zetizen

Sering Emosi Setelah Main Game? Coba 10 Cara Ini agar Tetap Tenang

Games
Ilustrasi gamer meluapkan emosi setelah mengalami kekalahan saat bermain game. Sumber: Pexels by Khezez

Zetizen.com- Main game memang menjadi cara favorit banyak orang untuk melepas penat setelah belajar atau bekerja. Namun, tidak sedikit pemain yang justru merasa kesal setelah mengalami kekalahan beruntun, bertemu pemain toxic, atau gagal mencapai target rank.

Jika kondisi ini dibiarkan, emosi bisa semakin memuncak hingga membuat seseorang kehilangan kendali saat bermain. Cara terbaik meredakan emosi setelah main game adalah berhenti sejenak, menenangkan pikiran, dan tidak memaksakan diri langsung bermain lagi.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi rasa frustrasi sekaligus membuat performa bermain menjadi lebih baik ketika kembali ke pertandingan berikutnya.

Emosi saat bermain game sebenarnya merupakan hal yang wajar, terutama pada game kompetitif seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, Valorant, Dota 2, EA Sports FC, hingga Counter-Strike 2.

Persaingan yang ketat, kerja sama tim, serta tekanan untuk menang membuat banyak pemain mudah terbawa suasana ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Supaya suasana hati tidak ikut rusak, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan emosi setelah bermain game.

1. Jangan Langsung Main Lagi Setelah Kalah

Keinginan untuk langsung membalas kekalahan memang sulit ditahan. Banyak pemain berpikir satu pertandingan lagi pasti akan berakhir dengan kemenangan. Sayangnya, keputusan yang diambil saat emosi sering kali kurang maksimal.

Jika sudah kalah beberapa kali berturut-turut, cobalah berhenti selama 10 hingga 15 menit. Gunakan waktu tersebut untuk menjauh dari layar, mengambil minum, atau sekadar menghirup udara segar. Pikiran yang lebih tenang biasanya membuat permainan berikutnya juga lebih baik.

2. Ingat, Tidak Semua Kekalahan Karena Rekan Satu Tim

Menyalahkan teman satu tim menjadi reaksi yang cukup sering terjadi ketika kalah. Apalagi jika ada pemain yang dianggap kurang berkontribusi selama pertandingan. Namun sebelum menyalahkan orang lain, coba lihat kembali permainan sendiri.

Bisa jadi ada posisi yang kurang tepat, pengambilan keputusan yang terburu-buru, atau komunikasi yang kurang efektif. Dengan mengevaluasi diri, kemampuan bermain akan berkembang jauh lebih cepat dibanding terus mencari kambing hitam.

3. Manfaatkan Fitur Mute Saat Bertemu Pemain Toxic

Salah satu penyebab terbesar emosi saat bermain game adalah bertemu pemain yang suka berkata kasar atau sengaja memancing konflik. Daripada membalas chat yang hanya menghabiskan energi, lebih baik aktifkan fitur mute dan fokus pada pertandingan.

Tujuan utama bermain game adalah menikmati permainan, bukan memenangkan adu mulut dengan orang asing di internet.

Halaman: