
Zetizen.com - Di tengah musik yang silih berganti muncul di playlist anak muda, Morfem punya cara sendiri untuk tetap terdengar relevan. Band rock alternatif asal Jakarta ini menawarkan gitar yang bising, energi punk yang mentah, serta lirik berbahasa Indonesia yang dekat dengan kegelisahan, hubungan antarmanusia, hingga kehidupan anak muda.
Buat kamu yang baru mengenal musik Morfem, band ini berdiri sejak 2009 dan diperkuat Jimi Multhazam sebagai vokalis, Pandu Fuzztoni pada gitar, Freddie A Warnerin di drum, serta Yusak Anugerah pada bass. Karakter musik mereka bergerak di sekitar alternative rock, indie rock, fuzz rock, dan punk dengan permainan gitar yang menjadi salah satu identitas utamanya.
Morfem dan Energi Musik yang Dekat dengan Anak Muda
Ada sesuatu yang menarik dari musik Morfem. Mereka tidak terdengar seperti band yang berusaha mengejar tren, tetapi justru mempertahankan karakter yang sejak awal membuat musiknya mudah dikenali.
Lagu-lagu Morfem banyak berbicara tentang pengalaman manusia dengan bahasa yang lugas dan tidak terlalu jauh dari kehidupan sehari-hari. Spotify menggambarkan tema lirik mereka sebagai sesuatu yang bergerak dari kehidupan sosial, kemarahan, keterpanaan hingga kegugupan, kemudian dibungkus dengan suara gitar yang bising.
Karakter tersebut membuat Morfem cukup mudah diterima oleh pendengar muda yang mencari musik dengan identitas kuat. Musik mereka tidak hanya menawarkan melodi, tetapi juga suasana dan sikap.
Dari Skena Underground ke Playlist Generasi Baru
Perjalanan Morfem tidak bisa dilepaskan dari kultur gig dan musik independen Jakarta. Sejak awal kemunculannya, band ini tumbuh dari lingkungan musik yang akrab dengan panggung kecil, komunitas, dan pertemuan antarmusisi.
Morfem sendiri mencatat penampilan awal mereka pada 2009. Album perdana berjudul Indonesia kemudian dirilis pada 13 Januari 2011, menandai langkah penting band ini dalam memperkenalkan identitas musiknya kepada pendengar yang lebih luas.
Dari sana, perjalanan Morfem terus berkembang. Mereka menghasilkan sejumlah rilisan seperti SneakerFuzz, Dramaturgi Underground, Binar Wajah Sebaya, hingga album Seketika Sekarang Juga yang tercatat dirilis pada 2024 di Spotify.
Menariknya, katalog tersebut masih menemukan pendengar baru. Di Spotify, Morfem tercatat memiliki lebih dari 500 ribu pendengar bulanan, menunjukkan bahwa musik mereka masih memiliki daya tarik di era streaming.
Lagu Morfem yang Bisa Jadi Pintu Masuk untuk Anak Muda
Kalau baru ingin masuk ke dunia Morfem, beberapa lagu bisa menjadi titik awal yang menarik. Megah Diterima, Binar Wajah Sebaya, Jungkir Balik, Rayakan Pemenang, Senjakala Cerita, dan Di Sini Saja (Jangan Kemana-mana) termasuk lagu yang tercatat menonjol dalam katalog dan kanal resmi Morfem.
Jungkir Balik, misalnya, membawa cerita sederhana tentang pertemuan dengan pasangan yang kemudian berujung pada pengalaman bersama di gigs underground. Ada stage diving, sing-along, dan atmosfer malam minggu yang terasa sangat dekat dengan budaya nongkrong serta skena musik alternatif.
Sementara itu, Roman Underground juga memperlihatkan bagaimana Morfem dapat menggabungkan cerita romantis dengan kehidupan gigs. Lagu tersebut menggambarkan pengalaman pergi bersama pujaan hati hingga akhirnya larut dalam suasana pertunjukan underground.







