Zetizen
Advertisement

Gyaru Bukan Sekadar Outfit Nyentrik! 5 Fakta Unik tentang Subkultur Fashion Jepang

M
Jumat, 23 Okt 2026•Baru Saja
Gyaru Bukan Sekadar Outfit Nyentrik! 5 Fakta Unik tentang Subkultur Fashion Jepang
Tren Fashion Gyaru sekarang sedang banyak dilirikSumber: Gyaru Online
Advertisement

Zetizen.com - Pernah melihat gaya fashion Jepang dengan rambut bervolume, eyeliner tegas, dan aksesori mencolok? Gaya tersebut dikenal sebagai gyaru, subkultur fashion Jepang yang identik dengan penampilan ekspresif dan berani tampil beda.

Lebih dari sekadar makeup tebal dan outfit nyentrik, gyaru memiliki sejarah panjang dalam budaya anak muda Jepang. Mulai dari asal-usul, variasi gaya, hingga perannya sebagai bentuk ekspresi diri, berikut lima fakta tentang gyaru yang menarik untuk kamu ketahui.

1. Gyaru Sudah Berkembang Sebelum Tren Y2K Kembali Populer

Gyaru merupakan subkultur fashion Jepang yang mulai berkembang sejak akhir 1970-an dan semakin dikenal luas pada 1990-an. Kawasan Shibuya di Tokyo kemudian menjadi salah satu tempat yang lekat dengan perkembangan gaya ini, terutama melalui budaya anak muda dan street fashion.

Gaya gyaru terinspirasi oleh berbagai pengaruh, termasuk fashion Barat, tetapi berkembang dengan karakter tersendiri di Jepang. Rambut yang ditata mencolok, makeup ekspresif, pakaian trendi, dan aksesori menjadi bagian dari identitas visualnya.

Ketika estetika Y2K kembali mendapat perhatian di media sosial, gyaru ikut menarik minat pencinta fashion yang menyukai gaya retro dan berani. Meski begitu, gyaru dan Y2K bukanlah hal yang sama. Y2K merujuk pada estetika yang berkaitan dengan pergantian milenium, sedangkan gyaru merupakan subkultur fashion dengan sejarah dan perkembangan tersendiri.

2. Gyaru Punya Banyak Variasi Gaya, Bukan Cuma Rambut Blonde

Salah satu kesalahpahaman tentang gyaru adalah anggapan bahwa semua pengikutnya harus memiliki rambut pirang, kulit tan, dan makeup tebal. Padahal, subkultur ini memiliki berbagai subgaya dengan ciri visual yang berbeda.

Ganguro, misalnya, dikenal dengan kulit yang sangat gelap dan riasan kontras. Sementara itu, hime gyaru menonjolkan tampilan feminin dengan rambut ikal bervolume, pita, renda, dan gaun yang terinspirasi gaya putri kerajaan.

Ada pula kogal yang mengambil inspirasi dari seragam sekolah Jepang, serta onee gyaru yang cenderung menampilkan kesan lebih dewasa dan glamor. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa gyaru bukan satu formula berpakaian yang harus diikuti semua orang.

Bagi pencinta fashion, keragaman tersebut menjadi salah satu hal paling menarik dari gyaru. Setiap subgaya memiliki karakter, pilihan outfit, dan cara menampilkan identitasnya sendiri.

3. Makeup, Rambut, dan Nail Art Sama Pentingnya dengan Outfit

Dalam gyaru, penampilan tidak berhenti pada pakaian. Makeup, rambut, kuku, dan aksesori ikut membentuk keseluruhan look, sehingga detail kecil pun bisa memberikan kesan yang berbeda.

Riasan mata tegas, bulu mata dramatis, rambut bervolume, serta nail art yang detail sering ditemukan pada sejumlah variasi gyaru. Sepatu platform dan aksesori statement juga dapat melengkapi penampilan, meskipun pilihan akhirnya bergantung pada subgaya yang diikuti.

Hal ini membuat gyaru menarik untuk dipelajari dari perspektif styling. Dua orang bisa mengenakan pakaian dengan siluet serupa, tetapi menghasilkan tampilan yang berbeda melalui makeup, gaya rambut, dan aksesori.

Buat kamu yang ingin bereksperimen dengan gyaru, tidak perlu langsung mengganti seluruh isi lemari. Memulai dari satu elemen, seperti riasan mata atau aksesori yang terinspirasi gaya tersebut, bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal estetikanya.

4. Ada Juga Gyaru-o, Variasi Gyaru di Kalangan Laki-Laki

Gyaru memang lebih sering diasosiasikan dengan fashion perempuan, tetapi subkultur ini juga memiliki variasi laki-laki yang dikenal sebagai gyaru-o. Gaya tersebut berkembang dengan karakter visual yang disesuaikan melalui rambut, pakaian, dan aksesori yang ekspresif.

Penampilan gyaru-o dapat berbeda menurut periode dan preferensi individu. Sebagian tampil dengan rambut yang ditata mencolok dan outfit yang terinspirasi street fashion Jepang, sementara yang lain mengadaptasi elemen gyaru sesuai gaya personal mereka.

Keberadaan gyaru-o menunjukkan bahwa subkultur ini memiliki ruang untuk beragam interpretasi. Fashion tidak selalu harus mengikuti pembagian gaya yang kaku, karena cara seseorang berpakaian juga dapat menjadi bagian dari eksplorasi identitas dan komunitas.

5. Gyaru Bukan Cuma Soal Penampilan, tetapi Juga Ekspresi Diri

Di balik makeup dramatis dan outfit yang mencuri perhatian, gyaru memiliki sisi budaya yang menarik. Bagi sebagian pengikutnya, penampilan yang berbeda menjadi cara untuk menunjukkan preferensi pribadi dan mengambil jarak dari ekspektasi kecantikan yang dianggap terlalu membatasi.

Dalam kajiannya tentang subkultur fashion Jepang, Hui-Ying Kerr membahas bagaimana gaya seperti gyaru dapat dipahami dalam konteks ekspresi diri dan hubungan dengan norma sosial. Perspektif ini membantu kita melihat bahwa fashion bukan hanya persoalan pakaian yang sedang populer.

Ada yang tertarik karena estetika makeup, ada yang menikmati komunitasnya, dan ada pula yang menjadikan gaya tersebut bagian dari identitas personal. Di balik setiap pilihan outfit, ada kreativitas dan preferensi yang membuat gaya seseorang terasa personal.

Gyaru Membuktikan Fashion Bisa Jadi Ruang Bereksperimen

Gyaru memperlihatkan bagaimana fashion dapat berkembang menjadi subkultur dengan sejarah, variasi gaya, dan identitas yang beragam. Dari perkembangan street fashion Jepang hingga makeup dan aksesori yang ikonik, gaya ini menawarkan perspektif bahwa berpakaian tidak harus selalu mengikuti satu standar.

Kalau kamu tertarik mencoba estetika gyaru, mulailah dengan mencari tahu subgaya yang paling sesuai dengan seleramu. Kamu juga bisa bereksperimen dengan makeup, aksesori, atau padu padan pakaian tanpa harus meniru keseluruhan tampilannya.

Kalau kamu harus memilih satu elemen gyaru untuk dicoba, kamu lebih tertarik dengan makeup dramatis, rambut bervolume, atau outfit yang bold? Baca Informasi seputar Fashion lainnya hanya di Zetizen.com.

Editor:medita restu
Advertisement

Topik Terkait / Tags

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

See All
Advertisement