Jakarta – BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 resmi berakhir pada Minggu, 2 Agustus 2026, setelah berlangsung selama lima hari sejak 29 Juli 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Penutupan ajang mode tahunan ini menghadirkan peragaan koleksi bertajuk Ulos Simetria yang menerjemahkan kekayaan wastra Sumatra Utara ke dalam karya fashion modern.
Mengusung tema yang memadukan tradisi dan inovasi, BTN Indonesia Fashion Week 2026 menampilkan berbagai interpretasi ulos melalui desain kontemporer. Selain menjadi wadah bagi para desainer untuk menampilkan karya terbaiknya, IFW 2026 juga menunjukkan dampaknya terhadap sektor ekonomi kreatif melalui pencapaian transaksi lebih dari Rp10 miliar.
Ulos Simetria Hadirkan Interpretasi Modern Wastra Sumatra Utara
Dalam acara penutupan, para desainer menampilkan koleksi yang mengangkat beragam kain tradisional Sumatra Utara, seperti ulos, songket, tenun ikat, dobel lungsi, sirat, hingga marsimata.
Beragam kain tersebut dikemas melalui desain modern dengan siluet yang lebih dinamis, penggunaan warna lembut, serta sentuhan ornamen kontemporer. Pendekatan tersebut membuat ulos tetap memiliki karakter budaya, tetapi lebih dekat dengan perkembangan fashion masa kini.
Melalui konsep Ulos Simetria, wastra Nusantara tidak hanya menjadi simbol warisan budaya, tetapi juga menunjukkan peluang besar untuk berkembang dalam industri fashion internasional.
Ulos Simetria Dorong Perpaduan Tradisi dan Inovasi Fashion Indonesia
Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, mengatakan tema Ulos Simetria membawa pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara budaya dan inovasi.
Menurutnya, perkembangan industri mode tidak harus menghilangkan nilai tradisi. Sebaliknya, budaya dan kreativitas dapat berjalan bersama untuk menciptakan masa depan fashion Indonesia yang lebih kuat.
"Melalui tema Ulos Simetria, kita diajak untuk memahami bahwa kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya, bahwa tradisi dan inovasi bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dua kekuatan saling melengkapi untuk membangun masa depan industri mode Indonesia," ujar Poppy Dharsono.
IFW 2026 Hadirkan Ratusan Desainer dan Puluhan Ribu Pengunjung
Selama lima hari pelaksanaan, BTN Indonesia Fashion Week 2026 berhasil mempertemukan lebih dari 200 desainer, 500 tenant UMKM serta jenama fashion, dan melibatkan sekitar 4.000 pekerja kreatif dalam rangkaian acaranya.
Tidak hanya menghadirkan peragaan busana, IFW 2026 juga menggelar berbagai kegiatan pendukung seperti pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan, hingga area kuliner yang membuka ruang interaksi antara pelaku industri fashion dan masyarakat.
Antusiasme terhadap ajang ini terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 35 ribu orang dengan total transaksi melampaui Rp10 miliar. Capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia Fashion Week tidak hanya menjadi wadah kreativitas, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan industri fashion dan ekonomi kreatif nasional.







