandungan senyawa sulfur dan antioksidan di dalam bawang putih membantu mengurangi kerusakan oksidatif yang berperan dalam pembentukan plak. Dengan mengurangi penumpukan ini, aliran darah ke jantung menjadi lebih lancar dan risiko serangan jantung dapat ditekan.

4. Meningkatkan Fungsi Pembuluh Darah dan Sirkulasi

Selain menjaga tekanan darah dan kolesterol, bawang putih juga berperan dalam meningkatkan fungsi endotelium, lapisan tipis pada pembuluh darah yang berfungsi mengatur kontraksi dan relaksasi pembuluh darah. Fungsi endotel yang terganggu merupakan salah satu awal mula gangguan kardiovaskular.

Bawang putih membantu memperbaiki fungsi endotel dan merangsang pelepasan nitric oxide, yaitu zat yang menjaga pembuluh darah tetap lentur dan tidak kaku. Dengan pembuluh darah yang sehat dan fleksibel, sistem peredaran darah bisa bekerja lebih efisien dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Halaman: