
Rumah yang nyaman membawa kesehatan mental. Sumber: Vlada Karpovich via Pexels
Zetizen.com - Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lingkungan yang lebih rapi dapat membantu mengurangi stres dan menciptakan perasaan lebih tenang. Ketika kita memangkas barang berlebih di dalam kamar, otak berhenti memproses kekacauan visual sehingga tingkat hormon stres kortisol langsung menurun secara signifikan.
Mengapa Kekacauan di Rumah Bisa Bikin Otak Lelah?
Cobalah perhatikan sudut kamar kita setelah seharian bekerja atau berselancar di media sosial. Tumpukan baju di atas kursi, struk belanjaan yang berserakan, dan pajangan tak terpakai sering kali diam-diam menyedot energi kita tanpa disadari.
Sejumlah kajian psikologi lingkungan menjelaskan bahwa mata kita yang menangkap objek berantakan memaksa otak bekerja ekstra keras meski kita berniat untuk bersantai. Kondisi kekacauan visual tersebut mengirimkan sinyal bahaya terselubung ke sistem saraf pusat.
Ketika kita memutuskan untuk melakukan pembersihan massal di akhir pekan, rasa lega yang hadir sesudahnya bukan sekadar ilusi. Momen saat kita memasukkan barang berlebih ke dalam kotak penyimpanan terasa seperti melepaskan beban berat yang menumpuk di kepala.

Ruangan minimalis yang tertata rapi menciptakan kenyamanan dan mengurangi stres. Sumber: alphaen via Pexels








