TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di IndonesiaLagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia

Sering Emosi Setelah Main Game? Coba 10 Cara Ini agar Tetap Tenang

r
Minggu, 12 Jul 202612 Jul 2026
Sering Emosi Setelah Main Game? Coba 10 Cara Ini agar Tetap Tenang
Ilustrasi gamer meluapkan emosi setelah mengalami kekalahan saat bermain game. Sumber: Pexels by KhezezFoto: reno oktabrian ramadhan / Zetizen Media

Zetizen - Main game memang menjadi cara favorit banyak orang untuk melepas penat setelah belajar atau bekerja. Namun, tidak sedikit pemain yang justru merasa kesal setelah mengalami kekalahan beruntun, bertemu pemain toxic, atau gagal mencapai target rank.

Jika kondisi ini dibiarkan, emosi bisa semakin memuncak hingga membuat seseorang kehilangan kendali saat bermain. Cara terbaik meredakan emosi setelah main game adalah berhenti sejenak, menenangkan pikiran, dan tidak memaksakan diri langsung bermain lagi.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi rasa frustrasi sekaligus membuat performa bermain menjadi lebih baik ketika kembali ke pertandingan berikutnya.

Emosi saat bermain game sebenarnya merupakan hal yang wajar, terutama pada game kompetitif seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, Valorant, Dota 2, EA Sports FC, hingga Counter-Strike 2.

Persaingan yang ketat, kerja sama tim, serta tekanan untuk menang membuat banyak pemain mudah terbawa suasana ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Supaya suasana hati tidak ikut rusak, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan emosi setelah bermain game.

1. Jangan Langsung Main Lagi Setelah Kalah

Keinginan untuk langsung membalas kekalahan memang sulit ditahan. Banyak pemain berpikir satu pertandingan lagi pasti akan berakhir dengan kemenangan. Sayangnya, keputusan yang diambil saat emosi sering kali kurang maksimal.

Jika sudah kalah beberapa kali berturut-turut, cobalah berhenti selama 10 hingga 15 menit. Gunakan waktu tersebut untuk menjauh dari layar, mengambil minum, atau sekadar menghirup udara segar. Pikiran yang lebih tenang biasanya membuat permainan berikutnya juga lebih baik.

2. Ingat, Tidak Semua Kekalahan Karena Rekan Satu Tim

Menyalahkan teman satu tim menjadi reaksi yang cukup sering terjadi ketika kalah. Apalagi jika ada pemain yang dianggap kurang berkontribusi selama pertandingan. Namun sebelum menyalahkan orang lain, coba lihat kembali permainan sendiri.

Bisa jadi ada posisi yang kurang tepat, pengambilan keputusan yang terburu-buru, atau komunikasi yang kurang efektif. Dengan mengevaluasi diri, kemampuan bermain akan berkembang jauh lebih cepat dibanding terus mencari kambing hitam.

3. Manfaatkan Fitur Mute Saat Bertemu Pemain Toxic

Salah satu penyebab terbesar emosi saat bermain game adalah bertemu pemain yang suka berkata kasar atau sengaja memancing konflik. Daripada membalas chat yang hanya menghabiskan energi, lebih baik aktifkan fitur mute dan fokus pada pertandingan.

Tujuan utama bermain game adalah menikmati permainan, bukan memenangkan adu mulut dengan orang asing di internet.

4. Jangan Paksakan Push Rank Kalau Mood Sudah Berantakan

Push rank membutuhkan fokus dan konsentrasi yang tinggi. Ketika emosi mulai menguasai pikiran, kemampuan membaca situasi juga ikut menurun.

Kalau sudah merasa kesal sejak pertandingan sebelumnya, tidak ada salahnya menghentikan sesi push rank terlebih dahulu. Bermain lagi saat kondisi sudah lebih tenang biasanya memberikan hasil yang jauh lebih baik.

5. Berdiri dan Gerakkan Badan Sebentar

Duduk terlalu lama di depan layar membuat tubuh terasa pegal tanpa disadari. Kondisi fisik yang lelah juga bisa membuat seseorang lebih mudah tersulut emosi.

Cobalah berdiri, melakukan peregangan ringan, atau berjalan beberapa menit di dalam rumah. Aktivitas sederhana seperti ini membantu tubuh lebih rileks sekaligus mengurangi ketegangan setelah pertandingan yang menegangkan.

6. Jangan Lupa Minum Air Putih

Hal sederhana seperti minum air putih sering kali terlupakan ketika sedang asyik bermain. Padahal, tubuh yang mulai lelah atau kurang cairan dapat membuat konsentrasi menurun. Setelah beberapa pertandingan, sempatkan minum air putih sebelum kembali bermain agar tubuh tetap terasa segar.

7. Dengarkan Musik Favorit Sebelum Lanjut Bermain

Kalau emosi belum juga reda, coba putar lagu favorit selama beberapa menit. Musik dengan tempo yang lebih santai bisa membantu mengalihkan pikiran dari rasa kesal akibat kekalahan. Setelah suasana hati membaik, Anda bisa memutuskan apakah ingin bermain lagi atau cukup berhenti sampai di situ.

8. Anggap Kekalahan Sebagai Kesempatan Belajar

Tidak ada pemain hebat yang selalu menang. Bahkan pemain profesional pun pernah mengalami kekalahan beruntun. Daripada terus memikirkan hasil akhir pertandingan, coba perhatikan apa yang sebenarnya bisa diperbaiki.

Mungkin rotasi kurang cepat, pemilihan item kurang tepat, atau komunikasi dengan tim belum maksimal. Cara berpikir seperti ini membuat kekalahan terasa lebih bermanfaat sekaligus membantu meningkatkan kemampuan bermain.

ilustrasi main game bersama teman

Ilustrasi dua pemain menikmati permainan video bersama di ruang keluarga. Sumber: Pexels by AI25 Studio

9. Bermain Bersama Teman Lebih Menyenangkan

Kalau sering kesal karena bermain dengan pemain acak, sesekali cobalah bermain bersama teman. Selain komunikasi menjadi lebih mudah, suasana permainan biasanya juga lebih santai. Kalaupun kalah, biasanya masih bisa saling bercanda sehingga rasa frustrasi tidak terlalu berlarut-larut.

10. Ingat, Game Dibuat untuk Hiburan

Target rank memang menyenangkan untuk dikejar, tetapi jangan sampai membuat kesehatan mental ikut terganggu. Kalau sudah mulai ingin membanting ponsel, memukul meja, atau membawa rasa marah hingga setelah permainan selesai, itu menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan istirahat.

Tidak ada salahnya menutup game dan melakukan aktivitas lain. Besok Anda masih bisa bermain lagi dengan kondisi yang jauh lebih baik.

Kenapa Main Game Kompetitif Mudah Bikin Emosi?

Game kompetitif memang dirancang untuk memberikan tantangan sekaligus rasa puas ketika berhasil menang. Karena itu, kekalahan sering terasa lebih menyakitkan dibanding bermain game kasual. Ditambah lagi, adanya sistem peringkat membuat setiap pertandingan terasa penting sehingga tekanan yang dirasakan pemain menjadi lebih besar.

Faktor lain yang sering memicu emosi adalah bertemu rekan satu tim yang sulit diajak bekerja sama, pemain toxic, hingga target rank yang belum tercapai. Kombinasi berbagai hal tersebut membuat banyak pemain tanpa sadar terus bermain meski kondisi emosinya sudah tidak stabil.

Apakah Wajar Merasa Kesal Setelah Kalah Main Game?

Tentu saja wajar. Hampir semua pemain pernah merasa kecewa, marah, atau frustrasi setelah mengalami kekalahan, baik pemain pemula maupun profesional. Emosi tersebut merupakan respons alami ketika usaha yang dilakukan belum memberikan hasil sesuai harapan.

Namun, rasa kesal sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut. Jika mulai merasa sulit mengendalikan emosi, cobalah berhenti sejenak, menjauh dari layar, atau melakukan aktivitas lain sebelum kembali bermain. Cara sederhana ini dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang sehingga pengalaman bermain tetap menyenangkan.

Kapan Sebaiknya Berhenti Bermain Game?

Tidak ada aturan pasti mengenai kapan seseorang harus berhenti bermain game. Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk beristirahat. Refresh istirahat selama beberapa waktu ering kali membuat suasana hati dan performa membaik ketika kembali.

Misalnya ketika mulai kehilangan fokus, mudah terpancing emosi, mengalami kekalahan beruntun, atau muncul keinginan untuk membanting perangkat karena rasa frustrasi. Jika sudah mengalami kondisi tersebut, sebaiknya hentikan permainan untuk sementara waktu.

Pada akhirnya, game diciptakan sebagai sarana hiburan. Menang memang memberikan kepuasan, tetapi menjaga kesehatan mental dan suasana hati tetap baik jauh lebih penting daripada memaksakan satu kemenangan lagi. Dengan mengelola emosi secara sehat, bermain game bisa jadi .

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →