
6. Jangan Lupa Minum Air Putih
Hal sederhana seperti minum air putih sering kali terlupakan ketika sedang asyik bermain. Padahal, tubuh yang mulai lelah atau kurang cairan dapat membuat konsentrasi menurun. Setelah beberapa pertandingan, sempatkan minum air putih sebelum kembali bermain agar tubuh tetap terasa segar.
7. Dengarkan Musik Favorit Sebelum Lanjut Bermain
Kalau emosi belum juga reda, coba putar lagu favorit selama beberapa menit. Musik dengan tempo yang lebih santai bisa membantu mengalihkan pikiran dari rasa kesal akibat kekalahan. Setelah suasana hati membaik, Anda bisa memutuskan apakah ingin bermain lagi atau cukup berhenti sampai di situ.
8. Anggap Kekalahan Sebagai Kesempatan Belajar
Tidak ada pemain hebat yang selalu menang. Bahkan pemain profesional pun pernah mengalami kekalahan beruntun. Daripada terus memikirkan hasil akhir pertandingan, coba perhatikan apa yang sebenarnya bisa diperbaiki.
Mungkin rotasi kurang cepat, pemilihan item kurang tepat, atau komunikasi dengan tim belum maksimal. Cara berpikir seperti ini membuat kekalahan terasa lebih bermanfaat sekaligus membantu meningkatkan kemampuan bermain.

Ilustrasi dua pemain menikmati permainan video bersama di ruang keluarga. Sumber: Pexels by AI25 Studio
9. Bermain Bersama Teman Lebih Menyenangkan
Kalau sering kesal karena bermain dengan pemain acak, sesekali cobalah bermain bersama teman. Selain komunikasi menjadi lebih mudah, suasana permainan biasanya juga lebih santai. Kalaupun kalah, biasanya masih bisa saling bercanda sehingga rasa frustrasi tidak terlalu berlarut-larut.
10. Ingat, Game Dibuat untuk Hiburan
Target rank memang menyenangkan untuk dikejar, tetapi jangan sampai membuat kesehatan mental ikut terganggu. Kalau sudah mulai ingin membanting ponsel, memukul meja, atau membawa rasa marah hingga setelah permainan selesai, itu menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan istirahat.
Tidak ada salahnya menutup game dan melakukan aktivitas lain. Besok Anda masih bisa bermain lagi dengan kondisi yang jauh lebih baik.
Kenapa Main Game Kompetitif Mudah Bikin Emosi?
Game kompetitif memang dirancang untuk memberikan tantangan sekaligus rasa puas ketika berhasil menang. Karena itu, kekalahan sering terasa lebih menyakitkan dibanding bermain game kasual. Ditambah lagi, adanya sistem peringkat membuat setiap pertandingan terasa penting sehingga tekanan yang dirasakan pemain menjadi lebih besar.
Faktor lain yang sering memicu emosi adalah bertemu rekan satu tim yang sulit diajak bekerja sama, pemain toxic, hingga target rank yang belum tercapai. Kombinasi berbagai hal tersebut membuat banyak pemain tanpa sadar terus bermain meski kondisi emosinya sudah tidak stabil.
Apakah Wajar Merasa Kesal Setelah Kalah Main Game?
Tentu saja wajar. Hampir semua pemain pernah merasa kecewa, marah, atau frustrasi setelah mengalami kekalahan, baik pemain pemula maupun profesional. Emosi tersebut merupakan respons alami ketika usaha yang dilakukan belum memberikan hasil sesuai harapan.
Namun, rasa kesal sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut. Jika mulai merasa sulit mengendalikan emosi, cobalah berhenti sejenak, menjauh dari layar, atau melakukan aktivitas lain sebelum kembali bermain. Cara sederhana ini dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang sehingga pengalaman bermain tetap menyenangkan.
Kapan Sebaiknya Berhenti Bermain Game?
Tidak ada aturan pasti mengenai kapan seseorang harus berhenti bermain game. Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk beristirahat. Refresh istirahat selama beberapa waktu ering kali membuat suasana hati dan performa membaik ketika kembali.
Misalnya ketika mulai kehilangan fokus, mudah terpancing emosi, mengalami kekalahan beruntun, atau muncul keinginan untuk membanting perangkat karena rasa frustrasi. Jika sudah mengalami kondisi tersebut, sebaiknya hentikan permainan untuk sementara waktu.







