zetizen

Mahasiswa KKN-T Undip Bekali Karang Taruna RW 15 dengan Edukasi Manajemen Pakan Ikan Lele yang Efisien dan Efektif

Campus
Mahasiswa KKN-T Undip Bekali Karang Taruna RW 15 dengan Edukasi Manajemen Pakan Ikan Lele yang Efisien dan Efektif

"Bayangkan, alih-alih membeli pelet mahal, kalian bisa membuat pakan sendiri. Ini adalah kemandirian ekonomi dan solusi lingkungan sekaligus!" jelas Afzaal yang langsung disambut sorak antusias para pemuda.

Puncak dari edukasi ini adalah sesi pengelolaan pemberian pakan kombinasi, di mana Afzaal mengajarkan strategi pencampuran pelet dan maggot secara proporsional. Mulai dari pemberian maggot 10% di awal hingga 50% menjelang panen.

Dengan metode ini, biaya produksi bisa ditekan hingga 40%, dan hasil panen pun optimal. Para peserta juga diberikan simulasi perhitungan sederhana agar mereka mampu menjelaskan keuntungan ini kepada warga lainnya.

Ketua Karang Taruna RW 15, Dimas, menyambut positif kegiatan ini. "Kami sangat antusias karena materi yang diberikan sangat aplikatif. Selama ini kami hanya tahu budidaya biasa, sekarang kami punya bekal untuk mengelola pakan dengan cerdas.

Kami bertekad untuk menjadi percontohan dan akan segera mensosialisasikan ilmu ini kepada seluruh warga, terutama mereka yang pernah gagal. Budikgalon akan kami hidupkan kembali!" ujar Dimas dengan penuh keyakinan.

Senada dengan Dimas, Felisya Putri, anggota Karang Taruna RW 15 menambahkan, "Kegiatan ini membuka mata kami bahwa kegagalan dulu karena kurangnya pengetahuan.

Sekarang, dengan ilmu manajemen pakan dan maggot ini, kami optimis bisa memanfaatkan lahan terbatas menjadi ladang ekonomi baru. Kami siap menjadi jembatan antara mahasiswa dan masyarakat untuk menyebarkan praktik baik ini.

Program ini tidak hanya sebatas transfer ilmu, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi antara akademisi, pemuda, dan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 2 (Tanpa Kelaparan) dengan mendekatkan sumber pangan, poin 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) melalui pemanfaatan lahan produktif, dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengolahan limbah menjadi pakan.

Dengan berakhirnya kegiatan, semangat baru telah tertanam di hati para pemuda Karang Taruna RW 15. Mereka tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga misi mulia: menjadi duta perubahan.

Harapan besar pun menggantung, bahwa sebentar lagi, gelombang budidaya ikan dalam galon akan kembali marak di RW 15, dibarengi dengan tawa bahagia warga yang menuai hasil panen melimpah tanpa was-was akan kerugian. Mari bersama, wujudkan ketahanan pangan dari halaman rumah kita sendiri!

Halaman: